Kamis, 4 Juni 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Katolik Hari Sabtu 23 Mei 2026, Tapi Engkau, Ikutlah Aku

Mari simak renungan Katolik hari Sabtu 23 Mei 2026. Tema renungan Katolik " Tapi Engkau, Ikutlah Aku".

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Katolik Hari Sabtu 23 Mei 2026, Tapi Engkau, Ikutlah Aku
TRIBUNFLORES.COM / HO-BRUDER
Br. Pio Hayon, SVD. Mari simak renungan Katolik hari Sabtu 23 Mei 2026. Tema renungan Katolik " Tapi Engkau, Ikutlah Aku". 
Ringkasan Berita:
  • Tema renungan Katolik " Tapi Engkau, Ikutlah Aku".
  • Renungan Katolik ada dibagian akhir artikel ini.
  • Renungan Katolik untuk hari Sabtu Paskah VII, Santo Desiderius, Uskup, Santo Yohanes Baptista di Rossi, Pengaku Iman, Santa Eufrosiana, Pertapa, dengan warna liturgi putih.

Oleh: Bruder Pio Hayon SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik hari Sabtu 23 Mei 2026.

Tema renungan Katolik " Tapi Engkau, Ikutlah Aku".

Renungan Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Renungan Katolik untuk hari Sabtu Paskah VII, Santo Desiderius, Uskup, Santo Yohanes Baptista di Rossi, Pengaku Iman, Santa Eufrosiana, Pertapa, dengan warna liturgi putih.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Sabtu 23 Mei 2026 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Teks Misa Minggu 24 Mei 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik

Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 28:16-20.30-31

Setelah tiba di Roma, Paulus yang dalam tahanan diperbolehkan tinggal dalam rumah sendiri bersama-sama seorang prajurit yang mengawalnya.

Tiga hari kemudian Paulus memanggil orang-orang terkemuka bangsa Yahudi, dan setelah mereka berkumpul, Paulus berkata, “Saudara-saudara, aku tidak berbuat kesalahan terhadap bangsa kita atau terhadap adat-istiadat nenek moyang kita!

Meskipun demikian aku ditangkap di Yerusalem dan diserahkan kepada orang-orang Roma. Setelah aku diperiksa, mereka bermaksud melepaskan aku, karena tidak terdapat suatu kesalahan pun padaku yang setimpal dengan hukuman mati.

Akan tetapi orang-orang Yahudi menentangnya, dan karena itu terpaksalah aku naik banding kepada Kaisar, tetapi bukan dengan maksud untuk mengadukan bangsaku. Itulah sebabnya aku meminta, supaya boleh bertemu dan berbicara dengan kamu, sebab justru karena pengharapan Israellah aku diikat dengan belenggu ini.”

Dua tahun penuh Paulus tinggal di rumah yang disewanya sendiri itu; ia menerima semua orang yang datang kepadanya. Dengan terus terang dan tanpa rintangan apa-apa ia memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm. 11:4.5.7
Ref. Orang yang tulus akan memandang wajah-Mu, ya Tuhan.

Tuhan ada di dalam bait-Nya yang kudus; Tuhan, takhta-Nya di surga; mata-Nya mengamat-amati, sorot mata-Nya menguji anak-anak manusia.

Tuhan menguji orang benar dan orang fasik, dan Ia membenci orang yang mencintai kekerasan. Sebab Tuhan adalah adil, dan Ia mengasihi keadilan; orang yang tulus akan memandang wajah-Nya.

Bait Pengantar Injil Yohanes 16:7.13
Ref. Alleluya, alleluya.

Aku akan mengutus Roh Kebenaran kepadamu, sabda Tuhan. Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran.

Bacaan Injil Yohanes 21:20-25

Setelah Yesus yang bangkit berkata kepada Petrus, “Ikutlah Aku,” Petrus berpaling dan melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus; dia inilah yang berkata, “Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?”

Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus, “Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?” Jawab Yesus, “Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau, ikutlah Aku.”

Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan, “Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu.”

Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, dan yang telah menuliskannya; dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar.

Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu persatu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Katolik

“Tapi engkau, Ikutlah Aku”

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Kadang kita mudah membandingkan diri: melihat orang lain seolah lebih dulu berhasil, lebih diberkati, atau lebih “tepat” dalam panggilannya. Dalam Injil hari ini, Yesus justru menegur cara pandang itu. Setelah mengutus Petrus, Yesus berkata kepada Petrus: bukan tentang apa yang terjadi pada orang lain, melainkan tentang satu panggilan yang paling penting—“Tapi engkau, ikutlah Aku.”

Saudara-saudari terkasih. 

Pada bacaan ini (Kis 28:16-20.30-31), Kisah para Rasul menampilkan Paulus yang tetap setia mewartakan Kristus, bahkan ketika berada dalam keadaan terbatas (dipantau/ditahan). Ia menerima banyak orang, menjelaskan Kerajaan Allah, dan mengajar dengan keberanian. Ini menunjukkan bahwa ketaatan pada panggilan bukan bergantung pada suasana nyaman, tetapi pada keteguhan batin: Kristus tetap diberitakan kapan pun dan di mana pun. Dalam Injil (Yoh 21:20-25) setelah Petrus diberi tugas, Petrus menoleh dan melihat “murid yang lain” (murid yang dikasihi). Ia bertanya-tanya: bagaimana nasib murid itu? Yesus menegaskan: perhatian Petrus jangan terseret pada rencana orang lain, melainkan kembali pada panggilan yang langsung diberikan kepadanya. Pesan utamanya: ikut Yesus bukan permainan perbandingan, melainkan ketaatan pribadi. Refleksi kita adalah “Suka membandingkan”: di mana kita cenderung membandingkan panggilan saya dengan orang lain? Permenungan kita: apakah kita lebih sering bertanya “kenapa aku tidak seperti dia?” daripada bertanya “Tuhan, apa langkah yang Engkau kehendaki untukku hari ini?” “Batasan”: 

Seperti Paulus dalam keadaan tahanan, ada situasi yang membuat kita serasa “terkunci”: kesibukan, kelelahan, kendala ekonomi, konflik, atau rasa takut. Permenungan kita: apa yang sedang membatasi kita, namun tidak boleh mematikan iman? Langkah kecil pelayanan/iman apa yang tetap bisa kita lakukan? “Ikutlah Aku”: kalimat Yesus “ikutlah Aku” terdengar seperti apa dalam hidup kita minggu ini? Permenungan kita: apakah kita taat pada panggilan Tuhan atau berpaling pada panggilan dunia? Tentukan satu tindakan nyata: misalnya meluangkan waktu doa harian singkat, mendekati seseorang yang membutuhkan, menunaikan tugas pelayanan dengan kesetiaan, atau berdamai lebih dahulu.

Saudara-saudari terkasih,

Pesan untuk kita, pertama,   Yesus tidak meminta kita menebak masa depan orang lain atau membandingkan jalan hidup. Ia berkata: “Tapi engkau, ikutlah Aku.” Kedua, kisah Para Rasul menegaskan bahwa kabar baik tetap dapat disebarkan dalam keterbatasan, sementara Injil menegaskan bahwa panggilan paling penting adalah ketaatan kita sendiri kepada Kristus. Ketiga, mama marilah kita memohon rahmat untuk tetap setia pada tugas yang Tuhan taruh, tanpa terseret oleh perbandingan. Dengan begitu, hidup kita menjadi kesaksian bahwa Yesus sungguh layak diikuti. Tuhan memberkati kita semua. (Sumber the katolik.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved