Sabtu, 9 Mei 2026

Injil Katolik Hari Ini

Injil Katolik Hari Ini Sabtu 9 Mei 2026 dan Mazmur Tanggapan

Mari simak Injil Katolik hari ini Sabtu 9 Mei 2026. Injil katolik hari ini lengkap renungan harian Katolik.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
Ringkasan Berita:
  • Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.
  • Renungan harian Katolik hari ini ada dibagian akhir artikel ini.
  • Sabtu 9 Mei 2026 merupakan hari Sabtu Paskah V, pesta Santo Sirilus dari Sasarea, Martir, dengan warna liturgi putih.

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak Injil Katolik hari ini Sabtu 9 Mei 2026.

Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.

Renungan harian Katolik hari ini ada dibagian akhir artikel ini.

Sabtu 9 Mei 2026 merupakan hari Sabtu Paskah V, pesta Santo Sirilus dari Sasarea, Martir, dengan warna liturgi putih.

Adapun bacaan liturgi katolik hari Sabtu 9 Mei 2026 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Teks Misa Minggu 10 Mei 2026 Hari Biasa Pekan VI Paskah Tahun A

Bacaan Pertama Kis 16:1-10

“Menyeberanglah ke Makedonia, dan tolonglah kami”

Paulus datang juga ke Derbe dan ke Listra. Di situ ada seorang murid bernama Timotius; ibunya adalah seorang Yahudi dan telah menjadi percaya, sedangkan ayahnya seorang Yunani. Timotius ini dikenal baik oleh saudara-saudara di Listra dan di Ikonium dan Paulus mau, supaya dia menyertainya dalam perjalanan. Paulus menyuruh menyunatkan dia karena orang-orang Yahudi di daerah itu, sebab setiap orang tahu bahwa bapanya adalah orang Yunani. 

Dalam perjalanan keliling dari kota ke kota Paulus dan Silas menyampaikan keputusan-keputusan yang diambil para rasul dan para penatua di Yerusalem dengan pesan, supaya jemaat-jemaat menurutinya. Demikianlah jemaat-jemaat diteguhkan dalam iman dan makin lama makin bertambah besar jumlahnya. 

Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia. Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka. 16:8 Setelah melintasi Misia, mereka sampai di Troas. 

Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: “Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!” Setelah Paulus melihat penglihatan itu,

segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 100:1-2.3.5
Ref. Bahagia kuterikat pada Yahwe. Harapanku pada Allah Tuhanku

Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai.

Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita, dan punya Dialah kita; kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.

Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.

Bait Pengantar Injil Kol 3:1

Kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas di mana Kristus berada, duduk di sebelah kanan Allah.

Bacaan Injil  Yohanes 15:18-21

“Kamu bukan dari dunia, sebab Aku telah memilih kamu dari dunia.”
“Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu. 

Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku,

mereka juga akan menuruti perkataanmu. Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik 

Tetap Setia di Tengah Penolakan Dunia

“Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu...”

Ketika Iman Tidak Selalu Nyaman

Dalam kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tuntutan sosial, menjadi pengikut Kristus sering kali terasa seperti berjalan melawan arus. Dunia mengajarkan kita untuk mengejar kenyamanan, pengakuan, dan kesuksesan instan. Namun, dalam renungan Katolik hari ini, kita diajak untuk merenungkan kenyataan yang tidak selalu mudah diterima: mengikuti Kristus berarti siap menghadapi penolakan.

Yesus tidak pernah menjanjikan jalan yang bebas dari kesulitan. Justru sebaliknya, Ia dengan jujur mengatakan bahwa dunia akan membenci mereka yang hidup seturut kehendak Allah. Ini bukanlah kabar yang menyenangkan, tetapi merupakan kebenaran yang membebaskan. Sebab dalam penolakan itu, kita dipersatukan dengan Kristus sendiri.

Melalui renungan harian Katolik ini, kita diajak untuk melihat kembali makna kesetiaan dalam iman. Apakah kita masih setia ketika iman kita tidak dipahami? Apakah kita tetap berdiri teguh ketika nilai-nilai Injil bertentangan dengan arus dunia?

Baca juga panduan lengkap di Renungan Katolik Harian untuk memahami cara melakukan renungan setiap hari secara mendalam.

Makna Dunia dalam Injil Yohanes

Apa yang Dimaksud dengan “Dunia”?

Dalam renungan Injil Yohanes 15:18-21, kata “dunia” tidak sekadar menunjuk pada bumi atau manusia secara umum. “Dunia” di sini melambangkan sistem nilai yang menolak Allah sebuah cara hidup yang mengutamakan ego, kuasa, dan kesenangan tanpa kebenaran.

Yesus berkata bahwa dunia membenci para murid-Nya karena mereka “bukan dari dunia.” Artinya, identitas kita sebagai orang Kristen bukan berasal dari standar dunia, melainkan dari Allah sendiri.

Dipilih dari Dunia
Yesus menegaskan:

“Aku telah memilih kamu dari dunia.”
Ini adalah sebuah panggilan yang penuh makna. Kita bukan sekadar pengikut biasa, tetapi pribadi yang dipilih secara khusus. Namun, pilihan ini membawa konsekuensi: kita tidak lagi sepenuhnya “cocok” dengan dunia.

Dalam refleksi Sabda Tuhan ini, kita diajak untuk menyadari bahwa identitas kita sebagai anak-anak Allah menuntut keberanian untuk berbeda.

Mengapa Dunia Membenci?

1. Karena Kebenaran Mengusik Kenyamanan

Kehidupan yang berdasarkan Injil sering kali menjadi cermin bagi dunia. Ketika kita hidup jujur di tengah budaya manipulasi, atau hidup murni di tengah arus permisif, kehadiran kita bisa terasa “mengganggu.”

2. Karena Kristus Ditolak Terlebih Dahulu

Yesus sendiri berkata bahwa dunia telah lebih dahulu membenci-Nya. Maka, penolakan yang kita alami bukanlah sesuatu yang asing. Ini adalah bagian dari mengikuti jejak Kristus.

3. Karena Ketidaktahuan akan Allah

Yesus menyebutkan bahwa dunia tidak mengenal Dia yang mengutus-Nya. Penolakan sering kali lahir dari ketidaktahuan, bukan semata kebencian.

“Kesetiaan kepada Tuhan tidak bergantung pada penerimaan manusia.”

Refleksi: Iman yang Diuji oleh Penolakan

Dalam kehidupan sehari-hari, penolakan bisa datang dalam berbagai bentuk:

Dianggap “terlalu religius”

Dikucilkan karena mempertahankan nilai moral
Dilecehkan karena iman

Namun, melalui renungan Katolik hari ini, kita diingatkan bahwa semua itu bukanlah tanda kegagalan, melainkan tanda kesetiaan.

Apakah Kita Takut Ditolak?

Sering kali kita tergoda untuk menyembunyikan iman demi diterima. Kita memilih diam ketika seharusnya bersaksi. Kita menyesuaikan diri agar tidak terlihat berbeda.

Namun, Yesus mengajak kita untuk berani. Bukan dengan kesombongan, tetapi dengan kerendahan hati yang teguh.

Kesetiaan yang Membawa Buah
Salib sebagai Jalan Kemuliaan

Penolakan bukanlah akhir. Dalam iman Kristiani, salib selalu menuju kebangkitan. Kesetiaan dalam penderitaan akan menghasilkan buah yang kekal.

Menjadi Saksi di Tengah Dunia

Kita dipanggil bukan untuk melarikan diri dari dunia, tetapi untuk menjadi terang di dalamnya. Justru dalam situasi sulit, kesaksian kita menjadi lebih nyata.

Aplikasi Praktis dalam Hidup Sehari-hari

Berikut beberapa langkah konkret dari renungan harian Katolik ini:

1. Tetap Berdoa di Tengah Tekanan

Jangan biarkan tekanan dunia menjauhkan kita dari Tuhan.

2. Hidup Jujur dan Konsisten

Kesaksian terbesar adalah hidup yang selaras dengan iman.

3. Mengasihi Mereka yang Menolak

Yesus tidak mengajarkan balas dendam, tetapi kasih.

4. Mencari Kekuatan dalam Komunitas

Jangan berjalan sendiri. Komunitas iman adalah sumber kekuatan.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, Engkau telah lebih dahulu ditolak oleh dunia, namun tetap setia dalam kasih.

Ajarlah aku untuk tidak takut ketika imanku diuji. Berikan aku keberanian untuk tetap setia, meski harus berbeda dan ditolak.

Jadikan aku saksi kasih-Mu di tengah dunia. Amin. (Sumber the katolik.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved