Kamis, 14 Mei 2026

Misa Hari Kenaikan Tuhan

Teks Misa Hari Raya Kenaikan Tuhan Kamis 14 Mei 2026

Mari simak teks misa hari raya kenaikan Kamis 14 Mei 2026. Teks misa hari raya kenaikan Tuhan lengkap renungan harian Katolik.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
Ringkasan Berita:
  • Teks misa hari raya kenaikan Tuhan lengkap renungan harian Katolik.
  • Teks misa hari raya kenaikan Tuhan disusun oleh P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD.
  • Misa hari raya kenaikan Tuhan dengan warna liturgi putih.

Oleh: P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak teks misa hari raya kenaikan Kamis 14 Mei 2026.

Teks misa hari raya kenaikan Tuhan lengkap renungan harian Katolik.

Teks misa hari raya kenaikan Tuhan disusun oleh P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD.

Misa hari raya kenaikan Tuhan dengan warna liturgi putih.

Baca juga: Bacaan Injil Katolik Kamis 14 Mei 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik

PERSIAPAN MISA

Para Petugas Liturgi berkumpul di sakristi. Untuk bacaan, siapkan Alkitab. Untuk nyanyian, bisa siapkan buku nyanyian. Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi  dimatikan. 

Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”.  Kemudian dinyanyikan lagu pembuka untuk Kenaikan.

01. TANDA SALIB DAN SALAM 

P : Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. 
U : Amin. 
P : Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita. 
U : Sekarang dan selama-lamanya. 

02. KATA PEMBUKA 

P : Hari ini, empat puluh hari setelah hari Raya Kebangkitan Tuhan, Gereja mengajak kita untuk merayakan Hari Raya Kenaikan Tuhan. Yesus turun dari surga, dan kini Ia kembali ke Surga. Kita akan mendengarkan kisah kenaikan Tuhan dari Kisah Para Rasul. Momen Yesus terangkat ke Surga menjadi momen pengutusan para rasul. Kini tugas mereka untuk melanjutkan karya yang sudah dimulai oleh Yesus, Guru mereka. Kepercayaan ini sangat besar, tetapi Yesus tahu bahwa mereka pasti akan melaksanakannya dengan sepenuh hati.Dalam bacaan kedua, Rasul Paulus mengajak kita untuk melihat kemuliaan Tuhan yang luar biasa. Kasih-Nya kepada kita menghantar kita kepada keselamatan. Kita patut bersyukur karena Tuhan kita meskipun agung, namun sudi datang di tengah kita. Dalam bacaan Injil, kita juga akan mendengarkan bacaan Injil yang berbicara tentang pengutusan para Rasul. Yesus berpesan untuk pergi ke seluruh dunia dan mewartakan Kabar Gembira keselamatan Tuhan. Itulah tugas kita semua. Mari kita hening sejenak untuk memulai perayaan kita ini, sambil memohonkan ampun atas segala dosa dan kesalahan kita. [hening sejenak] 

03. TOBAT DAN PERMOHONAN AMPUN 

P : Marilah menyesali dan mengakui bahwa kita telah berdosa, supaya siap mendengarkan Sabda Allah, 
Terang dan Pedoman hidup kita.
U : Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa, dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa,dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita. 
P : Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke 
hidup yang kekal.
U : Amin. 

04. MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN 

[Dianjurkan untuk memakai Madah Kemuliaan di bawah ini.] 
P : Kemuliaan kepada Allah di surga 
U : dan damai di bumi kepada orang yang berkenan pada-Nya. 
P : Kami memuji Dikau, 
U : Kami meluhurkan Dikau. 
P : Kami menyembah Dikau, 
U : Kami memuliakan Dikau.
P : Kami bersyukur kepada-Mu, karena kemuliaan-Mu yang besar. 
U : Ya Tuhan Allah, raja surgawi, Allah Bapa yang Mahakuasa. 
P : Ya Tuhan Yesus Kristus, Putera yang tunggal. 
U : Ya Tuhan Allah, Anak Domba Allah, Putera Bapa. 
P : Engkau yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami. 
U : Engkau yang menghapus dosa dunia, kabulkanlah doa kami. 
P : Engkau yang duduk di sisi Bapa, kasihanilah kami. 
U : Karena hanya Engkaulah kudus. 
P : Hanya Engkaulah Tuhan. 
U : Hanya Engkaulah Mahatinggi, ya Yesus Kristus. 
P : bersama dengan Roh Kudus, 
U : dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin. 

05. DOA PEMBUKA 

P : Marilah kita berdoa, [hening sejenak] Ya Tuhan Yesus, hari ini Engkau diangkat ke surga. Namun, Engkau mempercayakan misi keselamatan kepada kami. Semoga kami mampu saling menolong untuk melanjutkan misi keselamatan-Mu. Sebab Engkaulah Tuhan dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa, bersama dengan Bapa, dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. 
U : Amin. 

06. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN 

P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengar kan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda 
Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita. [Bacaan dibacakan dari Alkitab]

07. BACAAN PERTAMA (Kis. 1:1-11) 

L : Bacaan dari Kisah Para Rasul.

Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus, sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya. Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderita an-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang demikian kata-Nya "telah kamu dengar dari pada-Ku. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga." 
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah. 

08. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN 

Refren (Mzm. 47:6) 

Allah telah naik diiringi sorak-sorai, 
Tuhan mengangkasa diiringi bunyi sangkakala.
Mzm. 47:2-3.6-7.8-9 

Hai segala bangsa, bertepuktanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai!Sebab TUHAN, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja yang besar atas seluruh bumi. (Refren)

Allah telah naik dengan diiringi sorak-sorai, ya TUHAN itu, dengan diiringi bunyi sangkakala.
Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah,bermazmurlah bagi Raja kita, bermazmurlah! (Refren)

Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi, bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran!Allah memerintah sebagai raja atas bangsa-bangsa, Allah bersemayam di atas takhta-Nya yang kudus. (Refren)

09. BACAAN KEDUA (Ef. 1:17-23) 

L : Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus.

Saudara-saudari, aku selalu mengingat kamu dalam doaku, dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga,jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang.Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah. 

10. ALLELUIA (Mat. 28:19a.20b) 

P : Alleluia, Alleluia, Alleluia
U : Alleluia, Alleluia, Alleluia
P : Pergilah, dan ajarlah semua bangsa, sabda Tuhan,*Aku menyertai kamu sampai akhir zaman.
U : Alleluia, Alleluia, Alleluia

11. INJIL (Mat. 28:16-20) 

P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Yohanes.

Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada.Kemudian Pemimpin membacakan Injil. Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." 
P : Demikianlah Injil Tuhan. 
U : Terpujilah Kristus. 

12. RENUNGAN HARIAN KATOLIK

Ada dua hal yang dikatakan Yesus dalam bagian terakhir dari Injil Matius ini. Pertama, tugas perutusan. Yesus menegaskan bahwa Ia adalah Penguasa segalanya, surga dan dunia. Karena itu, Ia memerintahkan para murid-Nya untuk membantu-Nya menjadikan semua bangsa sebagai murid atau pengikut-Nya. Mereka diminta untuk mengajarkan apa yang telah diperintahkan oleh Yesus. Pengalaman hidup mereka bersama Yesus pasti telah membuat mereka bisa mengetahui mana yang harus diwartakan. Para rasul pun pergi ke mana-mana untuk mewartakan Kabar Gembira Tuhan. Kita juga mendapatkan tugas yang sama. Apakah kita harus pergi juga ke-mana-mana, ke seluruh dunia? Tidak! Yesus mengutus kita ke tempat di mana kita berada. Kita menjadi murid-Nya di tempat kita hidup atau di tempat kerja kita. Ketika kita melakukan apa yang diperintahkan Tuhan, untuk berbuat baik dan benar, maka kita sebenarnya sudah mulai melaksanakan perintah Tuhan untuk menjadi murid yang diutus-Nya. Kita juga bisa saling membantu dalam rumah kita untuk menjadi murid Tuhan yang sejati. 
--
Kedua, janji penyertaan Tuhan. Tuhan Yesus berjanji bahwa Dia akan menyertai para murid-Nya hingga akhir zaman. Yesus tidak menyebut, “sampai akhir hidup mereka”, melainkan “sampai akhir zaman”. Itu 
berarti, janji Tuhan tidak hanya berlaku bagi para murid yang saat itu mendengarkan-Nya. Janji itu berlaku hingga saat kini, hingga selamanya. Inilah hiburan bagi kita. Tuhan akan tetap bersama kita hingga kapan pun. Kita pun mesti meniru tindakan Tuhan ini dengan saling ada satu bagi yang lain. Tuhan mengutus kita untuk menjadi penolong satu bagi yang lain. Itulah cara Tuhan mendampingi kita. Seberapa pun peran kita, meskipun itu peran yang kelihatannya kecil dan tidak berarti, kita tetap menjadi utusan Tuhan untuk mendampingi satu sama lain. Itu berarti kita juga mesti memiliki semangat untuk tidak membebani sesama kita. Sebaliknya, kita berjuang agar mampu meringankan hidup orang lain dengan cara hidup kita. 

13. SYAHADAT 

P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..

14. DOA UMAT 

P : Allah Bapa telah mengutus Putra-Nya yang terkasih untuk menyatakan cinta kasih-Nya serta mengundang manusia kembali berdamai dan bersatu dalam Kerajaan Allah. Marilah kita berdoa dengan perantaraan Yesus Kristus, Putra-Nya. 
P : Semoga para pemimpin Gereja tidak henti-hentinya memperkenalkan Allah sebagai Bapa, seperti yang diajarkan Yesus, Putra-Nya, sehingga seluruh anggota Gereja dapat mengalami kebaikan dan kemurahan hati Allah. Marilah kita mohon…
P : Semoga Bapa menanamkan kasih dalam hati para pemimpin bangsa, sehingga mereka dapat 
memimpin bangsa dan melayani rakyat dengan penuh kasih. Marilah kita mohon... P : Semoga para religius setia melaksanakan tugas perutusan seperti yang diamanatkan oeh Yesus 
degan penuh keyakinan bahwa Tuhan senantiasa menyertai hidup dan karya mereka. Marilah kita 
mohon... 
P : Semoga Bapa memperkenankan saudara-saudari kita yang telah berpulang untuk ambil bagian dalam kebahagiaan abadi bersama Allah Bapa di surga. 
Marilah kita mohon... 
P : Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing. 
[hening sejenak lalu lanjut].
P : Allah Bapa kami di dalam surga, Putra-Mu telah memperoleh kemuliaan kekal di sisi kanan-Mu dan 
akan kembali mempersatukan orang-orang yang percaya dan berkenan di hati-Nya. Maka kami pun turut bersukacita dan mempersatukan doa-doa kami dengan doa Tuhan Yesus, Putra-Mu dan 
Pengantara kami.
U : Amin

15. KOLEKTE 

[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar] diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.]. 

16. DOA PUJIAN KENAIKAN 

[Sesudah Kolekte, Pemimpin membawakan Doa Pujian sambil berdiri di depan umat, menghadap ke altar dan umat berdiri dan setiap kali mendaraskan aklamasi bersama.] 

P : Setelah mendengar dan merenungkan Sabda Tuhan, kita sadar betapa baiklah Allah terhadap kita, hingga telah menebus kita. Oleh sebab itu, marilah kita memuji Dia dengan berseru: Pada hari ini Tuhan bertindak! Mari kita rayakan dengan gembira.
U : Pada hari ini Tuhan bertindak! Mari kita rayakan dengan gembira.
P : Saudara-saudari yang terkasih! Allah yang mahabijaksana menginginkan agar kita semua selamat. Dalam kebijaksanaan-Nya, hingga kini Ia telah menuntun kita, telah mengarahkan hidup kita. 
Maka marilah kita memuji Dia dengan berseru:
U : Pada hari ini Tuhan bertindak! Mari kita rayakan dengan gembira.
P : Bapa di surga, Engkau telah mengutus Putera-Mu yang tunggal ke tengah-tengah kami. Dialah Sabda Mu, pelita bagi langkah kami, dan terang pada jalan hidup kami. Maka kami memuji Dikau:
U : Pada hari ini Tuhan bertindak! Mari kita rayakan dengan gembira.
P : Selama hidup-Nya di dunia, tak henti-hentinya Yesus mengajar kami, bahkan menawarkan diri-Nya 
sebagai jalan dan kebenaran, yang mengarahkan hidup kami. Maka kami memuji Dikau:
U : Pada hari ini Tuhan bertindak! Mari kita rayakan dengan gembira.
P : Setelah kembali kepadaMu, Yesus mengutus Roh Kudus, yang menyemangati kami dan menerangi hati 
kami. Maka kami memuji Dikau:

U : Pada hari ini Tuhan bertindak! Mari kita rayakan dengan gembira.
P : Dengan berpegang pada Sabda dan Roh-Mu, ya Bapa, kami menerima jaminan bahwa kami akan 
sampai kepada-Mu dan menikmati hidup abadi. Maka kami memuji Dikau:
U : Pada hari ini Tuhan bertindak! Mari kita rayakan dengan gembira.
P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Leo XIV, Bapa Uskup kami

[nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambung kan madah pujian bagi-Mu dengan berseru:[menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur] Menyusul Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B). 

17A. Cara A: DENGAN KOMUNI 

Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.

P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari se-paroki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan. [Hening sejenak]

18A. BAPA KAMI Berdiri 

P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.

19A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI 

Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:
P : Marilah kita saling memberikan salam damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu 
menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata:
P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. 
Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat:
Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuan Nya.
Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.
U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan 
sembuh.  Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang 
menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:
P : Tubuh Kristus.
U : Amin.

Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.
----------------------------------------------------------------------------------------

17B. Cara B. TANPA KOMUNI 

P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati 
kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.

18B. BAPA KAMI Berdiri 

P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri 
Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.
U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Dapat dilaksanakan Salam Damai. 
P : Marilah kita saling memberikan salam damai.Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari 
yang berada paling dekat saja.

19B. DOA KOMUNI BATIN Berlutut/berdiri 

Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut: 

P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.
P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. 
Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4). [hening sejenak]
P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku 
terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]

P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di 
sini bersama kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan: 
P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu. 
U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu. 

▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali. 
▪ Lalu diberi saat hening secukupnya. 
▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu bertemakan Kenaikan.

20. MENDOAKAN MAZMUR 148 

P : Marilah kita bersama mendoakan Mazmur 148. 

Kita mau memuji Tuhan karena kemahakuasaan Nya yang terus memelihara kita hingga saat ini. 
[Sedapat mungkin didoakan bersama. Yang lain bisa menggunakan Alkitab]
Haleluya! Pujilah TUHAN di sorga, pujilah Dia di tempat tinggi!
Pujilah Dia, hai segala malaikat-Nya, pujilah Dia, hai segala tentara-Nya!
Pujilah Dia, hai matahari dan bulan, pujilah Dia, hai segala bintang terang!
Pujilah Dia, hai langit yang mengatasi segala langit, hai air yang di atas langit!
Baiklah semuanya memuji nama TUHAN, sebab Dia memberi perintah, maka semuanya tercipta. Dia mendirikan semuanya untuk seterusnya dan selamanya, dan memberi ketetapanyang tidak dapat dilanggar.

Pujilah TUHAN di bumi, hai ular-ular naga dan segenap samudera raya;hai api dan hujan es, salju dan kabut, angin badai yang melakukan firman-Nya;hai gunung-gunung dan segala bukit, pohon buah-buahan dan segala pohon aras:hai binatang-binatang liar dan segala hewan, binatang melata dan burung-burung yang bersayap; hai raja-raja di bumi dan segala bangsa, pembesar-pembesar dan semua pemerintah dunia;hai teruna dan anak-anak dara, orang tua dan orang muda!Biarlah semuanya memuji-muji TUHAN, sebab hanya nama-Nya saja yang tinggi luhur, keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit.Ia telah meninggikan tanduk umat-Nya, menjadi puji-pujian bagi semua orang yang dikasihi-Nya, bagi orang Israel, umat yang dekat pada-Nya. Haleluya!Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,seperti para permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. Amin.

21. AMANAT PENGUTUSAN 

P : Saudara-saudari, hari ini kita rayakan kenaikan Yesus ke surga. Kita diingatkan lagi bahwa kini adalah tugas kita untuk menjadi pewarta Sabda Keselamatan Tuhan. Kita pun diutus untuk menjadi pewarta dan memberikan kesaksian tentang karya agung penyelamatan Tuhan di dalam hidup harian kita. Semoga kita setia pada perutusan kita agar kita pun mampu menghantar sesama kepada Tuhan. Tuhan akan selalu menyertai kita hingga akhir zaman. 

22. DOA PENUTUP 

P : Marilah kita berdoa, Ya Allah, terima kasih untuk perayaan keselamatan ini. Kuatkanlah kami selalu agar kami mampu untuk menjadi saksi cinta-Mu di dalam keluarga dan lingkungan kami, agar kelak kami semua dapat 
bersatu dengan Dikau dalam kebahagiaan kekal. Demi Kristus, Dialah Tuhan dan pengantara kami. 
U : Amin

23. MOHON BERKAT TUHAN 

P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan. 
[hening sejenak]

P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal. 

[sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]

DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS. 

U : Amin. 

P : Perayaan Sabda Hari Raya Kenaikan Tuhan kita Yesus Kristus ini sudah selesai, alleluia, alleluia.

U : Syukur kepada Allah, alleluia, alleluia.. 

24. PENGUTUSAN 

P : Marilah pergi, kita diutus Tuhan untuk saling menolong. 
U : Amin. 

25. LAGU PENUTUP.

(Sumber : P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved