Minggu, 3 Mei 2026

Injil Katolik Hari Ini

Injil Katolik Hari Ini Rabu 18 Maret 2026 dan Mazmur Tanggapan

Mari simak Injil Katolik hari ini Rabu 18 Maret 2026. Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Injil Katolik Hari Ini Rabu 18 Maret 2026 dan Mazmur Tanggapan
POS KUPANG/PETRUS PITER
PATUNG GOLLU - Kondisi lokasi wisata rohani patung Gollu Potto Sumba Barat.Mari simak Injil Katolik hari ini Rabu 18 Maret 2026. Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik. 
Ringkasan Berita:
  • Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.
  • Renungan harian Katolik ada dibagian akhir artikel ini.
  • Rabu 18 Maret 2026 merupakan hari Rabu Pekan IV Prapaskah, Perayaan fakultatif Santo Syrillus dari Yerusalem, Uskup dan Pengaku Iman, Santo Anselmus dari Lucca, Uskup, Santo Salvator OFM, Pengaku Iman, dengan warna liturgi ungu.

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak Injil Katolik hari ini Rabu 18 Maret 2026.

Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.

Renungan harian Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Rabu 18 Maret 2026 merupakan hari Rabu Pekan IV Prapaskah, Perayaan fakultatif Santo Syrillus dari Yerusalem, Uskup dan Pengaku Iman, Santo Anselmus dari Lucca, Uskup, Santo Salvator OFM, Pengaku Iman, dengan warna liturgi ungu.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Rabu 18 Maret 2026 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Renungan Katolik Rabu 18 Maret 2026, Allah adalah BapaNya

Bacaan Pertama Yes. 48:8-15

Beginilah firman Tuhan: “Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau; Aku telah membentuk dan memberi engkau, menjadi perjanjian bagi umat manusia, untuk membangunkan bumi kembali dan untuk membagi-bagikan tanah pusaka yang sudah sunyi sepi, untuk mengatakan kepada orang-orang yang terkurung: Keluarlah! kepada orang-orang yang ada di dalam gelap: Tampillah!

Di sepanjang jalan mereka seperti domba yang tidak pernah kekurangan rumput, dan di segala bukit gundulpun tersedia rumput bagi mereka.

Mereka tidak menjadi lapar atau haus; angin hangat dan terik matahari tidak akan menimpa mereka, sebab Penyayang mereka akan memimpin mereka dan akan menuntun mereka ke dekat sumber-sumber air.

Aku akan membuat segala gunung-Ku menjadi jalan dan segala jalan raya-Ku akan Kuratakan. Lihat, ada orang yang datang dari jauh, ada dari utara dan dari barat, dan ada dari tanah Sinim.”

Bersorak-sorailah, hai langit, bersorak-soraklah, hai bumi, dan bergembiralah dengan sorak-sorai, hai gunung-gunung! Sebab Tuhan menghibur umat-Nya dan menyayangi orang-orang-Nya yang tertindas.

Sion berkata: “Tuhan telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku.” Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 145:8-9.13c-14.17-18
Ref. Tuhan itu pengasih dan penyayang.

Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya. Tuhan itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.

Tuhan itu setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. Tuhan itu penopang bagi semua orang yang jatuh dan penegak bagi semua yang tertunduk.

Tuhan itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.

Bait Pengantar Injil, Yoh 11:25
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.

Akulah kebangkitan dan hidup, sabda Tuhan. Setiap orang yang percaya pada-Ku, akan hidup, sekalipun ia sudah mati.

Bacaan Injil Yoh. 5:17-30

"Seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati, dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan siapa saja yang dikehendaki-Nya."

Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi, “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.”

Karena perkataan itu, orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh Yesus, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri, dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah. 

Maka Yesus menjawab mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau Ia tidak melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. 

Sebab Bapa mengasihi Anak, dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan yang lebih besar lagi daripada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran. 

Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan siapa saja yang dikehendaki-Nya.

Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. 

Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia. Aku berkata kepadamu: Sungguh, barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. 

Aku berkata kepadamu: Sungguh, saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.

Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri. 

Dan Bapa telah memberikan kuasa kepada Anak untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia. Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kubur akan mendengar suara Anak, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum. 

Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri. Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik

“Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.”

Dalam renungan Katolik hari ini, kita merenungkan sabda Yesus yang sangat mendalam dan tegas dalam Injil Yohanes 5:17-30. Setelah menyembuhkan seorang lumpuh pada hari Sabat, Yesus berhadapan dengan kemarahan orang-orang Yahudi. 

Mereka mempersoalkan tindakan-Nya yang dianggap melanggar hukum Sabat. Namun Yesus menjawab dengan kalimat yang mengguncangkan:

“Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.”
Pernyataan ini bukan sekadar pembelaan. Ini adalah pewahyuan identitas-Nya. Yesus menyatakan relasi-Nya yang unik dengan Bapa. Ia tidak berdiri sendiri. Ia bekerja dalam kesatuan yang sempurna dengan Allah.

Dalam renungan harian Katolik ini, kita diajak masuk lebih dalam ke misteri karya keselamatan yang terus berlangsung dalam hidup kita.

Baca juga panduan lengkap di Renungan Katolik Harian untuk memahami cara melakukan renungan setiap hari secara mendalam.

Allah yang Tidak Pernah Berhenti Bekerja

Banyak orang membayangkan Allah sebagai Pribadi yang jauh dan diam. Seolah-olah Ia hanya mencipta dunia, lalu membiarkannya berjalan sendiri. Namun Yesus menyingkapkan wajah Allah yang berbeda: Allah yang bekerja tanpa henti.

Bekerja bukan berarti Allah lelah atau terburu-buru. “Bekerja” di sini berarti memelihara, menghidupi, menyelamatkan, dan mengarahkan ciptaan menuju kepenuhannya.

Setiap detak jantung kita, setiap napas yang kita hirup, setiap kesempatan pertobatan yang diberikan semuanya adalah tanda bahwa Bapa masih bekerja.

Yesus berkata bahwa Ia pun bekerja. Artinya, seluruh karya Yesus pengajaran-Nya, mukjizat-Nya, bahkan penderitaan dan wafat-Nya adalah perpanjangan dari kasih Bapa.

Dalam renungan Injil Yohanes ini, kita belajar bahwa keselamatan bukan peristiwa masa lalu saja. Itu adalah karya yang sedang berlangsung. Hari ini. Sekarang.

Kesatuan Yesus dan Bapa

Yesus melanjutkan dengan pernyataan yang lebih dalam lagi:

“Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya.”

Ini adalah misteri kesatuan. Yesus tidak bertindak terpisah dari Bapa. Tidak ada kehendak yang bertentangan. Tidak ada rencana yang berbeda. Segala sesuatu yang dilakukan Yesus adalah cerminan sempurna dari kehendak Allah.

Bagi kita, ini menjadi pelajaran rohani yang besar. Sering kali kita bekerja berdasarkan ambisi pribadi, ego, atau ketakutan. Kita bertindak tanpa bertanya apakah itu sungguh kehendak Tuhan. Kita ingin berhasil, diakui, dipuji.

Namun Yesus memberi teladan ketaatan total.

Dalam refleksi Sabda Tuhan hari ini, kita dapat bertanya pada diri sendiri:

Apakah pekerjaanku mencerminkan kehendak Tuhan?
Apakah aku melibatkan Allah dalam keputusan-keputusanku?
Apakah aku bekerja demi kemuliaan Tuhan atau demi diriku sendiri?
“Kesetiaan kepada Tuhan tidak bergantung pada penerimaan manusia.”
Kuasa untuk Menghidupkan
Yesus juga menyatakan bahwa Bapa membangkitkan orang mati dan menghidupkannya, dan Anak pun demikian. Ini bukan hanya tentang kebangkitan jasmani di akhir zaman. Ini juga tentang kebangkitan rohani hari ini.

Ada banyak “kematian” dalam hidup manusia:

Hati yang mati karena kekecewaan
Iman yang mati karena dosa
Harapan yang mati karena kegagalan
Yesus memiliki kuasa untuk membangkitkan semuanya itu.

Dalam renungan Katolik hari ini, kita diingatkan bahwa tidak ada situasi yang terlalu gelap bagi Tuhan. Bahkan ketika hati kita terasa hampa, ketika doa terasa kering, ketika semangat hidup memudar Allah tetap bekerja.

Ia bekerja melalui Sabda-Nya.
Ia bekerja melalui sakramen.
Ia bekerja melalui orang-orang di sekitar kita.
Hak Menghakimi dan Tanggung Jawab Manusia
Yesus berkata bahwa Bapa menyerahkan penghakiman kepada Anak. Mengapa? Supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa.

Ini adalah undangan iman. Menghormati Yesus bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan ketaatan hidup.

Dalam dunia modern, banyak orang mengenal Yesus sebagai tokoh moral, guru kebijaksanaan, atau simbol kasih. Tetapi Injil hari ini menegaskan bahwa Ia lebih dari itu. Ia adalah Hakim yang adil, yang mengetahui isi hati manusia.

Namun penghakiman Kristus bukanlah ancaman, melainkan panggilan untuk bertobat.

“Barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal.”

Iman bukan sekadar pengetahuan. Iman adalah relasi. Mendengar dan percaya berarti membuka hati dan membiarkan Sabda itu mengubah hidup.

Dari Kematian Menuju Kehidupan

Salah satu kalimat paling menguatkan dalam Injil ini adalah:

“Ia tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.”
Perpindahan ini terjadi ketika seseorang sungguh percaya kepada Kristus.

Percaya bukan berarti hidup tanpa masalah. Percaya berarti memiliki fondasi yang kokoh. Badai tetap datang, tetapi rumah tidak runtuh.

Dalam renungan harian Katolik ini, kita diajak melihat kembali perjalanan iman kita. Apakah kita sungguh sudah “pindah” dari kegelapan menuju terang? Ataukah kita masih setengah-setengah mengikuti Tuhan?

Suara yang Menghidupkan

Yesus berkata bahwa saatnya akan tiba ketika orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah dan mereka yang mendengarnya akan hidup.

Suara itu masih berbicara hari ini.

Ia berbicara dalam Kitab Suci.
Ia berbicara dalam keheningan doa.
Ia berbicara melalui nasihat seorang sahabat.
Pertanyaannya bukan apakah Tuhan berbicara. Pertanyaannya: apakah kita mau mendengar?

Banyak kebisingan dunia yang menenggelamkan suara Tuhan. Media sosial, ambisi, kecemasan, tekanan hidup semuanya bisa membuat kita sulit peka terhadap bisikan Roh Kudus.

Hari ini, marilah kita menyediakan waktu hening. Lima menit saja. Duduk diam. Membuka Injil. Membiarkan Sabda menyentuh hati.

Bekerja Bersama Allah

Jika Bapa bekerja dan Anak bekerja, maka kita sebagai murid-Nya pun dipanggil untuk bekerja.

Bekerja dalam kasih.
Bekerja dalam kejujuran.
Bekerja dalam pengharapan.

Pekerjaan kita apa pun itudapat menjadi bagian dari karya keselamatan jika dilakukan dalam persatuan dengan Tuhan.

Seorang ibu yang merawat anaknya dengan sabar sedang ambil bagian dalam karya Allah.

Seorang pelajar yang belajar dengan tekun dan jujur sedang ambil bagian dalam karya Allah.

Seorang karyawan yang bekerja dengan integritas sedang ambil bagian dalam karya Allah.

Dalam refleksi Sabda Tuhan hari ini, marilah kita mempersembahkan seluruh aktivitas kita kepada Tuhan.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, Engkau bekerja bersama Bapa demi keselamatan kami.

Ajarlah kami untuk bekerja dalam kesatuan dengan kehendak-Mu.

Bangkitkanlah hati kami yang lemah. Hidupkanlah iman kami yang redup.

Dan tuntunlah kami dari kegelapan menuju terang-Mu yang kekal. Amin.

Ditulis oleh Andreas Leman, penggiat konten refleksi iman Katolik dan spiritualitas harian. (Sumber the katolik.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved