Jumat, 8 Mei 2026

Injil Katolik Hari Ini

Injil Katolik Hari Ini Selasa 6 Januari 2026 dan Mazmur Tanggapan

Mari simak injil katolik hari ini Selasa 6 Januari 2026. Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Injil Katolik Hari Ini Selasa 6 Januari 2026 dan Mazmur Tanggapan
TRIBUNFLORES.COM / GG
GEREJA PEMO - Gereja Katolik di Pemo Kelimutu Ende NTT.Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik. Renungan harian Katolik ada dibagian akhir artikel ini. Selasa 6 Januari 2026 merupakan Hari Selasa Biasa sesudah penampakan Tuhan, Kaspar, Melkior dan Balthasar, Tiga Raja, dengan warna liturgi putih. 
Ringkasan Berita:
  • Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.
  • Renungan harian Katolik ada dibagian akhir artikel ini.
  • Selasa 6 Januari 2026 merupakan Hari Selasa Biasa sesudah penampakan Tuhan, Kaspar, Melkior dan Balthasar, Tiga Raja, dengan warna liturgi putih.

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak injil katolik hari ini Selasa 6 Januari 2026.

Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.

Renungan harian Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Selasa 6 Januari 2026 merupakan Hari Selasa Biasa sesudah penampakan Tuhan, Kaspar, Melkior dan Balthasar, Tiga Raja, dengan warna liturgi putih.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Selasa 6 Januari 2026 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Renungan Katolik Hari Ini Selasa 6 Januari 2026, Kamu Harus Memberi Mereka Makan

Bacaan Pertama 1Yoh 4:7-10

Allah adalah kasih.

Saudara-saudaraku terkekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah, dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. 

Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allahlah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai silih bagi dosa-dosa kita.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm 72:2.3-4ab.7-8

Ref: Segala bangsa di bumi, ya Tuhan sujud menyembah kepada-Mu.

Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja, dan keadilan-Mu kepada putera raja! Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan menghakimi orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!

Kiranya gunung-gunung membawa damai sejahtera bagi bangsa, dan bukit-bukit membawa kebenaran! Kiranya ia memberikan keadilan kepada orang-orang yang tertindas dari bangsa itu; kiranya ia menolong orang-orang miskin.

Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan! Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi!

Bait Pengantar Injil: Luk 4:18-19

Tuhan mengutus Aku menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin, dan memberitakan pembebasan kepada orang tawanan.

Bacaan Injil: Mrk 6:34-44

Dengan mempergandakan roti, Yesus menyatakan dirinya sebagai nabi.

Begitu banyak orang mengikuti Yesus. Ketika Yesus melihat jumlah orang yang begitu banyak, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. 

Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka. Ketika hari mulai malam, datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata, “Tempat ini sunyi, dan hari sudah mulai malam. Suruhlah mereka pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa dan kampung-kampung di sekitar ini.” 

Tetapi jawab Yesus, “Kamu harus memberi mereka makan!” Kata mereka kepada-Nya, “Jadi, haruskah kami pergi membeli roti hanya dengan dua ratus dinar dan memberi mereka makan?” Tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!” Sesudah memeriksanya, mereka berkata, “Lima roti dan dua ikan.”

Lalu Yesus menyuruh orang-orang itu supaya semuanya duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau.

Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang. Setelah mengambil lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada para murid, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada mereka semua. 

Dan mereka semua makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti: dua belas bakul penuh, belum termasuk sisa-sisa ikan. Yang ikut makan roti itu ada lima ribu orang laki-laki.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus. 

Renungan Harian Katolik

“Hati-Nya tergerak oleh belas kasihan.”

Belas Kasihan Yesus Selalu Lebih Dulu
Injil hari ini menggambarkan sebuah adegan indah sekaligus sangat manusiawi: Yesus yang ingin beristirahat, tetapi justru Ia menemukan orang banyak yang datang mendekat. Mereka mengikuti-Nya dari berbagai kota, mencari pengajaran, penguatan, dan harapan.

Dan reaksi Yesus sangat berbeda dari kecenderungan manusia:

“Hati-Nya tergerak oleh belas kasihan kepada mereka.”

Yesus tidak melihat kumpulan masalah.

Ia tidak melihat sekumpulan orang yang merepotkan.

Ia melihat anak-anak Allah yang membutuhkan Gembala.

Inilah salah satu aspek paling besar dari Injil Markus 6:34–44:

Belas kasih Yesus selalu mendahului perhitungan manusia.

Sebelum Ia mengajar, sebelum Ia menyembuhkan, sebelum Ia menggandakan roti—Ia lebih dulu mengasihi.

Dalam kehidupan kita, sering kali kita merasa datang kepada Tuhan membawa terlalu banyak masalah: kekhawatiran, tekanan hidup, luka lama, pekerjaan menumpuk, relasi yang rumit, atau situasi keluarga yang melelahkan. Namun Injil hari ini menegaskan bahwa Yesus tidak jenuh dengan kehadiran kita.

Ia tersentuh oleh kedatangan kita.

Ia tersentuh oleh kebutuhan kita.

Ia tersentuh oleh kerinduan kita.

“Kamu harus memberi mereka makan!”
Setelah mengajar sekian lama, hari sudah menjelang malam. Para murid panik—ribuan orang di padang gurun, tanpa makanan, tanpa rencana logistik. Jadi mereka memberi usul paling logis:

“Suruhlah mereka pergi membeli makanan sendiri.”

Tetapi Yesus justru memberi perintah yang terdengar mustahil:

“Kamu harus memberi mereka makan!”

Inilah yang Yesus lakukan pada kita:

Ia sering meminta kita melakukan yang tidak masuk akal—

bukan untuk membuat kita gagal,

tetapi untuk menunjukkan karya-Nya melalui keterbatasan kita.

Yesus tidak menuntut mereka menyediakan makanan untuk lima ribu orang.

Ia hanya meminta mereka memeriksa apa yang ada.

Dan yang mereka temukan hanyalah:

lima roti dan dua ikan.

Dari sudut pandang manusia:

terlalu sedikit
tidak cukup
tidak masuk akal
Namun Injil hari ini menunjukkan kebenaran besar:

Jika kita menawarkan sedikit yang kita punya kepada Tuhan, Ia dapat mengubahnya menjadi berkelimpahan.

Ketika Kita Memberi yang Sedikit dengan Hati yang Terbuka
Banyak orang berpikir mukjizat penggandaan roti hanya tentang kuasa Yesus.

Padahal mukjizat ini juga tentang kerelaan manusia menawarkan yang sedikit.

Dalam renungan Katolik harian, Markus 6:34–44 menegaskan:

Tuhan tidak meminta kita sempurna, Ia meminta kita menyerahkan apa yang ada.
Tuhan tidak menuntut banyak, Ia mengundang kita untuk memberi sedikit dengan hati yang tulus.
Tuhan tidak menunggu kita memiliki rasa cukup; Ia mengubah yang kurang menjadi melimpah.
Kita semua punya “lima roti dan dua ikan”:

waktu yang sedikit
energi yang terbatas
pelayanan kecil
kebaikan sederhana
kesabaran yang tipis
doa yang terasa lemah
Namun justru itulah yang Yesus mau pakai.

Mukjizat Terjadi Ketika Kita Menyerahkan “Yang Sedikit”
Tuhan tidak pernah mengabaikan sesuatu yang diberikan dengan cinta.

Lima roti dan dua ikan itu tampak kecil, tetapi saat diserahkan kepada Yesus, Ia:

Mengambil
Mengucap syukur
Memecah-mecahkannya
Membagikannya
Dan hasilnya bukan hanya cukup—

tetapi berlimpah-limpah:

12 bakul penuh sisa makanan.

Pesannya sederhana namun kuat:

Jika kita menyerahkan hidup kita—yang kurang, lelah, retak—kepada Yesus, Ia dapat membuatnya berbuah lebih besar daripada yang kita bayangkan.

Begitu pula dalam pelayanan, keluarga, sekolah, pekerjaan, hubungan sosial, atau perjuangan iman kita.

Sedikit yang kita punya bukan penghalang bagi Tuhan.

Yang menjadi penghalang sering kali adalah kita tidak mau menyerahkan yang sedikit itu kepada-Nya.

Belajar dari Belas Kasihan Yesus
Renungan hari ini mengajak kita:

1. Menyadari bahwa Yesus melihat kita dengan belas kasih

Hidup boleh melelahkan, tetapi Tuhan tidak pernah lelah mencintai kita.

2. Memberi yang sedikit, bukan menunggu menjadi banyak

Setiap kebaikan kecil bisa jadi sarana mukjizat.

3. Menyerahkan keterbatasan kita kepada Tuhan

Keajaiban terjadi ketika kita berani menyerahkannya.

4. Belajar peduli seperti Yesus peduli

Mukjizat penggandaan roti tidak hanya menguatkan iman,

tetapi juga membentuk hati kita untuk menjadi lebih murah hati.

Pertanyaan Refleksi

Apa “lima roti dan dua ikan” yang bisa aku persembahkan hari ini?
Bagian mana dalam hidupku yang terasa kekurangan dan perlu kusrahkan kepada Tuhan?
Siapa yang Tuhan kirimkan padaku untuk aku layani dengan belas kasih-Nya?
Sudahkah aku membiarkan belas kasih Yesus mengubah caraku melihat orang lain?

Doa Penutup

Tuhan Yesus, ajarilah aku melihat dunia dengan belas kasih-Mu. Terimalah keterbatasanku—waktu, tenaga, kebaikan kecil—dan jadikan semuanya berbuah untuk kemuliaan-Mu. Terangilah hatiku supaya aku berani memberi, meski yang kupunya sedikit. Amin.  (Sumber the katolik.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved