Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Katolik Hari Ini Sabtu 7 Maret 2026, Si Bungsu dan Sulung
Mari simak renungan Katolik hari ini Sabtu 7 Maret 2026. Tema renungan Katolik hari ni “Si bungsu dan Sulung”.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
Ringkasan Berita:
- Tema renungan Katolik hari ni “Si bungsu dan Sulung”.
- Renungan Katolik hari ini ada dibagian akhir artikel ini,
- Renungan Katolik hari ini untuk hari Sabtu pekan II Prapaskah hari Sabtu Imam, Perayaan fakultatif, Santa Perpetua dan Filisitas, Martir, dengan warna liturgi ungu.
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik hari ini Sabtu 7 Maret 2026.
Tema renungan Katolik hari ni “Si bungsu dan Sulung”.
Renungan Katolik hari ini ada dibagian akhir artikel ini,
Renungan Katolik hari ini untuk hari Sabtu pekan II Prapaskah hari Sabtu Imam, Perayaan fakultatif, Santa Perpetua dan Filisitas, Martir, dengan warna liturgi ungu.
Adapun bacaan liturgi Katolik hari Sabtu 7 Maret 2026 adalah sebagai berikut:
Baca juga: Teks Misa Hari Minggu 8 Maret 2026 Pekan III Prapaskah Tahun A
Bacaan Pertama Mikha 7:14-15.18-20
"Semoga Tuhan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut."
Nabi berkata, “Ya Tuhan, dengan tongkat-Mu gembalakanlah umat-Mu, kambing domba milik-Mu sendiri. Mereka terpencil, mendiami rimba di tengah-tengah kebun buah-buahan. Biarlah mereka merumput di Basyan dan Gilead seperti pada zaman dahulu kala.
Perlihatkanlah kepada kami tindakan-tindakan ajaib seperti pada waktu Engkau keluar dari Mesir. Adakah Allah lain seperti Engkau, yang mengampuni dosa-dosa dan memaafkan pelanggaran yang dilakukan oleh sisa-sisa milik-Nya sendiri, yang tidak murka untuk selama-lamanya, melainkan berkenan pada kasih setia?
Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut. Kiranya Engkau menunjukkan setia-Mu kepada Yakub dan kasih-Mu kepada Abraham sebagaimana telah Kaujanjikan dengan sumpah kepada nenek moyang kami sejak zaman purbakala!”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan Mzm. 103:1-2.3-4.9-10.11-12
Ref. Pujilah, puji Allah, Tuhan yang maharahim.
Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah Tuhan, hai jiwaku, janganlah lupa akan segala kebaikan-Nya!
Dialah yang mengampuni segala kesalahanmu, dan menyembuhkan segala penyakitmu! Dialah yang menebus hidupmu dari liang kubur, dan memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat!
Tidak terus-menerus Ia murka, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam. Tidak pernah Ia memperlakukan kita setimpal dengan dosa kita, atau membalas kita setimpal dengan kesalahan kita.
Setinggi langit dari bumi, demikianlah besarnya kasih setia Tuhan atas orang-orang yang takwa kepada-Nya! Sejauh timur dari barat, demikianlah pelanggaran-pelanggaran kita dibuang-Nya.
Bait Pengantar Injil Lukas 15:18
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya, "Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap Bapa".
Bacaan Injil Lukas 15:1-3.11-32
"Saudaramu telah mati dan kini hidup kembali."
Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasa datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya, “Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.”
Maka Yesus menyampaikan perumpamaan ini kepada mereka. “Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki. Kata yang bungsu kepada ayahnya, ‘Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku.’
Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka. Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu, lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
Setelah dihabiskan harta miliknya, timbullah bencana kelaparan di negeri itu, dan ia pun mulai melarat. Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babi.
Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorang pun yang memberikannya kepadanya. Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: ‘Betapa banyak orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap Bapa; aku tidak layak lagi disebut anak Bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan Bapa.’
Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihat dia, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayah itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap Bapa, aku tidak layak lagi disebut anak Bapa. Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya, “Lekaslah bawa kemari jubah yang terbaik, dan pakaikanlah kepadanya; kenakanlah cincin pada jarinya, dan sepatu pada kakinya.
Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.’
Maka mulailah mereka bersukaria. Tetapi anaknya yang sulung sedang berada di ladang. Ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruing dan nyanyian tari-tarian.
Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semua itu. Jawab hamba itu, ‘Adikmu telah kembali, dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatkan kembali anak itu dengan selamat’.
Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia. Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya,
‘Telah bertahun-tahun aku melayani Bapa, dan belum pernah aku melanggar perintah Bapa, tetapi kepadaku belum pernah Bapa memberikan seekor anak kambing pun untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.
Tetapi baru saja datang anak Bapa yang telah memboroskan harta kekayaan Bapa bersama dengan pelacur-pelacur, maka Bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.’
Kata ayahnya kepadanya, ‘Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali’.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
“Si bungsu dan Sulung”
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Hari ini kita merenungkan tema yang sangat familiar yaitu kisah si bungsu dan sulung. Melalui bacaan ini, kita diajak untuk memahami makna kasih, pengampunan, dan hubungan dalam keluarga. Bacaan dari Mikha dan Injil Lukas memperlihatkan gambaran tentang kasih Allah yang tak terbatas serta kesediaan-Nya untuk menerima kita, tak peduli seberapa jauh kita tersesat.
Saudara-saudari terkasih.
Perikop bacaan pertama ini (Mikha 7:14-15, 18-20), mengisahkan tentang Nabi Mikha memohon kepada Tuhan untuk menggembalakan umat-Nya dan menegaskan kasih Allah yang tak terputus. Ia mengingatkan kita bahwa meskipun kita seringkali tidak setia, Tuhan tetap setia dan siap mengampuni. Ini menggambarkan betapa besar kasih dan pengertian Allah kepada umat-Nya. Sementara dalam bacaan Injil Luk. 15:1-3, 11-32) mengisahkan tentang si bungsu dan si sulung yang menunjukkan dua sikap yang berbeda terhadap kasih seorang ayah. Si bungsu mengambil warisannya dan menjauh, tetapi ketika ia kembali, sang ayah menyambutnya dengan tangan terbuka. Di sisi lain, si sulung merasa cemburu dan tidak mengerti sepenuh hati kasih yang diberikan kepada adiknya. Kisah ini menunjukkan bahwa kasih Allah tidak terbatas, dan kita semua dipanggil untuk berbagi dalam kasih tersebut. Poin refleksi yang mau kita renungkan adalah “Kasih yang Selalu Ada”: Apakah kita menyadari betapa dalamnya kasih Allah yang selalu menyertai kita? Renungkan bagaimana kita dapat lebih bersyukur dan menerima kasih berlebih dari Tuhan, meskipun kadang kita tersesat. “Sikap terhadap Pengampunan”: Bagaimana sikap kita ketika melihat orang lain, terutama yang pernah menyakiti kita, menerima pengampunan? Seperti si sulung, kita sering merasa sulit untuk merelakan, tetapi Allah mengajak kita untuk belajar mengampuni dan menyambut kembali. “Menerima dan Memberi Kasih”: Apakah kita siap untuk memberikan kasih dan penerimaan kepada orang lain? Mari kita renungkan bagaimana kita bisa menjadi agen kasih dalam keluarga dan komunitas kita, tidak hanya kepada yang dekat, tetapi juga kepada yang jauh.
Saudara-saudari terkasih.
Pesan untuk kita, pertama, marilah kita berkomitmen untuk menghidupi kasih yang telah diajarkan kepada kita lewat kisah si bungsu dan sulung. Kita diingatkan bahwa setiap orang berhak mendapatkan kesempatan untuk kembali dan dicintai. Kedua, semoga kita selalu terbuka untuk memberikan pengampunan dan menyambut mereka yang tersesat. Ketiga, ingatlah, kasih Tuhan kepada kita tak terbatas, dan dengan iman, kita diajak untuk mencerminkan kasih itu dalam hidup kita sehari-hari. Tuhan memberkati kita semua. (Sumber the katolik.com/adiutami.coom/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Renungan Katolik Hari Ini Sabtu 7 Maret 2026
Renungan Katolik Sabtu 7 Maret 2026
Renungan Harian Katolik Sabtu 7 Maret 2028
Renungan Katolik Hari Sabtu 7 Maret 2026
Renungan Harian Katolik Sabtu 7 Maret 2026
Renungan Harian Katolik Minggu 8 Maret 2026
Bruder Pio Hayon SVD
Tribun Flores.com
| Injil Katolik Hari Ini Sabtu 7 Maret 2026 dan Mazmur Tanggapan |
|
|---|
| Teks Misa Hari Minggu 8 Maret 2026 Pekan III Prapaskah Tahun A |
|
|---|
| Renungan Katolik Sabtu 7 Maret 2026, Perumpamaan Anak yang Hilang |
|
|---|
| Bacaan Liturgi Hari Ini Sabtu 7 Maret 2026, Pesta St Perpetua dan Filisitas |
|
|---|
| Bacaan Injil Katolik Hari Ini Sabtu 7 Maret 2026 dan Renungan Harian Katolik |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.