Sabtu, 13 Juni 2026

Injil Katolik Hari Ini

Injil Katolik Hari Ini Selasa 17 Maret 2026 dan Mazmur Tanggapan

Mari simak Injil Katolik hari ini Selasa 17 Maret 2026. Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
Ringkasan Berita:
  • Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.
  • Renungan harian Katolik ada dibagian akhir artikel ini.
  • Selasa 17 Maret 2026 merupakan hari Selasa pekan IV Prapaskah, Perayaan fakultatif Santo Patrisius, Uskup dan Pengaku Iman, Yusuf dari Arimatea, Murid Yesus, Santa Gertrudis dari Nivelles, Pengaku Iman, dengan warna liturgi ungu.

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak Injil Katolik hari ini Selasa 17 Maret 2026.

Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.

Renungan harian Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Selasa 17 Maret 2026 merupakan hari Selasa pekan IV Prapaskah, Perayaan fakultatif Santo Patrisius, Uskup dan Pengaku Iman, Yusuf dari Arimatea, Murid Yesus, Santa Gertrudis dari Nivelles, Pengaku Iman, dengan warna liturgi ungu.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Selasa 17 Maret 2026 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Renungan Katolik Selasa 17 Maret 2026, Jangan Putus Harapan

Bacaan Pertama Yehezkiel 47:1-9.12

"Aku melihat air mengalir dari dalam Bait Suci; ke mana saja air itu mengalir, semua yang ada di sana hidup."

Kata nabi: Seorang malaikat membawa aku ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci, dan mengalir menuju ke timur: sebab Bait Suci juga menghadap ke timur.

Air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci, sebelah selatan mezbah. Lalu malaikat itu menuntun aku keluar melalui pintu gerbang utara, dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju gerbang yang menghadap ke timur.

Sungguh, air itu membual dari sebelah selatan. Lalu malaikat itu pergi ke arah timur dan memegang tali pengukur di tangannya. Ia mengukur seribu hasta, dan menyuruh aku masuk ke dalam air itu; dalamnya sampai di pergelangan kaki.

Ia mengukur seribu hasta lagi, dan menyuruh aku masuk sekali lagi ke dalam air itu; sekarang sudah sampai di lutut. Kemudian ia mengukur seribu hasta lagi, dan menyuruh aku ketiga kalinya masuk ke dalam air itu; sekarang sudah sampai di pinggang.

Sekali lagi ia mengukur seribu hasta, dan sekarang air itu sudah menjadi sungai di mana aku tidak dapat berjalan lagi, sebab air itu sudah meninggi sehingga orang dapat berenang; suatu sungai yang tidak dapat diseberangi lagi.

Lalu malaikat itu berkata kepadaku, “Sudahkah engkau lihat hai anak manusia?” Kemudian ia membawa aku kembali menyusur tepi sungai itu. Dalam perjalanan pulang, sungguh, sepanjang tepi sungai itu ada amat banyak pohon, di sebelah sini dan di sebelah sana.

Malaikat itu berkata kepadaku, “Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, maka air laut yang mengandung banyak garam itu menjadi tawar.

Ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk yang berkeriapan di dalamnya akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar, dan ke mana saja sungai itu mengalir, semua yang ada di sana hidup.

Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis. Tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 46:2-3.5-6.8-9
Ref. Tuhan penjaga, dan benteng perkasa, dalam lindungan-Nya aman sentosa.

Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut.

Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi, disukakan oleh aliran-aliran sebuah sungai. Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan menolongnya menjelang pagi.

Tuhan semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub,.Pergilah, pandanglah pekerjaan Tuhan, yang mengadakan pemusnahan di bumi.

Bait Pengantar Injil Mzm 51:12a.14a
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.

Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu.

Bacaan Injil Yohanes 5:1-3a.5-16

"Orang itu disembuhkan seketika."

Pada hari raya orang Yahudi, Yesus berangkat ke Yerusalem. Di Yerusalem, dekat pintu Gerbang Domba, ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; serambinya ada lima dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu.

Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya.

Ada di situ seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di sana, dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya, “Maukah engkau sembuh?”

Jawab orang sakit itu kepada-Nya, “Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu, apabila airnya mulai goncang; dan sementara aku sendiri menuju kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.”

Kata Yesus kepadanya, “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.” Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu, lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat.Judaisme

Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu, “Hari ini hari Sabat, dan tidak boleh engkau memikul tilammu.” Akan tetapi ia menjawab mereka, “Orang yang telah menyembuhkan aku, dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah.”

Mereka bertanya kepadanya, “Siapakah orang itu yang berkata kepadamu: Angkatlah tilammu dan berjalanlah?” Tetapi orang yang baru sembuh itu tidak tahu siapa orang itu, sebab Yesus telah menghilang ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu.

Kemudian, ketika bertemu dengan dia dalam Bait Allah, Yesus lalu berkata kepadanya, “Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.”

Orang itu keluar, lalu menceritakan kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia. Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik

“Bangkitlah, Angkat Tilammu dan Berjalanlah”

Dalam Injil hari ini, kita diajak merenungkan sebuah kisah yang sederhana namun penuh makna: seorang lumpuh yang telah tiga puluh delapan tahun terbaring di tepi kolam Betesda. Ia menunggu mukjizat. Ia menunggu air bergoncang. Ia menunggu seseorang menolongnya. Namun hari itu, yang datang bukan sekadar gangguan air yang datang adalah Sang Sumber Hidup sendiri.

Renungan Katolik hari ini mengajak kita masuk lebih dalam ke dalam perjumpaan pribadi antara Yesus dan orang lumpuh itu. Sebuah perjumpaan yang tidak hanya menyembuhkan tubuh, tetapi mengguncang jiwa.

Kolam Betesda: Tempat Harapan yang Lama Tertunda

Yerusalem saat itu dipenuhi orang-orang sakit yang berkumpul di sekitar kolam Betesda. Mereka percaya bahwa ketika air kolam bergoncang, siapa pun yang pertama masuk akan sembuh. Harapan mereka bergantung pada momen. Pada kecepatan. Pada keberuntungan.

Namun pria lumpuh itu berkata kepada Yesus:

“Tuhan, aku tidak mempunyai seorang pun untuk menurunkan aku ke dalam kolam itu…”

Betapa pilunya kalimat itu. Tiga puluh delapan tahun menunggu. Tiga puluh delapan tahun tanpa seseorang yang cukup peduli untuk membantunya. Tiga puluh delapan tahun hidup dalam ketidakberdayaan.

Dalam renungan harian Katolik ini, kita mungkin menyadari: berapa lama kita terbaring dalam “kelumpuhan” tertentu? Kelumpuhan dosa? Kelumpuhan luka batin? Kelumpuhan ketakutan? Atau kelumpuhan kebiasaan lama yang sulit dilepaskan?

Sering kali kita seperti pria itu. Kita tahu kita sakit. Kita ingin sembuh. Tetapi kita menunggu orang lain berubah dulu. Kita menunggu situasi membaik. Kita menunggu “air bergoncang.”

Padahal Yesus berdiri di hadapan kita.

Pertanyaan Yesus yang Menggetarkan: “Maukah Engkau Sembuh?”
Yesus tidak langsung menyembuhkan. Ia bertanya:

“Maukah engkau sembuh?”
Pertanyaan ini tampak sederhana. Namun sangat dalam. Karena terkadang, kita lebih nyaman dengan kelumpuhan kita. Kita terbiasa dengan luka kita. Kita mengidentifikasi diri kita dengan kegagalan kita.

Dalam refleksi Sabda Tuhan hari ini, pertanyaan Yesus menjadi sangat personal:

Apakah aku sungguh ingin lepas dari dosa yang sama?
Apakah aku sungguh ingin berdamai dengan seseorang?
Apakah aku sungguh ingin berubah, atau hanya ingin keadaan berubah?
Keinginan untuk sembuh adalah langkah pertama menuju mukjizat.

“Kesetiaan kepada Tuhan tidak bergantung pada penerimaan manusia.”
Sabda yang Menghidupkan: “Bangkitlah!”
Yesus tidak menyentuh air. Ia tidak membuat ritual. Ia tidak menunggu momen tertentu. Ia hanya berkata:

“Bangkitlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.”
Dan seketika itu juga, orang itu sembuh.

Di sinilah inti dari renungan Injil Yohanes 5:1-16 hari ini: Sabda Yesus memiliki kuasa penciptaan. Sama seperti pada awal dunia, ketika Allah berfirman dan terang tercipta, kini Sabda yang sama menghidupkan kembali tubuh yang lumpuh.

Namun ada detail menarik: Yesus menyuruhnya mengangkat tilamnya.

Mengapa?

Karena tilam itu adalah simbol masa lalunya. Simbol kelemahan. Simbol penderitaan. Yesus tidak menyuruhnya meninggalkan tilam itu, tetapi mengangkatnya sebagai tanda bahwa ia tidak lagi diperbudak olehnya.

Dalam hidup kita, mungkin ada “tilam-tilam” lama:

Pengalaman pahit
Trauma masa lalu
Kesalahan yang memalukan
Penolakan yang menyakitkan
Yesus tidak selalu menghapus masa lalu. Tetapi Ia memberi kita kuasa untuk berdiri di atasnya.

Kontroversi Hari Sabat

Ironisnya, setelah sembuh, orang itu ditegur karena membawa tilam pada hari Sabat. Para pemimpin agama lebih fokus pada aturan daripada pada mukjizat.

Inilah pelajaran rohani yang tajam dalam renungan Katolik hari ini: hati yang kaku sering kali tidak mampu melihat karya Allah.

Apakah kita juga kadang seperti itu?

Lebih cepat menghakimi daripada bersyukur.
Lebih sibuk pada formalitas daripada belas kasih.
Lebih peduli pada tata aturan daripada pada keselamatan jiwa.
Yesus datang bukan untuk merusak hukum, tetapi untuk menggenapinya dengan kasih.

Kelumpuhan Modern: Bukan di Kaki, Tetapi di Hati

Hari ini, mungkin tidak banyak dari kita yang lumpuh secara fisik. Tetapi kelumpuhan rohani jauh lebih umum:

Lumpuh untuk berdoa.
Lumpuh untuk mengampuni.
Lumpuh untuk memulai lagi.
Lumpuh untuk percaya bahwa Tuhan masih bekerja.
Dalam renungan harian Katolik ini, Yesus berdiri di hadapan kita dan bertanya lagi:

“Maukah engkau sembuh?”
Maukah engkau bangkit dari rutinitas iman yang dingin?
Maukah engkau meninggalkan kebiasaan yang menjauhkanmu dari Allah?
Maukah engkau percaya bahwa mukjizat tidak selalu tentang air bergoncang, tetapi tentang Sabda yang diimani?
Mukjizat Dimulai dari Ketaatan
Orang lumpuh itu bangkit bukan karena ia merasa kuat, tetapi karena ia percaya pada Sabda Yesus.

Ia berdiri sebelum ia melihat bukti.
Ia berjalan sebelum ia mengerti sepenuhnya.
Inilah iman.

Refleksi Sabda Tuhan hari ini menegaskan: mukjizat sering dimulai dengan langkah kecil ketaatan.

Datang ke Misa meski hati lelah.
Mengaku dosa meski malu.
Berdoa meski terasa kering.
Mengampuni meski belum sepenuhnya pulih.
Bangkitlah. Angkat tilammu. Berjalanlah.

Yesus Mencari Kita Lagi

Dalam ayat berikutnya, Yesus menemukan orang itu lagi di Bait Allah dan berkata:

“Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi…”
Kesembuhan fisik bukan tujuan akhir. Keselamatan jiwa adalah tujuan utama.

Yesus tidak hanya ingin kita sehat. Ia ingin kita kudus.

Renungan Katolik hari ini mengajak kita bertanya: setelah menerima rahmat Tuhan, apakah aku kembali pada kebiasaan lama? Ataukah aku sungguh berjalan dalam hidup yang baru?

Penutup: Hari Ini Adalah Hari untuk Bangkit

Saudaraku terkasih, mungkin sudah bertahun-tahun kita menunggu perubahan. Mungkin kita merasa tidak ada yang menolong. Mungkin kita merasa sendirian.

Tetapi hari ini, melalui Injil Yohanes 5:1-16, Yesus berkata langsung kepadamu:

“Bangkitlah.”

Bukan besok.

Bukan setelah semuanya sempurna.

Hari ini.

Semoga renungan Katolik hari ini menguatkan iman kita untuk berdiri, mengangkat masa lalu kita dengan keberanian, dan berjalan menuju hidup yang baru dalam Kristus.

Amin.

Ditulis oleh Andreas Leman, penggiat konten refleksi iman Katolik dan spiritualitas harian. (Sumber the katolik.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved