Jumat, 5 Juni 2026

Inji Katolik Hari Ini

Injil Katolik Hari Ini Rabu 1 April 2026 dan Mazmur Tanggapan

Mari simak Injil Katolik hari ini Rabu 1 April 2026. Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Injil Katolik Hari Ini Rabu 1 April 2026 dan Mazmur Tanggapan
TRIBUNFLORES.COM/MARIA MANGKUNG
GEREJA - Mari simak Injil Katolik hari ini Rabu 1 April 2026. Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik. 
Ringkasan Berita:
  • Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.
  • Renungan harian Katolik ada dibagian akhir artikel ini.
  • Rabu 1 April 2026, Kalender Liturgi Rabu 1 April 2026 merupakan hari Rabu dalam pekan suci, Santo Hugo, Uskup dan Pujangga, dengan warna liturgi ungu.

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak Injil Katolik hari ini Rabu 1 April 2026.

Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.

Renungan harian Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Rabu 1 April 2026, Kalender Liturgi Rabu 1 April 2026 merupakan hari Rabu dalam pekan suci, Santo Hugo, Uskup dan Pujangga, dengan warna liturgi ungu.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Rabu 1 April 2026 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Teks Misa Kamis Putih 2 April 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik

Bacaan Pertama Yesaya 50:4-9a

"Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku diludahi."
Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataanku aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.

Tuhan Allah telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang. Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku.

Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi. Tetapi Tuhan Allah menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Maka aku meneguhkan hatiku seperti teguhnya gunung batu, karena aku tahu bahwa aku aku tidak akan mendapat malu.

Dia yang menyatakan aku benar telah dekat. Siapakah yang berani berbantah dengan aku? Marilah kita tampil bersama-sama! Siapakah lawanku beperkara? Biarlah ia mendekat kepadaku! Sungguh, Tuhan Allah menolong aku; siapakah yang berani menyatakan aku bersalah?

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm. 69:8-10.21-22.31.33-34
Ref. Demi kasih setia-Mu yang besar, ya Tuhan, jawablah aku pada waktu Engkau berkenan.

Karena Engkaulah ya Tuhan, aku menanggung cela, karena Engkaulah noda meliputi mukaku. Aku telah menjadi orang luar bagi saudara-saudaraku, menjadi orang asing bagi anak-anak ibuku; sebab cinta untuk rumah-Mu menghanguskan aku, dan kata-kata yang mencela Engkau telah menimpa aku.

Cela itu telah mematahkan hatiku, dan aku putus asa; aku menantikan belaskasihan, tetapi sia-sia, dan waktu aku haus, mereka memberi aku minum anggur asam.

Aku akan memuji-muji nama Allah dengan nyanyian, mengagungkan Dia dengan lagu syukur; Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; biarlah hatimu hidup kembali, hai kamu yang mencari Allah! Sebab Tuhan mendengarkan orang-orang miskin, dan tidak memandang hina orang-orang-Nya yang ada dalam tahanan.

Bait Pengantar Injil
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.

Salam, ya Raja kami, hanya Engkaulah yang mengasihani kesesatan-kesesatan kami.

Bacaan Injil Matius 26:14-25

"Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan apa yang tertulis tentang Dia, tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan!"
Sekali peristiwa, pergilah seorang dari keduabelas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. Ia berkata, “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya.

Dan mulai saat itu Yudas mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus. Pada hari pertama dari hari raya Roti Tak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata, “Di manakah Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?

Jawab Yesus, “Pergilah ke kota, kepada Si Anu, dan katakan kepadanya: Beginilah pesan Guru: Waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahMulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku.”

Lalu murid-murid melakukan seperti apa yang ditugaskan Yesus kepada mereka, dan mempersiapkan Paskah. Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama dengan keduabelas murid itu.

Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.” Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya, “Bukan aku, ya Tuhan?”

Yesus menjawab, “Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan!

Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan!” Yudas, yang hendak menyerahkan Yesus itu menyahut, “Bukan aku, ya Rabi?” Kata Yesus kepadanya, “Engkau telah mengatakannya.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik: Hati yang Mengkhianati

Pendahuluan: Ketika Hati Mulai Berpaling

Dalam perjalanan iman, tidak semua pengkhianatan dimulai dari tindakan besar. Banyak di antaranya lahir dari hati yang perlahan menjauh. Renungan Katolik hari ini mengajak kita masuk ke dalam salah satu momen paling menyedihkan dalam Injil: keputusan Yudas Iskariot untuk menyerahkan Yesus.

Peristiwa dalam renungan Injil Matius 26:14-25 bukan sekadar kisah sejarah, melainkan cermin bagi setiap hati manusia. Kita mungkin tidak menjual Yesus dengan tiga puluh keping perak, tetapi seringkali kita "menjual" Dia dengan kompromi kecil, ketidakjujuran, dan dosa yang kita anggap sepele.

Baca juga panduan lengkap di Renungan Katolik Harian untuk memahami cara melakukan renungan setiap hari secara mendalam.

Yudas: Murid yang Dekat, Namun Jauh di Hati
Kedekatan yang Tidak Menjamin Kesetiaan
Yudas bukan orang asing bagi Yesus. Ia adalah salah satu dari dua belas murid, hidup bersama, makan bersama, dan menyaksikan mukjizat demi mukjizat.

Namun dalam renungan harian Katolik ini, kita diingatkan bahwa kedekatan fisik dengan Tuhan tidak selalu berarti kedekatan hati.

Yudas:

Mendengar ajaran Yesus setiap hari
Melihat mukjizat secara langsung
Dipilih menjadi murid
Tetapi hatinya perlahan terbuka untuk sesuatu yang lain: keserakahan dan kekecewaan.

Harga Sebuah Pengkhianatan
Tiga puluh keping perak. Nilai yang sangat kecil dibandingkan dengan Sang Juruselamat.

Pertanyaannya untuk kita dalam refleksi Sabda Tuhan hari ini:

“Berapa harga yang kita tetapkan ketika kita mengkhianati Tuhan?”
Kadang bukan uang. Bisa jadi:

Kenyamanan
Popularitas
Ego
Dendam
Perjamuan Terakhir: Kasih di Tengah Pengkhianatan
Yesus Sudah Tahu, Namun Tetap Mengasihi
Dalam perjamuan terakhir, Yesus berkata:

“Sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.”
Yesus tahu siapa pelakunya. Namun Ia tidak mempermalukan Yudas di depan semua orang.

Ini adalah bagian paling menyentuh dalam renungan Katolik hari ini 

“Kesetiaan kepada Tuhan tidak bergantung pada penerimaan manusia.”
Yesus tetap makan bersama Yudas
Yesus tetap mengasihi Yudas
Yesus memberi kesempatan bagi Yudas untuk bertobat
Kasih Tuhan tidak berubah, bahkan ketika kita mulai menjauh.

Pertanyaan yang Menggema: “Bukan Aku, ya Tuhan?”
Setiap murid bertanya:

“Bukan aku, ya Tuhan?”
Ini bukan sekadar pertanyaan—ini adalah refleksi mendalam.

Dalam renungan Injil hari ini, kita diajak untuk tidak menunjuk Yudas, tetapi melihat ke dalam diri sendiri.

Refleksi: Apakah Aku Juga Seperti Yudas?
Pengkhianatan yang Halus dalam Hidup Sehari-hari
Pengkhianatan tidak selalu dramatis. Justru sering tersembunyi dalam hal kecil:

Saat kita tahu yang benar, tapi memilih yang mudah
Saat kita mengabaikan doa
Saat kita menunda pertobatan
Saat kita lebih memilih dunia daripada Tuhan
Dalam renungan harian Katolik, kita belajar bahwa dosa kecil yang dibiarkan bisa menjadi pintu menuju kejatuhan besar.

Kasih Tuhan Selalu Memberi Kesempatan
Yesus Tidak Pernah Menutup Pintu

Walaupun Yudas memilih jalannya, Yesus tetap menunjukkan kasih sampai akhir.

Ini kabar baik dalam refleksi Sabda Tuhan:

Tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni, selama kita mau kembali.
Perbedaan antara Yudas dan Petrus adalah:

Yudas jatuh dalam keputusasaan
Petrus jatuh dalam pertobatan
Aplikasi Hidup: Belajar Setia dalam Hal Kecil
Dalam hidup sehari-hari, kesetiaan dimulai dari hal sederhana:

1. Setia dalam Doa

Jangan menunggu waktu senggang. Jadikan doa sebagai kebutuhan.

2. Setia dalam Kejujuran

Kejujuran kecil membentuk karakter besar.

3. Setia dalam Komitmen

Baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun pelayanan.

4. Berani Bertobat

Jangan menunda kembali kepada Tuhan.

Doa Penutup

Tuhan Yesus yang penuh kasih, seringkali aku seperti Yudas—dekat dengan-Mu, tetapi hatiku jauh.

Ampuni aku atas setiap pengkhianatan kecil yang kulakukan.

Ajarku untuk setia dalam hal-hal sederhana, dan berilah aku hati yang selalu rindu kembali kepada-Mu.

Amin.  (sumber The Katolik.COm/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved