Minggu, 3 Mei 2026

Inji Katolik Hari Ini

Injil Katolik Hari Ini Kamis 30 April 2026 dan Mazmur Tanggapan

Mari simak injil Katolik hari ini Kamis 30 April 2026. Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian katolik.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
Ringkasan Berita:
  • Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian katolik disiapkan untuk pesta Santo Pius V.
  • Pesta Santo Pius V dengan warna liturgi putih.
  • Bacaan hari Kamis: Kis. 13:13-25; Mzm. 89:2-3,21-22,25,27; Yoh. 13:16-20 dan BcO Kis 14:8-15:4.

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak injil Katolik hari ini Kamis 30 April 2026.

Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian katolik disiapkan untuk pesta Santo Pius V.

Renungan harian katolik hari ini ada dibagian akhir artikel ini.

Pesta Santo Pius V dengan warna liturgi putih.

Bacaan hari Kamis: Kis. 13:13-25; Mzm. 89:2-3,21-22,25,27; Yoh. 13:16-20 dan BcO Kis 14:8-15:4.

Baca juga: Renungan Katolik Kamis 30 April 2026, Meneladani Yesus yang Taat dan Rendah Hati

Bacaan Pertama: Kis. 13:13-25

Lalu Paulus dan kawan-kawannya meninggalkan Pafos dan berlayar ke Perga di Pamfilia; tetapi Yohanes meninggalkan mereka lalu kembali ke Yerusalem.

Dari Perga mereka melanjutkan perjalanan mereka, lalu tiba di Antiokhia di Pisidia. Pada hari Sabat mereka pergi ke rumah ibadat, lalu duduk di situ.

Setelah selesai pembacaan dari hukum Taurat dan kitab nabi-nabi, pejabat-pejabat rumah ibadat menyuruh bertanya kepada mereka: “Saudara-saudara, jikalau saudara-saudara ada pesan untuk membangun dan menghibur umat ini, silakanlah!”

Maka bangkitlah Paulus. Ia memberi isyarat dengan tangannya, lalu berkata: “Hai orang-orang Israel dan kamu yang takut akan Allah, dengarkanlah!

Allah umat Israel ini telah memilih nenek moyang kita dan membuat umat itu menjadi besar, ketika mereka tinggal di Mesir sebagai orang asing. Dengan tangan-Nya yang luhur Ia telah memimpin mereka keluar dari negeri itu.

Empat puluh tahun lamanya Ia sabar terhadap tingkah laku mereka di padang gurun.

Dan setelah membinasakan tujuh bangsa di tanah Kanaan, Ia membagi-bagikan tanah itu kepada mereka untuk menjadi warisan mereka selama kira-kira empat ratus lima puluh tahun.

Sesudah itu Ia memberikan mereka hakim-hakim sampai pada zaman nabi Samuel.

Kemudian mereka meminta seorang raja dan Allah memberikan kepada mereka Saul bin Kish dari suku Benyamin, empat puluh tahun lamanya.

Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: “Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.”

Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus.

Menjelang kedatangan-Nya Yohanes telah menyerukan kepada seluruh bangsa Israel supaya mereka bertobat dan memberi diri dibaptis.

Dan ketika Yohanes hampir selesai menunaikan tugasnya, ia berkata: “Aku bukanlah Dia yang kamu sangka, tetapi Ia akan datang kemudian dari padaku. Membuka kasut dari kaki-Nya pun aku tidak layak.”

Mazmur Tanggapan:

Mzm 89:2    (89-3) Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit.

Mzm 89:3    (89-4) Engkau telah berkata: "Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku:

Mzm 89:21    (89-22) maka tangan-Ku tetap dengan dia, bahkan lengan-Ku meneguhkan dia.

Mzm 89:22    (89-23) Musuh tidak akan menyergapnya, dan orang curang tidak akan menindasnya.

Mzm 89:25    (89-26) Aku akan membuat tangannya menguasai laut, dan tangan kanannya menguasai sungai-sungai.

Mzm 89:27    (89-28) Akupun juga akan mengangkat dia menjadi anak sulung, menjadi yang mahatinggi di antara raja-raja bumi.

Injil Katolik:  Yohanes 13:16–20.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya.
Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.

Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku telah mengangkat tumitnya terhadap Aku.

Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu terjadi, supaya jika hal itu terjadi, kamu percaya bahwa Akulah Dia.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku.

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus.

Santo Pius V, Paus

Antonius Ghislieri adalah nama kecil Paus Pius V (1566-1572) . Ia lahir di desa Bosko, tidak jauh dari Milano pada tahun 1504. Orangtuanya miskin sehingga tidak mampu membiayai sekolahnya. Oleh karena itu Antonio sendiri berusaha bekerja untuk membantu orangtuanya. Kerjanya setiap hari adalah menjaga domba-domba mereka di pegunungan. Tetapi atas bantuan seorang dermawan, Antonio di sekolahkan di kampung asalnya di bawah bimbingan imam-imam Dominikan. Kemudian hari Antonio masuk biara Dominikan dan ternyata menjadi seorang biarawan yang pandai dan bijaksana serta taat pada aturan-aturan ordonya, taat pada pimpinan, suka akan kemiskinan dan kemurnian.

Ia menjadi mahaguru filsafat dan teologi. Pada umur 52 tahun, ia ditabhiskan menjadi Uskup dan setahun kemudian menjadi Kardinal. Pada tahun 1565, Paus Pius IV meninggal dunia. Para kardinal berkumpul dalam konklaf untuk memilih Paus baru. Pemilihan ini tidaklah mudah. Tiga minggu telah berlalu, tetapi pemilihan belum juga berhasil menemukan seseorang untuk menduduki tahkta kePausan. Akhirnya atas nasebat Karolus Borromeus yang hadir juga dalam konklaf itu, Antonio Ghislieri terpilih menjadi Paus. Seluruh gereja bersorak gembira karena mempunyai seorang Paus baru yang saleh dan suci.

Dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin gereja, beliau menghadapi banyak masalah. Ia berusaha mewujudkan keputusan-keputusan Konsili Trente. Tugasnya ini dijalankan dengan baik. Ia dapat mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya. Hidup sebagai seorang rahib tetap dipertahankannya. Baginya, doa merupakan senjata ampuh untuk menghadapi segala rintangan dan masalah. Tempat tidurnya dialasi dengan jerami kasar. Penderitaan Kristus direnungkannya setiap hari disertai dengan doa rosario. Kemenangan umat Kristen atas angkatan laut Turki dalam perang salib di Lavanto, diperoleh berkat doa rosario dari seluruh umat Katolik di seluruh dunia.

Dalam masa kepemimpinannya, beliau menyederhanakan cara hidup kePausan di Vatikan; menginstruksikan pembaharuan cara hidup ordo-ordo dan para imam projo; membrantas korupsi yang terjadi di Roma dan negara KePausan Vatikan; menginstruksikan pendirian seminari-seminari di setiap keuskupan. Semua rencana yang dirancangnya berhasil baik. Pada tanggal 1 Mei 1572, ia meninggal dunia setelah 6 tahun menjadi pemimpin gereja sejagat.

Renungan Harian Katolik

Bacaan hari ini menghadirkan benang merah yang kuat: Allah setia dalam karya-Nya, dan manusia dipanggil untuk setia dalam pelayanan.

Dalam Kisah Para Rasul (Kis 13:13–25), Paulus Rasul mengisahkan perjalanan panjang umat Israel. Dari pembebasan di Mesir hingga hadirnya Yesus Kristus, semuanya menunjukkan bahwa Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Ia sabar, setia, dan selalu menggenapi janji-Nya meski manusia sering jatuh bangun.

Sementara itu, dalam Injil Yohanes (Yoh 13:16–20), Yesus menegaskan identitas murid-Nya: seorang pelayan. “Seorang hamba tidak lebih tinggi dari tuannya.” Ini bukan sekadar ajaran moral, tetapi gaya hidup. Mengikuti Kristus berarti siap untuk melayani, bahkan ketika tidak dihargai atau tidak terlihat.

Sering kali kita ingin diakui, dihormati, atau dipuji. Kita mudah melayani saat nyaman, tetapi mundur ketika harus berkorban. Padahal Yesus justru berkata: kebahagiaan sejati ada dalam melakukan kehendak Tuhan, bukan sekadar mengetahuinya.

Teladan ini nyata dalam hidup Santo Pius V. Sebagai Paus, ia tidak hidup dalam kemewahan, melainkan dalam kesederhanaan dan doa. Ia membaharui Gereja bukan dengan kekuasaan semata, tetapi dengan kerendahan hati dan keteguhan iman. Hidupnya menunjukkan bahwa kepemimpinan sejati adalah pelayanan.

Refleksi untuk kita

Hari ini kita diajak bertanya dengan jujur:

Apakah aku melayani dengan tulus, atau mencari pujian?
Apakah imanku terlihat dalam tindakan nyata?
Apakah aku setia, bahkan dalam hal-hal kecil dan tersembunyi?

Doa

Tuhan Yesus, ajarilah aku menjadi pelayan yang rendah hati.
Bukan mencari kehormatan, tetapi setia melakukan kehendak-Mu.
Bantulah aku agar imanku tidak hanya diucapkan, melainkan nyata dalam kasih dan tindakan sehari-hari. Amin.

Aksi Nyata Hari Ini

Cobalah lakukan satu tindakan pelayanan kecil tanpa diketahui orang lain sebagai ungkapan kasih kepada Tuhan. (Sumber: www.imankatolik.or.id/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved