Jumat, 8 Mei 2026

Injil Katolik Hari Ini

Injil Katolik Hari Ini Rabu 22 April 2026 dan Mazmur Tanggapan

Mari simak injil Katolik hari ini Rabu 22 April 2026. Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian katolik

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
Ringkasan Berita:
  • Mari simak injil Katolik hari ini Rabu 22 April 2026.
  • Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian katolik untuk hari biasa pekan III Paskah tahun A.

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak injil Katolik hari ini Rabu 22 April 2026.

Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian katolik untuk hari biasa pekan III Paskah tahun A.

Renungan harian katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Hari biasa pekan III Paskah dengan warna liturgi putih.

Bacaan hari Rabu: Kis. 8:1b-8; Mzm. 66:1-3a,4-5,6-7a; Yoh. 6:35-40 dan BcO Kis 9:23-43.

Baca juga: Renungan Katolik Rabu 22 April 2026, Bukan Hanya Soal Urusan Perut

Bacaan Pertama: Kisah Para Rasul pasal 8:1–8

Saulus juga setuju bahwa Stefanus mati dibunuh. Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali para rasul, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria. Orang-orang saleh menguburkan mayat Stefanus serta meratapinya dengan sangat.

Tetapi Saulus berusaha membinasakan jemaat itu. Ia memasuki rumah demi rumah, menyeret laki-laki dan perempuan, lalu menyerahkan mereka untuk dimasukkan ke dalam penjara.

Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri sambil memberitakan Injil. Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ. Ketika orang banyak mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya.

Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat, roh-roh itu keluar sambil berseru dengan suara keras. Banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan. Maka sangatlah besar sukacita di kota itu.

Mazmur Tanggapan:

REFF:. Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi,

Mazmurkanlah kemuliaan nama-Nya, muliakanlah Dia dengan puji-pujian!

Katakanlah kepada Allah: “Betapa dahsyatnya segala pekerjaan-Mu; oleh sebab kekuatan-Mu yang besar musuh-Mu tunduk menjilat kepada-Mu.

Seluruh bumi sujud menyembah kepada-Mu, dan bermazmur bagi-Mu, memazmurkan nama-Mu.” Sela

Pergilah dan lihatlah pekerjaan-pekerjaan Allah; Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia:

Ia mengubah laut menjadi tanah kering, dan orang-orang itu berjalan kaki menyeberangi sungai. Oleh sebab itu kita bersukacita karena Dia,

yang memerintah dengan perkasa untuk selama-lamanya, yang mata-Nya mengawasi bangsa-bangsa. Pemberontak-pemberontak tidak dapat meninggikan diri.

Injil Katolik: Yohanes 6:35–40

“Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. Tetapi Aku telah berkata kepadamu: sungguhpun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya. Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku sendiri, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.”

Renungan Harian Katolik

Pengorbanan yang Membuahkan Kebaikan

Salah satu lirik lagu arwah yang indah berbunyi begini, "Jikalau gandum tak jatuh di tanah, tetap sebiji tiada buahnya. Sesungguhnya telah difirmankan Tuhan: jikalau mati akan banyak buahnya" (Puji Syukur No. 715). Bacaan Pertama hari ini memang tidak berbicara tentang kematian, tetapi tentang penganiayaan yang terjadi di Yerusalem setelah Stefanus wafat, yang ternyata justru membuat pewartaan Injil meluas ke seluruh Yudea dan Samaria. Salah satu tokoh yang disebut adalah Filipus.

Pengorbanan untuk hal-hal baik membuahkan kebaikan, meskipun tidak selalu kita bisa melihat langsung buahnya. Hal-hal baik itu juga tidak berhenti pada satu orang, tetapi pasti berlanjut karena kebaikan itu abadi. Ada hal-hal yang berhenti karena sumbernya bukan pemberian diri, melainkan berhenti pada popularitas pribadi. Filipus pun akhirnya maju dengan penuh keberanian meskipun berhadapan dengan situasi sulit. Ia percaya bahwa kasih Kristus harus meluas, tidak boleh dibatasi oleh sekat-sekat apa pun. Mari kita berkomitmen untuk memberitakan Injil dengan berani meskipun terkadang kita harus berkorban. Tuhan akan membuatnya berbuah, tanpa kita tahu.

Ya Tuhan, berikanlah kami keberanian untuk mewartakan kebaikan-Mu dengan sukacita, melalui kata dan perbuatan kami. Amin.  (Sumber: iman katolik.or.id/adiutami.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved