Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Hari Ini Jumat 26 Desember 2025, Martir Cinta Kasih
Mari simak renungan hari ini Jumat 26 Desember 2025. Tema renungan hari ini "Martir cinta kasih".
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/RENUNGAN-HARIAN-KATOLIK-PATER-JOHN-LEWAR.jpg)
Ringkasan Berita:
- Tema renungan hari ini "Martir cinta kasih".
- Renungan hari ini ada dibagian akhir artikel ini.
- Renungan hari ini untuk haari Jumat, Pesta Santo Stefanus Martir Pertama, dengan Warna Liturgi Merah.
Oleh: Pastor John Lewar, SVD
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan hari ini Jumat 26 Desember 2025.
Tema renungan hari ini "Martir cinta kasih".
Renungan hari ini ada dibagian akhir artikel ini.
Renungan hari ini untuk haari Jumat, Pesta Santo Stefanus Martir Pertama, dengan Warna Liturgi Merah.
Adapun bacaan liturgi Katolik hari Jumat 26 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Baca juga: Renungan Katolik Hari Jumat 26 Desember 2025, Kamu Dibenci karena Nama-Ku
Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 6:8-10;7:54-59
"Aku melihat langit terbuka."
Sekali peristiwa Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mukjizat dan tanda-tanda di antara orang banyak.
Tetapi tampillah beberapa orang dari jemaat Yahudi yang disebut jemaat orang Libertini. – Anggota jemaat ini adalah orang-orang dari Kirene dan dari Aleksandria. – Mereka tampil bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan dari Asia.
Orang-orang ini bersoal jawab dengan Stefanus, tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmat Stefanus dan Roh Kudus yang mendorong dia berbicara.
Mendengar semua yang dikatakan Stefanus, para anggota Mahkamah Agama sangat tertusuk hatinya. Maka mereka menyambutnya dengan gertakan gigi.
Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit; ia melihat kemuliaan Allah, dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.
Maka katanya, “Sungguh, aku melihat langit terbuka, dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah.”
Maka berteriak-teriaklah mereka, dan sambil menutup telinga serempak menyerbu dia. Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya dengan batu.
Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus. Sementara dilempari, Stefanus berdoa, “Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan Mzm 31:3cd-4.6.8ab.16bc.17
Ref. Ke dalam tangan-Mu, Tuhan, kuserahkan jiwaku.
Jadilah bagiku gunung batu tempat berlindung, dan kubu pertahanan untuk menyelamatkan daku! Sebab Engkaulah bukit batu dan pertahananku; oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku.
Ke dalam tangan-Mu kuserahkan nyawaku; sudilah membebaskan daku, ya Tuhan, Allah yang setia. Aku akan bersorak sorai dan bersukacita karena kasih setia-Mu, sebab Engkau telah menilik sengsaraku.
Lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan bebaskanlah dari orang-orang yang mengejarku! Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-hamba-Mu, selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu!
Bait Pengantar Injil Mzm 118:26a,27a
Ref. Alleluya, alleluya.
Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan! Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita.
Bacaan Injil Matius 10:17-22
"Karena Aku, kamu akan digiring ke muka para penguasa dan raja-raja."
Pada waktu mengutus murid-murid-Nya, Yesus berkata, “Waspadalah terhadap semua orang! Sebab ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama; dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya.
Karena Aku, kamu akan digiring ke muka para penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.
Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.
Karena bukan kamu yang berbicara, melainkan Roh Bapamu; Dialah yang akan berbicara dalam dirimu. Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh; demikian juga seorang ayah akan menyerahkan anaknya.
Anak-anak akan memberontak terhadap orangtuanya dan akan membunuh mereka. Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
"Martir cinta kasih"
Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.
Pada hari kemarin, kita merayakan Pesta natal. Suasana batin hati kita
diliputi sukacita karena kelahiran Yesus, Juruselamat dan Raja damai,
Sang Sabda yang telah menjadi manusia dan tinggal di tengah-tengah
kita. Tetapi hari ini Gereja mengajak kita untuk merenungkan peristiwa
kematian Diakon Stefanus.
Sebagaimana diceritakan dalam Kitab Suci, Stefanus satu dari tujuh
diakon yang dipilih untuk menolong para rasul dalam karya pelayanan,
diakonia. Dia bertugas dalam karya sosial mengurus para janda dan kaum
miskin. Kisah Rasul memperlihatkan secara tajam bagaimana Stefanus
yang penuh dengan karunia kuasa, mengadakan mukjizat-mukjizat dan
tanda-tanda bagi kebaikan dan keselamatan orang banyak. Tampaknya
ada orang-orang yang tidak menyukainya karena mereka tidak sanggup
melawan hikmatnya. Terlebih lagi para anggota Mahkamah Agama
sangat tertusuk hati, tidak tahan dan menggertakan gigi, sehingga
mereka menyeret Stefanus ke luar kota, lalu melemparinya sampai
mati. Stefanus hanya berdoa, katanya: “Ya Tuhan Yesus, terimalah
rohku.”
Dia dibunuh secara keji karena imannya akan Sang Sabda yang telah
menjadi manusia. Senjata utama Stefanus dalam menghadapi
penganiayaan ini adalah cintanya yang begitu besar kepada Tuhan. Dan
cinta kepada Tuhan ini mendorong dia, sehingga menjelang kematiannya,
terucap sebuah doa yang keluar dari mulutnya:”Tuhan, janganlah dosa ini
ditanggungkan kepada mereka.
Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.
Santo Stefanus telah mewariskan kepada kita nilai hidup kristiani yang
luar biasa. Pertama, iman yang teguh. Stefanus begitu dekat dengan
Tuhan yang diimaninya. Tuhan menganugerahi dia rahmat berlimpah.
Banyak mukjizat terjadi atas dirinya. Dalam iman, Tuhan juga pasti
memberikan kepada kita berkat berlimpah dalam hidup.
Kedua, berani membela kebenaran. Stefanus tidak gentar menghadapi
siapapun dalam situasi yang genting. Dia membela kebenaran iman akan
Yesus, Sang Sabda yang menjelma menjadi manusia. Hendaknya kita pun
tidak malu bersaksi tentang Tuhan yang lahir di Betlehem. Jangan putus
asa bila ada tantangan yang menghadang, bila kita diejek dan diolok -
olok karena mengakui Yesus bayi mungil itu.
Ketiga, hargailah kehidupan. Stefanus adalah korban sebuah tindakan
kekerasan dan.penganiayaan. Kita diajak untuk menghargai harkat dan
martabat sesama, menghargai hidup setiap orang. Semua ingin hidup
damai dan rukun Semoga Natal, meningkatkan iman kita kepada Tuhan, memberanikan
kita membela yang benar dan mendorong kita untuk menjunjung tinggi
hidup orang lain.
Menjadi murid itu penuh resiko sekaligus merupakan konsekwensi yang
harus ditanggung. Yesus sendiri sudah menegaskan bahwa jalan
kemuridan adalah menyangkal diri dan memanggul salib setiap hari.
Kisah Stefanus menunjukkan resiko kemuridan itu yakni penolakan dan
kematian.
Doa:
Allah Bapa sumber keselamatan kami. Kami mengucap syukur kepadaMu
atas kerahiman yang telah Kaulimpahkan kepada kami. Engkau telah
menyelamatkan kami dengan kelahiran PuteraMu terkasih dan
menggembirakan kami dengan kelahiran Santo Stefanus martirMu di
Surga. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami...Amin.
Sahabatku yang terkasih, Selamat Pesta Natal. Natalku, Natalmu, Natal
kita bersama. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana
saja berada: Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus....Amin. (sumber the katolik.com/adiutami.com/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.