Sabtu, 9 Mei 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Katolik Rabu 14 Januari 2026, Tempat yang Sunyi

Mari simak renungan Katolik Rabu 14 Januari 2026. Tema renungan katolik “tempat yang sunyi”.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Katolik Rabu 14 Januari 2026, Tempat yang Sunyi
TRIBUNFLORES.COM / HO-BRUDER
Br. Pio Hayon, SVD. Mari simak renungan Katolik Rabu 14 Januari 2026. Tema renungan katolik “tempat yang sunyi”. 
Ringkasan Berita:
  • Tema renungan katolik “tempat yang sunyi”.
  • Renungan katolik ada dibagian akhir artikel ini dengan warna liturgi hijau.
  • Bacaan hari Rabu: 1Sam. 3:1-10,19-20; Mzm. 40:2,5,7-8a,8b-9,10; Mrk. 1:29-39 dan BcO Kej 3:1-24.

Oleh: Bruder Pio Hayon SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik Rabu 14 Januari 2026.

Tema renungan katolik “tempat yang sunyi”.

Renungan katolik ada dibagian akhir artikel ini dengan warna liturgi hijau.

Bacaan hari Rabu: 1Sam. 3:1-10,19-20; Mzm. 40:2,5,7-8a,8b-9,10; Mrk. 1:29-39 dan BcO Kej 3:1-24.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 14 Januari 2026, Datang Membawa Sukacita

Bacaan pertama:


1Sam 3:1    Samuel yang muda itu menjadi pelayan TUHAN di bawah pengawasan Eli. Pada masa itu firman TUHAN jarang; penglihatan-penglihatanpun tidak sering.

1Sam 3:2    Pada suatu hari Eli, yang matanya mulai kabur dan tidak dapat melihat dengan baik, sedang berbaring di tempat tidurnya.

1Sam 3:3    Lampu rumah Allah belum lagi padam. Samuel telah tidur di dalam bait suci TUHAN, tempat tabut Allah.

1Sam 3:4    Lalu TUHAN memanggil: "Samuel! Samuel!", dan ia menjawab: "Ya, bapa."

1Sam 3:5    Lalu berlarilah ia kepada Eli, serta katanya: "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Tetapi Eli berkata: "Aku tidak memanggil; tidurlah kembali." Lalu pergilah ia tidur.

1Sam 3:6    Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi. Samuelpun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta berkata: "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Tetapi Eli berkata: "Aku tidak memanggil, anakku; tidurlah kembali."

1Sam 3:7    Samuel belum mengenal TUHAN; firman TUHAN belum pernah dinyatakan kepadanya.

1Sam 3:8    Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi, untuk ketiga kalinya. Iapun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta katanya: "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Lalu mengertilah Eli, bahwa Tuhanlah yang memanggil anak itu.

1Sam 3:9    Sebab itu berkatalah Eli kepada Samuel: "Pergilah tidur dan apabila Ia memanggil engkau, katakanlah: Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar." Maka pergilah Samuel dan tidurlah ia di tempat tidurnya.

1Sam 3:10    Lalu datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: "Samuel! Samuel!" Dan Samuel menjawab: "Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar."

1Sam 3:19    Dan Samuel makin besar dan TUHAN menyertai dia dan tidak ada satupun dari firman-Nya itu yang dibiarkan-Nya gugur.

1Sam 3:20    Maka tahulah seluruh Israel dari Dan sampai Bersyeba, bahwa kepada Samuel telah dipercayakan jabatan nabi TUHAN.

Mazmur Tanggapan:


Mzm 40:2    (40-3) Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan, dari lumpur rawa; Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan langkahku,

Mzm 40:5    (40-6) Banyaklah yang telah Kaulakukan, ya TUHAN, Allahku, perbuatan-Mu yang ajaib dan maksud-Mu untuk kami. Tidak ada yang dapat disejajarkan dengan Engkau! Aku mau memberitakan dan mengatakannya, tetapi terlalu besar jumlahnya untuk dihitung.

Mzm 40:7    (40-8) Lalu aku berkata: "Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku;

Mzm 40:8    (40-9) aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku."

Mzm 40:8    (40-9) aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku."

Mzm 40:9    (40-10) Aku mengabarkan keadilan dalam jemaah yang besar; bahkan tidak kutahan bibirku, Engkau juga yang tahu, ya TUHAN.

Mzm 40:10    (40-11) Keadilan tidaklah kusembunyikan dalam hatiku, kesetiaan-Mu dan keselamatan dari pada-Mu kubicarakan, kasih-Mu dan kebenaran-Mu tidak kudiamkan kepada jemaah yang besar.

Injil Katolik:


Mrk 1:29    Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas.

Mrk 1:30    Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus.

Mrk 1:31    Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka.

Mrk 1:32    Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan.

Mrk 1:33    Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu.

Mrk 1:34    Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.

Mrk 1:35    Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.

Mrk 1:36    Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia;

Mrk 1:37    waktu menemukan Dia mereka berkata: "Semua orang mencari Engkau."

Mrk 1:38    Jawab-Nya: "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang."

Mrk 1:39    Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.

Renungan Harian Katolik

“Tempat yang sunyi”

Saudari/a terkasih dalam Kristus 

Salam sejahtera untuk kita semua. Hari ini, kita diajak untuk merenungkan nilai dari keheningan dan tempat-tempat sunyi dalam hidup kita melalui bacaan dari 1 Samuel dan Injil Markus. Bacaan-bacaan ini mengingatkan kita bahwa dalam keheningan, kita dapat mendengar suara Tuhan dan mendapatkan kekuatan untuk menjalani panggilan-Nya.

Saudari/a terkasih 

Dalam perikop bacaan  hari ini (1Sam. 3:1-10, 19-20), kita melihat Samuel, yang masih muda, mendengarkan suara Tuhan di tengah kesunyian malam. Meskipun ia mungkin tidak segera mengenali suara Tuhan, keinginannya untuk mendengarkan dan memahami panggilan itu sangat penting. Ketika Tuhan memanggilnya untuk kali kedua, Samuel menjawab dengan kerendahan hati. Bacaan ini menunjukkan bahwa keheningan dan keterbukaan hati memungkinkan kita untuk mendengar dan mengenali panggilan Allah. Dalam bacaan Injil (Mrk. 1:29-39), mengisahkan tentang Yesus di mana setelah menyembuhkan banyak orang, Yesus menarik diri ke tempat yang sunyi untuk berdoa. Ini menunjukkan pentingnya waktu berdoa dan refleksi, bahkan bagi Yesus sendiri. Dia mengajarkan kita bahwa dalam kesibukan dan tekanan hidup, kita harus mencari tempat sunyi untuk berbicara dengan Allah dan mendapatkan kekuatan untuk melanjutkan misi kita. Untuk itu , poin-poin refleksi kita adalah tentang “Mendengarkan Suara Tuhan dalam Kesunyian”: Seperti Samuel, kita sering kali perlu mencari waktu dan ruang untuk mendengarkan suara Tuhan. Apakah kita menciptakan ruang dalam hidup kita untuk merenung dan mendengarkan? Renungkan bagaimana kita bisa menjadwalkan waktu sehari-hari untuk berdoa dan merenungkan firman Tuhan, sehingga kita dapat memahami dan merespon panggilan-Nya. “Kekuatan dari Kesunyian”:
Kesunyian adalah saat di mana kita dapat mengisi ulang energi rohani kita. Apakah kita cukup menghargai pentingnya waktu kita sendiri dengan Tuhan? Pikirkan tentang saat-saat di mana kita merasa penuh kekuatan setelah menghabiskan waktu dalam doa dan kesunyian. Bagaimana kita bisa lebih sering mencari tempat sunyi ini dalam kehidupan kita yang sibuk?
“Mengikuti Teladan Yesus”: Yesus sering kali menarik diri ke tempat yang sunyi untuk berdoa dan mendapatkan bimbingan. Sejauh mana kita mengikuti teladan-Nya dalam mencari waktu pribadi bagi Tuhan? Renungkan tindakan konkret yang dapat kita ambil untuk menjadi lebih disiplin dalam mencari kehadiran Tuhan di tengah kesibukan kita, baik di rumah, di tempat kerja, atau dalam kehidupan sehari-hari.

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Pesan untuk kita, pertama:  pada hari ini, melalui bacaan yang penuh makna ini, kita diingatkan akan kekuatan dan pentingnya waktu yang sunyi untuk mendengarkan suara Tuhan. Kedua, maka mari kita berusaha untuk menciptakan ruang dalam hidup kita, sehingga kita dapat berkomunikasi dengan Allah dan mendapatkan kekuatan untuk menjalani misi-Nya. Ketiga, semoga keheningan membawa kita lebih dekat kepada-Nya, membimbing kita dalam panggilan hidup kita, dan memberdayakan kita untuk menjadi saksi kasih Tuhan di dunia.  Tuhan memberkati kita. (Sumber iman katolik.com/adiutami.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved