Jumat, 15 Mei 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Hari Ini Kamis 30 April 2026,  Musuh dalam Selimut

Mari simak renungan  hari ini Kamis 30 April 2026. Tema renungan hari ini yaitu  "Musuh dalam Selimut"

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Hari Ini Kamis 30 April 2026,  Musuh dalam Selimut
TRIBUNFLORES.COM / GG
PATER JOHN - Pater John Lewar, SVD. Mari simak renungan  hari ini Kamis 30 April 2026. Tema renungan hari ini yaitu  "Musuh dalam Selimut" 
Ringkasan Berita:
  • Tema renungan hari ini yaitu  "Musuh dalam Selimut"
  • Renungan hari ini disiapkan untuk Pesta Santo Pius V dengan warna liturgi putih.
  • Bacaan hari Kamis: Kis. 13:13-25; Mzm. 89:2-3,21-22,25,27; Yoh. 13:16-20 dan BcO Kis 14:8-15:4.

Oleh: Pastor John Lewar, SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan  hari ini Kamis 30 April 2026.

Tema renungan hari ini yaitu  "Musuh dalam Selimut"

Renungan hari ini ada dibagian akhir artikel ini.

Renungan hari ini disiapkan untuk Pesta Santo Pius V dengan warna liturgi putih.

Bacaan hari Kamis: Kis. 13:13-25; Mzm. 89:2-3,21-22,25,27; Yoh. 13:16-20 dan BcO Kis 14:8-15:4.

Baca juga: Renungan Katolik Hari Ini Kamis 30 April 2026, Akulah Dia

Bacaan Pertama: Kis. 13:13-25

Lalu Paulus dan kawan-kawannya meninggalkan Pafos dan berlayar ke Perga di Pamfilia; tetapi Yohanes meninggalkan mereka lalu kembali ke Yerusalem.

Dari Perga mereka melanjutkan perjalanan mereka, lalu tiba di Antiokhia di Pisidia. Pada hari Sabat mereka pergi ke rumah ibadat, lalu duduk di situ.

Setelah selesai pembacaan dari hukum Taurat dan kitab nabi-nabi, pejabat-pejabat rumah ibadat menyuruh bertanya kepada mereka: “Saudara-saudara, jikalau saudara-saudara ada pesan untuk membangun dan menghibur umat ini, silakanlah!”

Maka bangkitlah Paulus. Ia memberi isyarat dengan tangannya, lalu berkata: “Hai orang-orang Israel dan kamu yang takut akan Allah, dengarkanlah!

Allah umat Israel ini telah memilih nenek moyang kita dan membuat umat itu menjadi besar, ketika mereka tinggal di Mesir sebagai orang asing. Dengan tangan-Nya yang luhur Ia telah memimpin mereka keluar dari negeri itu.

Empat puluh tahun lamanya Ia sabar terhadap tingkah laku mereka di padang gurun.

Dan setelah membinasakan tujuh bangsa di tanah Kanaan, Ia membagi-bagikan tanah itu kepada mereka untuk menjadi warisan mereka selama kira-kira empat ratus lima puluh tahun.

Sesudah itu Ia memberikan mereka hakim-hakim sampai pada zaman nabi Samuel.

Kemudian mereka meminta seorang raja dan Allah memberikan kepada mereka Saul bin Kish dari suku Benyamin, empat puluh tahun lamanya.

Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: “Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku.”

Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus.

Menjelang kedatangan-Nya Yohanes telah menyerukan kepada seluruh bangsa Israel supaya mereka bertobat dan memberi diri dibaptis.

Dan ketika Yohanes hampir selesai menunaikan tugasnya, ia berkata: “Aku bukanlah Dia yang kamu sangka, tetapi Ia akan datang kemudian dari padaku. Membuka kasut dari kaki-Nya pun aku tidak layak.”

Mazmur Tanggapan:

Mzm 89:2    (89-3) Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit.

Mzm 89:3    (89-4) Engkau telah berkata: "Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku:

Mzm 89:21    (89-22) maka tangan-Ku tetap dengan dia, bahkan lengan-Ku meneguhkan dia.

Mzm 89:22    (89-23) Musuh tidak akan menyergapnya, dan orang curang tidak akan menindasnya.

Mzm 89:25    (89-26) Aku akan membuat tangannya menguasai laut, dan tangan kanannya menguasai sungai-sungai.

Mzm 89:27    (89-28) Akupun juga akan mengangkat dia menjadi anak sulung, menjadi yang mahatinggi di antara raja-raja bumi.

Injil Katolik:  Yohanes 13:16–20.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya.
Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.

Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku telah mengangkat tumitnya terhadap Aku.

Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu terjadi, supaya jika hal itu terjadi, kamu percaya bahwa Akulah Dia.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku.

Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus.

Santo Pius V, Paus

Antonius Ghislieri adalah nama kecil Paus Pius V (1566-1572) . Ia lahir di desa Bosko, tidak jauh dari Milano pada tahun 1504. Orangtuanya miskin sehingga tidak mampu membiayai sekolahnya. Oleh karena itu Antonio sendiri berusaha bekerja untuk membantu orangtuanya. Kerjanya setiap hari adalah menjaga domba-domba mereka di pegunungan. Tetapi atas bantuan seorang dermawan, Antonio di sekolahkan di kampung asalnya di bawah bimbingan imam-imam Dominikan. Kemudian hari Antonio masuk biara Dominikan dan ternyata menjadi seorang biarawan yang pandai dan bijaksana serta taat pada aturan-aturan ordonya, taat pada pimpinan, suka akan kemiskinan dan kemurnian.

Ia menjadi mahaguru filsafat dan teologi. Pada umur 52 tahun, ia ditabhiskan menjadi Uskup dan setahun kemudian menjadi Kardinal. Pada tahun 1565, Paus Pius IV meninggal dunia. Para kardinal berkumpul dalam konklaf untuk memilih Paus baru. Pemilihan ini tidaklah mudah. Tiga minggu telah berlalu, tetapi pemilihan belum juga berhasil menemukan seseorang untuk menduduki tahkta kePausan. Akhirnya atas nasebat Karolus Borromeus yang hadir juga dalam konklaf itu, Antonio Ghislieri terpilih menjadi Paus. Seluruh gereja bersorak gembira karena mempunyai seorang Paus baru yang saleh dan suci.

Dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin gereja, beliau menghadapi banyak masalah. Ia berusaha mewujudkan keputusan-keputusan Konsili Trente. Tugasnya ini dijalankan dengan baik. Ia dapat mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya. Hidup sebagai seorang rahib tetap dipertahankannya. Baginya, doa merupakan senjata ampuh untuk menghadapi segala rintangan dan masalah. Tempat tidurnya dialasi dengan jerami kasar. Penderitaan Kristus direnungkannya setiap hari disertai dengan doa rosario. Kemenangan umat Kristen atas angkatan laut Turki dalam perang salib di Lavanto, diperoleh berkat doa rosario dari seluruh umat Katolik di seluruh dunia.

Dalam masa kepemimpinannya, beliau menyederhanakan cara hidup kePausan di Vatikan; menginstruksikan pembaharuan cara hidup ordo-ordo dan para imam projo; membrantas korupsi yang terjadi di Roma dan negara KePausan Vatikan; menginstruksikan pendirian seminari-seminari di setiap keuskupan. Semua rencana yang dirancangnya berhasil baik. Pada tanggal 1 Mei 1572, ia meninggal dunia setelah 6 tahun menjadi pemimpin gereja sejagat.

Renungan Harian Katolik

 "Musuh dalam Selimut"

Pernahkah anda menyadari bahwa ada musuh dalam selimut, merasa 
sangat dikhianati oleh seseorang yang begitu dekat denganmu? Mungkin 
itu adalah seorang teman yang selalu kamu anggap sahabat, namun 
suatu hari, kamu mendapati dia berbicara buruk tentangmu di belakang. 
Atau bisa jadi itu adalah rekan kerja yang selama ini tampak 
mendukungmu, tetapi kemudian menyabotase proyek yang kalian 
kerjakan bersama atau bahkan mencoba merusak reputasimu.

Di rumah, mungkin ada anggota keluarga yang kamu percayai 
sepenuhnya, tetapi tiba-tiba kamu mengetahui bahwa mereka telah 
memanipulasi situasi atau mengkhianati kepercayaanmu. Mungkin tidak 
ada yang lebih menyakitkan daripada dikhianati oleh orang-orang yang 
kita anggap paling dekat dan paling kita percayai. Rasanya seperti dunia 
runtuh, dan kita merasa sangat bingung: "Bagaimana bisa orang yang 
kita sayangi melakukan ini pada kita?"

Jika kamu pernah merasakan hal itu, kamu tidak sendirian. Yesus juga 
mengalaminya. Dalam kehidupanNya sendiri, ada contoh yang sangat 
jelas tentang pengkhianatan dari orang yang paling dekat dengan-Nya, 
bahkan seorang murid yang dipilih-Nya sendiri.

Dalam Injil Yesus sudah mengingatkan kepada murid-murid-Nya ketika 
Dia membasuh kaki mereka. Yesus mengatakan: “Aku tahu siapa yang 
telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, 
telah mengangkat tumitnya terhadap Aku.” Di antara dua belas murid Nya itu ada yang akan berkhianat. Diantara mereka yang duduk makan bersama, dia yang akan mengangkat tumitnya melawan Yesus. Dia 
adalah musuh dalam selimut. Yudas adalah satu dari sahabat-sahabat 
Yesus. Yudas adalah orang yang dipercaya pegang kas kelompok. Tetapi 
dia justru menjadi musuh dalam selimut.

Walau tahu bahwa Yudas adalah musuh dalam selimut, Yesus tetap 
mengasihi dan tidak membalas kebencian. Meski dikhianati, Yesus tidak 
membalas dengan amarah, melainkan tetap mengasihi dan mengampuni.
Musuh dalam selimut itu nyata; hadir dalam keseharian hidup kita dan 
bisa datang dari orang yang kita percayai. Musuh dalam selimut itu bisa 
kita jumpai di dalam organisasi, komunitas, grup, pekerjaan, kantor, dan 
dalam relasi pertemanan kita. Orang yang sangat kita percaya, menjadi 
tangan kanan kita, sangat tahu dan paham tentang kehidupan kita, bisa 
menjadi orang yang tega menusuk dari belakang.

Banyak persahabatan menjadi hancur karena ada musuh dalam selimut. 
Dia adalah teman yang tega membuat lubang jebakan untuk kita. Dia 
lebih suka mengorbankan teman sendiri, dan berani mengambil 
keuntungan bagi dirinya daripada setia dan loyal kepada yang telah 
membesarkannya.

Pertanyaan untuk refleksi: pernahkah anda punya pengalaman dikhianati 
oleh teman sendiri? Bagaimanakah sikap anda terhadapnya? Mari kita 
belajar dari cara Yesus menghadapi musuh dalam selimut. Pertama,
Musuh dalam selimut itu nyata, bisa Datang Dari Mana Saja:
Terkadang, musuh dalam selimut datang dari orang yang kita percayai, 
seperti yang terjadi dengan Judas. Kita harus sadar bahwa tidak semua 
orang akan setia selamanya. 

Kedua, Tetap Mengasihi Meski selalu ada musuh dalam selimut.
Yesus mengajarkan kita untuk tidak membalas kebencian dengan 
kebencian. Ketika orang menyakiti kita, kita dipanggil untuk tetap 
mengasihi dan mengampuni, meskipun itu sulit. 

Ketiga, Percayakan Segalanya Kepada Tuhan. Ketika kita tahu ada musuh 
dalam selimut, kita dikianati, kita bisa merasa sangat sakit. Namun, kita 
harus ingat bahwa Tuhan tahu segala sesuatu. Dia yang lebih bijaksana, 
dan kita dapat menyerahkan rasa sakit kita kepada-Nya. 

Doa:

Tuhan Yesus, bantu kami untuk mengampuni mereka yang menyakiti 
kami. Berikan kami kekuatan untuk tetap mengasihi dan mempercayakan 
semua rasa sakit kami kepada-Mu... Amin.
Sahabatku yang terkasih, Selamat Hari Kamis Pekan IV Paskah. Salam 
doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Dalam 
Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus...Amin. (Sumber: www.imankatolik.or.id/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved