Rabu, 20 Mei 2026

Injil Katolik Hari Ini

Injil Katolik Hari Ini Rabu 20 Mei 2026 dan Mazmur Tanggapan

Mari simak injil Katolik hari ini Rabu 20 Mei 2026. Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
Ringkasan Berita:
  • Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.
  • Renungan harian Katolik hari ini ada dibagian akhir artikel ini.
  • Rabu 20 Mei 2026 merupakan hari Rabu Paskah VII, Perayaan fakultatif Santo Bernardinus dari Siena, Pengaku Iman, Santo Ivo, Uskup, dengan warna liturgi putih.

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak injil Katolik hari ini Rabu 20 Mei 2026.

Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.

Renungan harian Katolik hari ini ada dibagian akhir artikel ini.

Rabu 20 Mei 2026 merupakan hari Rabu Paskah VII, Perayaan fakultatif Santo Bernardinus dari Siena, Pengaku Iman, Santo Ivo, Uskup, dengan warna liturgi putih.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Rabu 20 Mei 2026 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Renungan Katolik Hari Rabu 20 Mei 2026, Mereka Menjadi Satu

Bacaan Pertama Kis 20:28-38

“Aku menyerahkan kamu kepada Tuhan yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu suatu bagian yang telah ditentukan.”

Dalam perpisahan dengan para penatua jemaat dari Efesus, Paulus berkata, “Jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri. 

Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar supaya mengikut mereka. 

Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada henti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata.

Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan berkuasa pula menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan. 

Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapa pun juga. Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku.

Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima.” 

Sesudah mengucapkan kata-kata itu, Paulus berlutut dan berdoa bersama-sama dengan mereka semua. Maka menangislah mereka semua tersedu-sedu, dan sambil memeluk Paulus, mereka berulang-ulang mencium dia. Mereka sangat berdukacita, terlebih-lebih karena Paulus katakan, bahwa mereka tidak akan melihat mukanya lagi. Lalu mereka mengantar dia ke kapal.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 68:29-30.33-35a.35b.36c 
Ref. Hai kerajaan-kerajaan bumi, menyanyilah bagi Allah!

Kerahkanlah kekuatan-Mu, ya Allah, tunjukkanlah kekuatan-Mu, ya Allah, Engkau yang telah bertindak bagi kami. Demi bait-Mu di Yerusalem raja-raja menyampaikan persembahan kepada-Mu.

Hai kerajaan-kerajaan bumi, menyanyilah bagi Allah, bermazmurlah bagi Tuhan, bagi Dia yang berkendaraan melintasi langit purbakala. Perhatikanlah, Ia memperdengarkan suara, suara-Nya yang dahsyat! Akuilah kekuatan Allah.

Kemegahan-Nya ada di atas Israel, kekuatan-Nya di dalam awan-awan. Terpujilah Allah!

Bait Pengantar Injil Yoh 17:17b.a
Firman-Mu, ya Tuhan,  adalah kebenaran. Kuduskanlah kami dalam kebenaran.

Bacaan Injil Yoh 17:11b-19

“Supaya mereka menjadi satu sama seperti kita.”
Dalam perjamuan malam terakhir Yesus menengadah ke langit dan berdoa bagi semua murid-Nya, “Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. 

Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku. Aku telah menjaga mereka, dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. 

Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu. Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka. Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka, dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. 

Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat. Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. 

Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia. Dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik

“Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu.” (Yohanes 17:11b)

Renungan Katolik Hari Ini: Doa Yesus yang Menjaga Hidup Kita
Dalam kehidupan sehari-hari, ada begitu banyak hal yang dapat mengguncang hati manusia. Kekhawatiran tentang masa depan, rasa takut kehilangan, tekanan hidup, hingga pergumulan iman sering membuat hati menjadi lelah. Banyak orang berusaha tampak kuat di hadapan dunia, tetapi diam-diam menyimpan kecemasan mendalam. Di tengah keadaan seperti itu, Injil hari ini menghadirkan sebuah penghiburan yang sangat indah: Yesus berdoa bagi kita.

Bacaan Injil Yohanes 17:11b-19 merupakan bagian dari doa Yesus sebelum sengsara-Nya. Ini adalah doa yang lahir dari kasih yang mendalam. Yesus tahu bahwa para murid akan menghadapi dunia yang keras, penuh penolakan, dan godaan. Karena itu, Ia menyerahkan mereka kepada perlindungan Bapa.

Inilah inti dari renungan Katolik hari ini: kita tidak berjalan sendirian. Kristus sendiri mendoakan, menjaga, dan menguduskan hidup kita.

Baca juga panduan lengkap di Renungan Katolik Harian untuk memahami cara melakukan renungan setiap hari secara mendalam.

Yesus Mengenal Kerapuhan Murid-Murid-Nya
Dunia yang Tidak Selalu Ramah pada Iman
Yesus berkata bahwa murid-murid-Nya berada di dunia, tetapi bukan berasal dari dunia. Kalimat ini menunjukkan adanya ketegangan hidup orang beriman. Kita hidup di tengah dunia modern dengan segala tuntutannya, tetapi hati kita dipanggil menuju kekudusan.

Dunia sering mengajarkan:

mengejar kesuksesan tanpa hati nurani,
mengutamakan popularitas,
hidup tanpa doa,
serta menyingkirkan Tuhan dari kehidupan sehari-hari.
Akibatnya, banyak orang mulai kehilangan arah rohani. Iman menjadi sekadar formalitas. Doa menjadi rutinitas kosong. Hati perlahan menjauh dari Tuhan.

Namun Yesus memahami keadaan manusia. Ia tahu murid-murid-Nya lemah. Ia tahu bahwa iman bisa goyah. Karena itulah Ia berdoa:

“Peliharalah mereka dalam nama-Mu.”
Doa ini bukan hanya untuk para rasul dua ribu tahun lalu. Ini juga menjadi doa bagi kita hari ini.

Dalam renungan harian Katolik ini, kita diingatkan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya sendirian menghadapi dunia.

Doa Yesus Adalah Perlindungan Bagi Jiwa
Tuhan Tidak Menjanjikan Hidup Tanpa Kesulitan
Sering kali manusia berharap bahwa mengikuti Tuhan berarti hidup akan selalu lancar. Namun Yesus tidak pernah menjanjikan kehidupan tanpa salib. Ia justru berkata:

“Aku tidak meminta supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari yang jahat.”

Artinya, orang beriman tetap menghadapi tantangan hidup:

sakit,
kegagalan,
konflik keluarga,
pengkhianatan,
kecemasan,
bahkan keraguan iman.
Tetapi ada satu hal yang memberi kekuatan: Tuhan menjaga kita.

Kadang perlindungan Tuhan tidak selalu terlihat secara langsung. Ada saat kita tetap menangis, tetap terluka, tetap kecewa. Namun di balik semua itu, Tuhan menjaga agar jiwa kita tidak hancur. Ia menjaga agar harapan tetap hidup.

Banyak orang pernah mengalami:

gagal tetapi tidak menyerah,
jatuh tetapi masih mampu bangkit,
terluka tetapi tetap memiliki kasih.
Semua itu sering menjadi bukti halus bahwa doa Tuhan bekerja dalam hidup manusia.

“Kesetiaan kepada Tuhan tidak bergantung pada penerimaan manusia.”
Kekudusan di Tengah Dunia
Dipanggil Menjadi Terang
Yesus berkata:

“Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.”
Kekudusan bukan hanya milik para imam, biarawan, atau santo-santa. Semua orang dipanggil untuk hidup kudus:

pelajar,
pekerja,
orang tua,
anak muda,
bahkan mereka yang masih berjuang melawan dosa.
Kekudusan dimulai dari hal-hal sederhana:

berkata jujur,
mengampuni,
setia dalam doa,
membantu sesama,
menjaga hati,
serta tetap memilih kasih ketika dunia menawarkan kebencian.

Dalam dunia yang penuh kebisingan, hidup kudus berarti tetap mendengarkan suara Tuhan.

Firman Tuhan Menjadi Penuntun
Banyak orang kehilangan damai karena hidup tanpa arah rohani. Hati manusia mudah dipenuhi:

iri hati,
kemarahan,
ambisi,
kecanduan dunia digital,
dan rasa kosong.
Karena itu, Yesus mengingatkan bahwa firman Tuhan adalah kebenaran. Sabda Tuhan bukan hanya bacaan rohani, tetapi terang bagi langkah hidup manusia.

Melalui refleksi Sabda Tuhan hari ini, kita belajar bahwa hidup rohani tidak bisa bertumbuh tanpa kedekatan dengan firman Tuhan.

Yesus Mengutus Kita ke Dunia
Menjadi Saksi Kasih Tuhan
Yesus berkata:

“Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia.”
Menjadi murid Kristus bukan berarti lari dari dunia. Kita justru diutus masuk ke dalam dunia untuk membawa terang Injil.

Di keluarga:

jadilah pembawa damai.
Di sekolah:

jadilah pribadi yang jujur.
Di media sosial:

jadilah penyebar harapan, bukan kebencian.
Di tempat kerja:

jadilah saksi kasih Tuhan melalui tindakan nyata.
Kadang kesaksian iman tidak membutuhkan kata-kata besar. Senyuman yang tulus, kesabaran menghadapi orang lain, atau kesediaan mendengarkan sesama bisa menjadi wajah kasih Kristus.

Dalam renungan Injil Yohanes hari ini, Yesus mengajak kita menjadi murid yang hidupnya memancarkan terang Tuhan.

Ketika Hati Merasa Sendiri
Tuhan Tetap Mendoakan Kita
Ada masa ketika manusia merasa:

tidak dipahami,
tidak dihargai,
atau berjalan sendirian.
Dalam saat-saat seperti itu, Injil hari ini memberi penghiburan besar: Yesus mendoakan kita.

Bayangkan betapa indahnya mengetahui bahwa Putra Allah membawa nama kita dalam doa-Nya kepada Bapa. Bahkan ketika manusia lain tidak memahami perjuangan kita, Tuhan tetap melihat semuanya.

Mungkin kita pernah:

menangis diam-diam,
merasa lelah menghadapi hidup,
kecewa terhadap diri sendiri,
atau takut menghadapi masa depan.
Namun Yesus tidak menjauh dari orang yang lemah. Ia justru datang lebih dekat.

Kasih Tuhan tidak bergantung pada kesempurnaan manusia. Ia tetap mengasihi bahkan ketika kita jatuh dan gagal.

Belajar Bertahan Dalam Iman
Iman Tidak Selalu Mudah
Menjadi pengikut Kristus sering kali berarti berjalan melawan arus dunia. Ada saat kita dianggap aneh karena memilih hidup benar. Ada saat kejujuran justru membuat kita rugi. Ada saat doa terasa sepi.

Tetapi Injil hari ini mengingatkan:

Tuhan tidak meminta kita menjadi sempurna dalam sekejap. Tuhan hanya meminta kita tetap tinggal bersama-Nya.

Iman bertumbuh:

melalui doa harian,
melalui Ekaristi,
melalui pertobatan,
melalui kesabaran dalam penderitaan,
dan melalui kesetiaan kecil setiap hari.
Karena itu jangan menyerah ketika hidup rohani terasa kering. Kadang justru dalam kekeringan itu Tuhan sedang memurnikan hati manusia.

Refleksi Kehidupan
Apakah Aku Sudah Membiarkan Tuhan Menjaga Hidupku?
Hari ini kita dapat bertanya kepada diri sendiri:

Apakah aku masih mengandalkan Tuhan?
Apakah aku masih menyediakan waktu untuk berdoa?
Apakah firman Tuhan masih menjadi arah hidupku?
Apakah aku membawa damai atau justru luka bagi orang lain?
Yesus tidak meminta agar kita menjadi orang paling hebat di dunia. Ia hanya ingin kita tetap tinggal dalam kasih-Nya.

Dan ketika kita jatuh, Tuhan selalu membuka jalan untuk kembali.

Penutup

Dalam Injil Yohanes 17:11b-19, kita melihat hati Yesus yang penuh kasih kepada murid-murid-Nya. Sebelum menghadapi penderitaan salib, Ia tidak memikirkan diri-Nya sendiri. Ia justru mendoakan mereka agar tetap kuat dalam iman.

Hari ini, doa yang sama masih bergema bagi kita:

“Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka.”
Semoga melalui renungan Katolik hari ini, kita semakin percaya bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan hidup kita. Di tengah dunia yang penuh kegelisahan, Kristus tetap menjaga, membimbing, dan menguduskan hati setiap orang yang berharap kepada-Nya. (Sumber the katolik.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved