Selasa, 5 Mei 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Katolik Hari Ini Sabtu 31 Januari 2026, Bertolak ke Seberang

Mari simak renungan katolik hari ini Sabtu 31 Januari 2026. Tema renungan Katolik hari ini “bertolak ke seberang”.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Katolik Hari Ini Sabtu 31 Januari 2026, Bertolak ke Seberang
TRIBUNFLORES.COM / HO-BRUDER
Br. Pio Hayon, SVD. Mari simak renungan katolik hari ini Sabtu 31 Januari 2026. Tema renungan Katolik hari ini “bertolak ke seberang”. 
Ringkasan Berita:
  • Tema renungan Katolik hari ini “bertolak ke seberang”.
  • Renungan Katolik hari ini ada dibagian akhir artikel ini.
  • Renungan Katolik hari ini disiapkan untuk hari Sabtu, Perayaan Wajib Yohanes Bosko, Imam, Santa Marcella, Martir, Santo Aidan, Uskup dan pengaku Iman, dengan warna liturgi putih.

Oleh: Bruder Pio Hayon SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan katolik hari ini Sabtu 31 Januari 2026.

Tema renungan Katolik hari ini “bertolak ke seberang”.

Renungan Katolik hari ini ada dibagian akhir artikel ini.

Renungan Katolik hari ini disiapkan untuk hari Sabtu, Perayaan Wajib Yohanes Bosko, Imam, Santa Marcella, Martir, Santo Aidan, Uskup dan pengaku Iman, dengan warna liturgi putih.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Sabtu 31 Januari 2026 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Teks Misa Minggu 1 Februari 2025 Lengkap Renungan Harian Katolik

Bacaan Pertama 2 Samuel 12:1-7a.10-17

"Daud mengaku telah berdosa kepada Tuhan."

Pada waktu itu Daud melakukan yang jahat di hadapan Allah: ia mengambil isteri Uria menjadi isterinya; maka Tuhan mengutus Natan kepada Daud.

Natan datang kepada Daud dan berkata kepadanya, “Ada dua orang dalam suatu kota: yang seorang kaya, yang lain miskin. 

Si kaya mempunyai sangat banyak kambing domba dan lembu sapi; si miskin tidak mempunyai apa-apa, selain seekor anak domba betina yang masih kecil, yang dibeli dan dipeliharanya.

Anak domba itu menjadi besar bersama dengan anak-anak si miskin, makan dari suapannya, minum dari cawannya, dan tidur di pangkuannya, seperti seorang anak perempuan baginya. 

Pada suatu hari orang kaya itu mendapat tamu; ia merasa sayang mengambil seekor dari kambing domba atau lembunya untuk dimasak bagi pengembara yang datang kepadanya itu.

Maka ia mengambil anak domba betina kepunyaan si miskin itu, dan memasaknya bagi orang yang datang kepadanya itu. 

Lalu Daud menjadi sangat marah karena orang itu dan ia berkata kepada Natan, “Demi Tuhan yang hidup: orang yang melakukan itu harus dihukum mati.

Anak domba betina itu harus dibayar gantinya empat kali lipat, karena orang yang melakukan hal itu tidak kenal belas kasihan.”

Kemudian berkatalah Natan kepada Daud, “Engkaulah orang itu! Beginilah sabda Tuhan, Allah Israel: Pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan mengambil isteri Uria, orang Het itu, untuk menjadi isterimu. 

Beginilah sabda Tuhan: Malapetaka yang datang dari kaum keluargamu sendiri akan Kutimpakan ke atasmu. Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; dan orang itu akan tidur dengan isterimu di siang hari.

Engkau telah melakukannya secara tersembunyi, tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan.’ Lalu berkatalah Daud kepada Natan, “Aku sudah berdosa kepada Tuhan.” 

Dan Natan berkata kepada Daud, “Tuhan telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati. Walaupun demikian, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati, karena dengan perbuatan itu engkau sangat menista Tuhan.”

Kemudian pergilah Natan, pulang ke rumahnya. Tuhan mencelakakan anak yang dilahirkan bekas isteri Uria bagi Daud, sehingga sakit. 

Lalu Daud memohon kepada Allah bagi anak itu; ia berpuasa dengan tekun, dan apabila ia masuk ke dalam, semalam-malaman ia berbaring di tanah.

Maka datanglah para tua-tua yang ada di rumahnya untuk meminta ia bangun dari lantai, tetapi Daud tidak mau; juga ia tidak makan bersama-sama dengan mereka.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 51:12-13.14-15.16-17

Ref. Ciptakanlah hati murni dalam diriku, ya Allah.

Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baharuilah semangat yang teguh dalam batinku. Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!

Berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu dan teguhkanlah roh yang rela dalam diriku. Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang durhaka, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.

Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah penyelamatku, maka lidahku akan memasyhurkan keadilan-Mu! Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku mewartakan puji-pujian kepada-Mu!

Bait Pengantar Injil Yohanes 13:16
Ref. Alleluya

Demikian besar kasih Allah kepada dunia, sehingga Ia menyerahkan Anak-Nya yang tunggal. Setiap orang yang percaya kepada-Nya memiliki hidup abadi.

Bacaan Injil Markus 4:35-41

"Angin dan danau pun taat kepada Yesus."

Pada suatu hari, ketika hari sudah petang, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Marilah kita bertolak ke seberang.”

Mereka meninggalkan orang banyak yang ada di sana lalu bertolak, dan membawa Yesus dalam perahu itu di mana Ia telah duduk; dan perahu-perahu lain pun menyertai Dia. 

Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat, dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.

Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid membangunkan Yesus dan berkata kepada-Nya, “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” 

Yesus pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau, “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau pun menjadi teduh sekali.

Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain, “Siapakah gerangan orang ini? Angin dan danau pun taat kepada-Nya?”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik

“Bertolak ke seberang”

Saudari/a terkasih dalam Kristus 

Salam sejahtera untuk kita semua. Hari ini, kita memperingati Santo Yohanes Bosko, seorang imam yang terkenal karena karyanya dalam mendidik dan melayani anak-anak serta remaja. Bacaan dari 2 Samuel dan Injil Markus mengajak kita merenungkan tema iman dan keberanian untuk melangkah ke arah yang baru. Mari kita eksplorasi makna dari "bertolak ke seberang" dalam perjalanan iman kita.

Saudari/a terkasih 

Perikop bacaan pertama hari ini (2Sam. 12:1-7a, 10-17), Nabi Natan menegur Daud atas dosa-dosanya, khususnya pengkhianatan terhadap Uria dan perzinahan dengan Betsyeba. Melalui perumpamaan yang dibuat oleh Natan, kita melihat bagaimana Daud dihadapkan pada kesalahannya dan betapa sulitnya menerima teguran. Ini mengajarkan kita pentingnya pertobatan dan kesediaan untuk mengubah arah hidup kita ketika kita menyadari kesalahan. Sedangkan dalam bacaan 

Injil  (Mrk. 4:35-41) mengisahkan tentang Yesus dan murid-murid-Nya menyeberangi danau, mereka menghadapi badai yang menggentarkan. Meskipun Yesus berada di dalam perahu, murid-murid merasa takut dan cemas. Ketika Yesus menenangkan badai, ini menunjuk pada kuasa-Nya atas alam dan mengingatkan kita akan pentingnya memiliki iman yang kokoh di tengah badai kehidupan. Untuk itu poin-poin refleksi kita atas permenungan hari ini adalah tentang “Kesiapan untuk Menerima Teguran”: Seperti Daud yang harus menghadapi kesalahannya, kita juga perlu terbuka terhadap teguran dan kritik. Seberapa sering kita mendengarkan suara Tuhan melalui orang lain yang mengingatkan kita akan jalan yang benar? Renungkan bagaimana kita bisa lebih receptif terhadap nasihat yang membimbing kita menuju pertobatan dan perubahan hidup. “Menghadapi Badai dengan Iman”: Kisah Yesus yang menenangkan badai mengingatkan kita bahwa iman kita sering kali diuji dalam situasi yang sulit. Ketika kita mengalami masalah atau rintangan, bagaimanakah respon kita? Apakah kita segera merasa cemas, atau mampu mengingat kehadiran Tuhan dalam hidup kita? Renungkan bagaimana kita dapat lebih bersandar pada iman kita dalam menghadapi "badai" kehidupan.

“Bertindak untuk Melayani”:

Santo Yohanes Bosko dikenal karena pelayanannya kepada anak-anak dan marginal. Bertolak ke seberang berarti berani melangkah keluar dari zona nyaman kita untuk menjangkau mereka yang membutuhkan. Apa langkah konkret yang dapat kita ambil untuk melayani sesama, seperti yang dilakukan oleh Santo Yohanes Bosko? Pikirkan tindakan sederhana yang bisa kita lakukan untuk membawa kasih dan pengharapan kepada orang lain.

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Pesan untuk kita, pertama: dalam peringatan Santo Yohanes Bosko hari ini, mari kita ingat pentingnya bertindak dengan iman serta menerima teguran ketika kita menyimpang. Kedua, dengan keberanian untuk "bertolak ke seberang," kita diundang untuk melayani, mengasihi, dan menjadi alat damai di tengah tantangan hidup. Ketiga semoga hidup kita dipenuhi dengan iman yang kuat, siap menantang badai, dan membawa terang Kristus kepada dunia yang membutuhkan.  Tuhan memberkati kita. (Sumber the katolik.com/adiutami.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved