Rabu, 3 Juni 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Katolik Hari Rabu 3 Juni 2026, Allah Orang Hidup

Mari simak renungan Katolik hari Rabu 3 Juni 2026. Tema renungan Katolik "Allah orang hidup”.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Katolik Hari Rabu 3 Juni 2026, Allah Orang Hidup
TRIBUNFLORES.COM / HO-BRUDER
Br. Pio Hayon, SVD. Mari simak renungan Katolik hari Rabu 3 Juni 2026. Tema renungan Katolik "Allah orang hidup”. 
Ringkasan Berita:
  • Tema renungan Katolik "Allah orang hidup”.
  • Renungan Katolik ada dibagian akhir artikel ini.
  • Renungan Katolik untuk hari Rabu, Perayaan Wajib Santo Karolus Lwanga: Martir Uganda yang Setia, Santa Klotilda: Ratu yang Membawa Iman Kristiani, Santo Kevin Pengaku Iman: Santo Penjaga Alam Irlandia, dengan warna liturgi merah.

Oleh: Bruder Pio Hayon SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik hari Rabu 3 Juni 2026.

Tema renungan Katolik "Allah orang hidup”.

Renungan Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Renungan Katolik untuk hari Rabu, Perayaan Wajib Santo Karolus Lwanga: Martir Uganda yang Setia, Santa Klotilda: Ratu yang Membawa Iman Kristiani, Santo Kevin Pengaku Iman: Santo Penjaga Alam Irlandia, dengan warna liturgi merah.

Adapun bacaan liturgi katolik hari Rabu 3 Juni 2026 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Renungan Katolik Rabu 3 Juni 2026, Hidup Ini Tidak Hanya Berakhir di Kubur

Bacaan Pertama 2Tim. 1:1-3,6-12

Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah untuk memberitakan janji tentang hidup dalam Kristus Yesus, kepada Timotius, anakku yang kekasih: kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai engkau.

Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku. Dan selalu aku mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam.


Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.


Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.

Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman

dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa. Untuk Injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pemberita, sebagai rasul dan sebagai guru.

Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 123:1-2a,2bcd
Nyanyian ziarah. Kepada-Mu aku melayangkan mataku, ya Engkau yang bersemayam di sorga.

Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita.

Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita.

Bait Pengantar Injil: Yoh 11:25a.26

Akulah kebangkitan dan kehidupan.Barangsiapa percaya kepada-Ku, tak akan mati.Kekristenan

Bacaan Injil: Mrk 12:18-27

Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup.

Pada suatu hari, datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya,”Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita, ‘Jika seseorang yang mempunyai saudara laki-laki, mati dengan meninggalkan seorang isteri tetapi tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya.’

Ada tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang wanita, lalu mati tanpa meninggalkan keturunan.Maka yang kedua mengawini dia, tetapi juga mati tanpa meninggalkan keturunan.

Demikian juga yang ketiga.Dan begitulah seterusnya, ketujuh-tujuhnya tidak meninggalkan keturunan. Akhirnya wanita itu pun mati.Pada hari kebangkitan, bilamana mereka bangkit, siapakah yang menjadi suami perempuan itu? Sebab ketujuh-tujuhnya telah beristerikan dia.”Jawab Yesus kepada mereka,

“Kalian sesat, justru karena kalian tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah.Sebab di masa kebangkitan orang mati, orang tidak kawin atau dikawinkan; mereka hidup seperti malaikat di surga.Mengenai kebangkitan orang mati,

tidakkah kalian baca dalam kitab Musa, yaitu dalam ceritera tentang semak berduri, bahwa Allah bersabda kepada Musa, ‘Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. Kamu benar-benar sesat.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik

"Allah orang hidup”

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Peringatan Santo Karolus Lwanga dan teman‑temannya mengingatkan kita pada iman yang teguh hingga pengorbanan. Mereka adalah teladan bagaimana iman kepada Kristus memberi kekuatan melawan tekanan duniawi dan kebiadaban. Hari ini kita merenungkan klaim Yesus bahwa Allah adalah Allah orang hidup — bukan Allah orang mati — serta bagaimana pewartaan dan kesaksian kita harus menanggapi kebenaran itu.

Saudara-saudari terkasih. 

Dalam bacaan pertama (2Tim.  1: 1-3.6-12), Paulus meneguhkan Timotius: iman yang diwariskan harus dinyalakan kembali; pemberitaan Injil bukanlah sesuatu untuk ditutupi karena ia membawa hidup. Paulus menyaksikan penderitaan demi Injil tetapi tetap percaya bahwa Tuhan memegang hidup dan kematian. Panggilan mengambil bagian dalam penderitaan adalah bagian dari menjadi pewarta yang setia. Dalam Injil (Mrk. 12: 18-27), orang Saduki menantang Yesus dengan soal kebangkitan dan perkawinan di hidup setelah kematian (mengutip Hukum Mosaik). Yesus menegaskan: Allah bukanlah Allah orang mati melainkan orang hidup; bagi-Nya semua hidup. Dengan jawaban ini, Yesus menempatkan kebangkitan sebagai pusat pengharapan: hubungan dengan Allah melampaui kematian fisik karena hidup di dalam Dia tidak tercerabut.

Refleksi kita adalah “Iman”: Iman yang diwariskan mesti dinyalakan kembali. Paulus mendorong Timotius untuk membangkitkan karunia iman yang mungkin redup karena takut atau kenyamanan. Permenungan kita: siapakah yang mewariskan iman kepada kita, dan bagaimana kita menjaga agar api iman itu tetap menyala dalam tindakan dan kesaksian? “Allah orang hidup”: Allah mengatasi kematian: hidup sebagai pusat pengharapan. Jika Allah adalah Allah orang hidup, maka kematian tidak memutus relasi dengan-Nya; pengharapan kebangkitan memberi keberanian dalam menghadapi ancaman dan penderitaan. Permenungan kita: bagaimana keyakinan akan kebangkitan membentuk sikap kita terhadap penderitaan, kehilangan, dan ketakutan akan kematian? “Kesaksian”: Kesaksian di tengah ancaman menuntut keberanian dan keteguhan — Santo Karolus Lwanga dan teman‑temannya menunjukkan bahwa iman yang yakin pada Allah yang hidup memberi kemampuan untuk menolak kompromi dosa, bahkan dengan resiko tertinggi. Permenungan kita: di area mana kita dipanggil untuk berani bersaksi agar hidup kita mencerminkan bahwa Allah kita adalah Allah yang hidup?

Saudara-saudari terkasih,

Pesan untuk kita, pertama,  Allah adalah Allah orang hidup; kebangkitan adalah dasar pengharapan kita. Kedua, Iman yang diwariskan perlu dinyalakan kembali dan diwujudkan dalam keberanian menyaksikan Injil. Ketiga, kesetiaan sampai akhir, seperti para martir, menunjukkan bahwa iman kepada Allah yang hidup mengatasi segala ancaman.  Tuhan memberkati kita. (Sumber the katolik.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved