Injil Katolik Hari Ini
Injil Katolik Hari Ini Rabu 28 Januari 2026 dan Mazmur Tanggapan
Mari simak Injil Katolik hari ini Rabu 28 Januari 2026. Injil katolik hari ini lengkap renungan harian Katolik.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Bacaan-Injil-Katolik-Minggu-6-November-2022.jpg)
Ringkasan Berita:
- Injil katolik hari ini lengkap renungan harian Katolik.
- Renungan harian Katolik ada dibagian akhir artikel ini.
- Hari Rabu, perayaan wajib Santo Thomas dari Aquino, Imam dan Pujangga Gereja, Santo Karolus Agung, Raja dan Pengaku Iman, Santo Petrus Nolaskus, Pengaku Iman, Manfredus, Pengaku Iman, dengan warna liturgi putih.
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak Injil Katolik hari ini Rabu 28 Januari 2026.
Injil katolik hari ini lengkap renungan harian Katolik.
Renungan harian Katolik ada dibagian akhir artikel ini.
Hari Rabu, perayaan wajib Santo Thomas dari Aquino, Imam dan Pujangga Gereja, Santo Karolus Agung, Raja dan Pengaku Iman, Santo Petrus Nolaskus, Pengaku Iman, Manfredus, Pengaku Iman, dengan warna liturgi putih.
Adapun bacaan liturgi Katolik hari Rabu 28 Januari 2026 adalah sebagai berikut:
Baca juga: Renungan Katolik Hari Rabu 28 Januari 2026, Benih Firman dan Teladan St Thomas Aquinas
Bacaan Pertama 2Sam 7:4-17
Aku akan membangkitkan keturunanmu,dan Aku akan mengokohkan kerajaannya.
Tetapi pada malam itu juga datanglah firman TUHAN kepada Natan, demikian: “Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN: Masakan engkau yang mendirikan rumah bagi-Ku untuk Kudiami?
Aku tidak pernah diam dalam rumah sejak Aku menuntun orang Israel dari Mesir sampai hari ini, tetapi Aku selalu mengembara dalam kemah sebagai kediaman.
Selama Aku mengembara bersama-sama seluruh orang Israel, pernahkah Aku mengucapkan firman kepada salah seorang hakim orang Israel, yang Kuperintahkan menggembalakan umat-Ku Israel, demikian: Mengapa kamu tidak mendirikan bagi-Ku rumah dari kayu aras?
Oleh sebab itu, beginilah kaukatakan kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika menggiring kambing domba, untuk menjadi raja atas umat-Ku Israel.
Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani dan telah melenyapkan segala musuhmu dari depanmu. Aku membuat besar namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi.
Aku menentukan tempat bagi umat-Ku Israel dan menanamkannya, sehingga ia dapat diam di tempatnya sendiri dengan tidak lagi dikejutkan dan tidak pula ditindas oleh orang-orang lalim seperti dahulu,
sejak Aku mengangkat hakim-hakim atas umat-Ku Israel. Aku mengaruniakan keamanan kepadamu dari pada semua musuhmu. Juga diberitahukan TUHAN kepadamu: TUHAN akan memberikan keturunan kepadamu.
Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya.
Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya.
Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia.
Tetapi kasih setia-Ku tidak akan hilang dari padanya, seperti yang Kuhilangkan dari pada Saul, yang telah Kujauhkan dari hadapanmu.
Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya.”
Tepat seperti perkataan ini dan tepat seperti penglihatan ini Natan berbicara kepada Daud.
Demikianlah Sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan Mzm 89:4-5,27-28,29-30
Refren: Bagi dia Aku akan memelihara kasih setia-Ku untuk selama-lamanya.
Engkau berkata, “Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku hendak bersumpah kepada Daud, hamba-Ku: Aku hendak menegakkan anak cucumu untuk selama-lamanya dan membangun takhtamu turun temurun.
Dia pun akan berseru kepada-Ku, “Bapakulah Engkau, Allahku dan gunung batu keselamatanku.” Aku pun akan mengangkat dia menjadi anak sulung, menjadi Yang Tertinggi di antara raja-raja bumi.
Untuk selama-lamanya Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia dan perjanjian-Ku dengannya akan Kupegang teguh. Aku akan menjamin kelestarian anak cucunya sepanjang masa dan takhtanya seumur langit.
Bacaan Injil Mrk 4:1-20
“Seorang penabur keluar untuk menabur.”
Pada suatu hari Yesus mulai pula mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu.
Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Dalam ajaran-Nya itu Ia berkata kepada mereka: “Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.
Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.
Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah.
Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat.”
Dan kata-Nya: “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!” Ketika Ia sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid itu menanyakan Dia tentang perumpamaan itu.
Jawab-Nya: “Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan, supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun.”
Lalu Ia berkata kepada mereka: “Tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau demikian bagaimana kamu dapat memahami semua perumpamaan yang lain?
Penabur itu menaburkan firman. Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka.
Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira, tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja.
Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad. Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu,
lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.
Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
“Seorang penabur keluar untuk menabur.” Injil: Markus 4:1–20
Sabda yang Ditaburkan Setiap Hari
Dalam perjalanan iman, kita sering merasa bahwa kita sudah “mendengar” banyak hal tentang Tuhan. Sejak kecil mungkin kita sudah akrab dengan doa, misa, ayat Kitab Suci, dan nasihat rohani. Tapi Injil hari ini mengajak kita bertanya lebih dalam: bagaimana keadaan hati kita ketika mendengar sabda Tuhan?
Dalam renungan Katolik harian hari ini, melalui Markus 4:1–20, Yesus menyampaikan perumpamaan tentang penabur. Ini bukan sekadar cerita pertanian. Ini adalah cermin rohani. Yesus sedang berbicara tentang dirimu, tentang aku, tentang setiap orang yang setiap hari mendengar sabda Tuhan baik di gereja, di media sosial rohani, di konten seperti The Katolik, maupun dalam keheningan doa pribadi.
Benihnya sama. Penaburnya setia. Tapi hasilnya berbeda. Mengapa? Karena tanahnya berbeda.
Isi Injil Singkat: Empat Jenis Tanah
Yesus menggambarkan seorang penabur yang menaburkan benih. Benih itu jatuh di empat tempat:
Di pinggir jalan – dimakan burung.
Di tanah berbatu – cepat tumbuh, tapi layu karena tak berakar.
Di semak duri – tumbuh, tapi terhimpit dan tak berbuah.
Di tanah yang baik – tumbuh, berkembang, dan menghasilkan buah berlimpah.
Kemudian Yesus menjelaskan bahwa benih adalah sabda Tuhan, dan tanah adalah hati manusia.
Dengan kata lain, setiap hari Tuhan sedang “menabur” ke dalam hidup kita. Lewat Injil, orang tua, teman, pengalaman, bahkan luka hidup. Pertanyaannya: kita ini tanah yang mana?
1. Pinggir Jalan: Hati yang Sibuk tapi Tertutup
Benih yang jatuh di pinggir jalan langsung dimakan burung. Yesus menjelaskan bahwa ini melambangkan orang yang mendengar sabda Tuhan, tetapi segera Iblis mengambilnya, sebelum sempat berakar.
Dalam konteks hari ini, mungkin ini adalah hati yang:
Selalu sibuk, tapi jarang hening
Selalu scrolling, tapi jarang merenung
Selalu dengar konten rohani, tapi tidak pernah sungguh masuk ke hati
Sabda Tuhan hanya lewat di telinga, tidak pernah sampai ke kedalaman.
Bagi banyak remaja dan orang muda, tantangan terbesar bukan kurangnya informasi rohani, tetapi kelebihan distraksi. Sabda Tuhan kalah cepat dengan notifikasi. Kalah menarik dengan konten viral. Kalah hening dengan kebisingan dunia.
Dalam renungan Markus 4:1-20 ini, Yesus mengingatkan: hati yang selalu terbuka pada segalanya justru bisa tertutup bagi Tuhan.
Refleksi:
Apakah aku memberi ruang hening bagi Tuhan, atau hatiku selalu “di pinggir jalan”?
2. Tanah Berbatu: Iman yang Emosional tapi Dangkal
Tanah berbatu membuat benih cepat tumbuh, tapi tidak punya akar. Saat panas datang, ia layu.
Ini gambaran iman yang penuh semangat di awal, tapi rapuh dalam kesulitan.
Mungkin ini orang yang:
Semangat ikut retreat, tapi berhenti berdoa setelahnya
Tersentuh saat misa, tapi mudah kecewa ketika hidup tidak sesuai harapan
Mengikuti Tuhan ketika enak, meninggalkan ketika sulit
Iman semacam ini banyak ditemukan di zaman sekarang: iman yang hidup dari perasaan, bukan dari relasi. Ketika Tuhan terasa dekat, kita setia. Ketika Tuhan terasa diam, kita pergi.
Dalam perjalanan iman Katolik remaja, fase ini sangat manusiawi. Tapi Yesus tidak ingin kita tinggal di sini. Ia ingin iman yang berakar: lewat doa, sakramen, pengenalan Kitab Suci, dan kesetiaan kecil setiap hari.
Refleksi:
Apakah imanku hanya hidup saat aku “merasakan” Tuhan, atau juga ketika aku harus percaya tanpa melihat?
3. Semak Duri: Hati yang Penuh, tapi Salah Arah
Benih di semak duri tidak mati. Ia tumbuh. Tapi tidak berbuah. Karena terhimpit oleh kekhawatiran, tipu daya kekayaan, dan keinginan-keinginan dunia.
Ini hati yang tidak kosong. Tapi terlalu penuh.
Penuh dengan:
Ambisi tanpa arah
Kecemasan akan masa depan
Keinginan untuk diakui
Perbandingan sosial
Standar dunia tentang sukses dan bahagia
Sabda Tuhan tidak ditolak. Tapi juga tidak diberi ruang untuk bertumbuh.
Dalam renungan Katolik harian ini, kita diajak jujur: berapa banyak sabda Tuhan dalam hidup kita yang “tumbuh”, tapi tidak pernah menghasilkan buah pertobatan, pengampunan, kerendahan hati, atau kasih?
Yesus tidak hanya ingin kita “baik”. Ia ingin kita berbuah.
Refleksi:
Apa semak duri dalam hidupku yang perlahan mencekik pertumbuhan rohaniku?
4. Tanah yang Baik: Hati yang Mendengar, Menerima, dan Berbuah
Tanah yang baik bukan tanah yang sempurna. Tapi tanah yang:
Mau dibajak
Mau dibersihkan
Mau menerima benih
Mau menunggu dengan setia
Yesus berkata bahwa tanah yang baik adalah mereka yang mendengar sabda Tuhan, menerimanya, dan menghasilkan buah.
Perhatikan: mendengar, menerima, menghasilkan.
Banyak orang berhenti di mendengar.
Sebagian sampai menerima.
Tapi Tuhan rindu kita sampai menghasilkan.
Buah itu bukan popularitas rohani. Bukan juga kesan suci. Buah itu nyata: karakter yang berubah, relasi yang disembuhkan, dosa yang diperangi, kasih yang diwujudkan.
Dalam konteks renungan Kristen hari ini, tanah yang baik adalah hati yang setiap hari berkata:
“Tuhan, bentuklah aku, meski sakit. Ubah aku, meski pelan. Pakailah aku, meski kecil.”
Refleksi:
Buah apa yang sedang Tuhan hasilkan melalui hidupku?
Sabda Tuhan di Era Digital
Di era digital, kita mungkin lebih sering membaca kutipan Injil daripada seluruh Injil. Kita lebih sering menyukai ayat daripada merenungkannya. Kita lebih sering membagikan firman daripada membiarkannya mengubah hidup.
Yesus hari ini tidak menanyakan:
“Berapa banyak sabda yang kau dengar?”
Tapi:
“Berapa banyak yang sungguh bertumbuh di dalam dirimu?”
Renungan The Katolik bukan hanya untuk menambah konten rohani, tetapi untuk membantu kita menjadi tanah yang baik yang bukan hanya menikmati renungan, tetapi menghidupinya.
Penutup: Tuhan Masih Menabur
Kabar baiknya:
Yesus tidak pernah berhenti menabur. Bahkan di tanah yang keras. Bahkan di tanah berbatu. Bahkan di tanah penuh duri.
Setiap hari adalah kesempatan baru. Setiap misa, setiap doa, setiap renungan adalah benih baru.
Dalam refleksi Injil hari ini, kita tidak diminta untuk langsung sempurna. Kita hanya diminta untuk jujur:
“Tuhan, tanah hatiku seperti apa hari ini?”
Dan dari kejujuran itulah pertobatan dimulai.
Doa Penutup
Tuhan Yesus,
Engkau adalah Penabur yang setia. Sering kali hatiku keras, dangkal, dan penuh semak duri. Tapi hari ini aku datang kepada-Mu.
Bajalah hatiku. Bersihkanlah tanah jiwaku. Supaya sabda-Mu tidak hanya singgah, tetapi tinggal, berakar, dan berbuah.
Jadikan aku tanah yang baik, agar hidupku memuliakan Engkau. Amin. (Sumber the katolik.com/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Injil Katolik Hari Ini Rabu 28 Januari 2026
Bacaan Injil Katolik Rabu 28 Januari 2026
Bacaan Injil Katolik Hari Ini Sabtu 24 Januari 202
Tribun Flores.com
Eksklusif
| Renungan Katolik Hari Rabu 28 Januari 2026, Benih Firman dan Teladan St Thomas Aquinas |
|
|---|
| Bacaan Injil Katolik Hari Ini Rabu 28 Januari 2026 dan Renungan Harian Katolik |
|
|---|
| Bacaan Liturgi Hari Ini Rabu 28 Januari 2026, Pekan III Tahun A |
|
|---|
| Renungan Katolik Rabu 28 Januari 2026, Menaburkan Sabda |
|
|---|
| Kalender Liturgi Katolik Hari Ini Rabu 28 Januari 2026, PW St Tomas Aquino |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.