Misa Natal 2025
Renungan Katolik Malam Ini Rabu 24 Desember 2025, Benedictus: Pujian atas Kesetiaan Allah
Simak renungan Katolik malam ini Rabu 24 Desember 2025. Tema renungan Katolik malam ini Benedictus: pujian atas kesetiaan Allah.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/GEREJA-KATOLIK-Gereja-Katolik-di-Biara-Karmel-Maumere-Jumat-7-Februari-2025.jpg)
Ringkasan Berita:
- Mari simak renungan Katolik malam ini Rabu 24 Desember 2025.
- Tema renungan Katolik malam ini Benedictus: pujian atas kesetiaan Allah.
- Renungan Katolik malam ini disiapkan untuk malam Natal dengan warna liturgi ungu.
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik malam ini Rabu 24 Desember 2025.
Tema renungan Katolik malam ini Benedictus: pujian atas kesetiaan Allah.
Renungan Katolik malam ini disiapkan untuk malam Natal dengan warna liturgi ungu.
Adapun bacaan liturgi Katolik hari Rabu 24 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Baca juga: Teks Ibadah Sabda Kamis 25 Desember 2025, Hari Raya Natal
Bacaan Pertama 2 Samuel 7:1-5,8b-12,16
"Kerajaan Daud akan kokoh untuk selama-lamanya dihadapan Tuhan."
Pada masa itu Raja Daud telah menetap di rumahnya, dan Tuhan telah mengaruniakan kepadanya keamanan terhadap semua musuh di sekeliling.
Maka berkatalah Raja Daud kepada Nabi Natan, “Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras, padahal tabut Allah diam di bawah tenda.”
Lalu berkatalah Natan kepada raja, “Baik, lakukanlah segala sesuatu yang dikandung hatimu, sebab Tuhan menyertai engkau.” Tetapi pada malam itu juga datanglah firman Tuhan kepada Natan,
“Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman Tuhan: Masakan engkau yang mendirikan rumah untuk Kudiami?
Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika engkau menggiring kambing domba! Engkau Kuambil untuk Kujadikan raja atas umat-Ku Israel. Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani, dan telah melenyapkan semua musuh dari hadapanmu.
Aku membuat besar namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi. Aku menentukan tempat bagi umat-Ku Israel dan menanamkannya,
sehingga ia dapat diam di tempatnya sendiri dengan tidak lagi dikejutkan ataupun ditindas oleh orang-orang lalim seperti dahulu sejak Aku mengangkat hakim-hakim atas umat-Ku Israel.
Aku mengaruniakan kepadamu keamanan terhadap semua musuhmu. Juga diberitahukan Tuhan kepadamu: Tuhan akan memberikan keturunan kepadamu.
Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya.
Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan Mzm. 89:2-3,4-5,27,29
Ref. Kerelaan Tuhan hendak kunyanyikan selama-lamanya.
Aku hendak menyanyikan kasih setia Tuhan selama-lamanya, hendak menuturkan kesetiaan-Mu turun-temurun. Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit.
Engkau berkata, "Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku: Aku hendak menegakkan anak cucumu untuk selama-lamanya, dan membangun takhtamu turun-temurun."
Dia pun akan berseru kepada-Ku, "Bapakulah Engkau, Allahku dan gunung batu keselamatanku." Untuk selama-lamanya Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia, dan perjanjian-Ku dengannya akan Kupegang teguh.
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya.
O Tuhan, Cahaya abadi dan Surya keadilan, datanglah, dan terangilah mereka yang duduk dalam kegelapan dan bayangan maut.
Bacaan Injil Lukas 1:67-79
"Allah mengunjungi kita laksana fajar cemerlang."
Zakharia, ayah Yohanes, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya, “Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia telah mengunjungi umat-Nya dan membawa kelepasan baginya;
Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya, seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala lewat mulut nabi-nabi-Nya yang kudus,
untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita; untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita, dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus,
yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita, supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut,
dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita. Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya,
untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka, oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan mengunjungi kita: Surya pagi dari tempat yang tinggi,
untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan naungan maut, untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.”.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
Zakaria, yang sebelumnya bisu karena ketidakpercayaannya, kini dipenuhi Roh Kudus dan memuji Allah dengan lantang. Pujiannya, yang disebut Benedictus dalam tradisi Gereja, merupakan ungkapan syukur dan iman yang mendalam. Ia melihat kelahiran Yohanes, putranya sebagai tanda kesetiaan Allah pada janji-Nya kepada keturunan Daud dan kepada seluruh umat Israel.
Bagi Zakaria dan bagi kita, kelahiran Yohanes Pembaptis adalah bukti bahwa Allah selalu setia dan tidak pernah meninggalkan umat-Nya, bahkan pada saat-saat tergelap sekalipun. Ia mengirimkan terang-Nya ke dalam dunia, menerangi jalan kita dan memberi kita harapan. Yohanes, sang "Nabi dari Yang Maha Tinggi", menyiapkan jalan bagi Sang Terang.
Malam hari ini kita merayakan Vigili Natal, menyambut kelahiran Sang Juruselamat, yang merupakan tanda amat agung pemenuhan janji Allah yang tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Biarlah pujian Zakaria mengingatkan kita bahwa Sang Terang itu sudah datang dan memberi kita harapan, kekuatan, dan keberanian untuk melewati masa-masa kelam. Sang Terang itu adalah tanda Allah yang berkenan melawat umat-Nya dan membawa kelepasan bagi mereka.
Ya Bapa, semoga dengan menyongsong kelahiran Putra-Mu, bertambahlah iman, harapan, dan kasih kami kepada-Mu. Semoga damai karena kehadiran Putra-Mu melingkupi kami, keluarga kami, dunia kami, dan seluruh alam semesta. Amin. (sumber the katolik.com/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.