Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Katolik Hari Kamis 4 Juni 2026, Perintah Utama
Mari simak renungan Katolik hari Kamis 4 Juni 2026. Tema renungan Katolik hari ini "Perintah Utama”.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Br-Pio-Hayon-SVD.jpg)
Ringkasan Berita:
- Tema renungan Katolik hari ini "Perintah Utama”.
- Renungan Katolik ada dibagian akhir artikel ini.
- Renungan Katolik untuk hari Kamis Biasa IX Santo Kuirinus Martir: Kisah Iman dan Keteguhan, Santo Fransiskus Caracciolo Abbas dan Pelayan Ekaristi, dengan warna liturgi hijau.
Oleh: Bruder Pio Hayon SVD
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik hari Kamis 4 Juni 2026.
Tema renungan Katolik hari ini "Perintah Utama”.
Renungan Katolik ada dibagian akhir artikel ini.
Renungan Katolik untuk hari Kamis Biasa IX Santo Kuirinus Martir: Kisah Iman dan Keteguhan, Santo Fransiskus Caracciolo Abbas dan Pelayan Ekaristi, dengan warna liturgi hijau.
Adapun bacaan liturgi Katolik hari Kamis 4 Juni 2026 adalah sebagai berikut:
Baca juga: Renungan Katolik Kamis 4 Juni 2026, Kasih Sebagai Inti Kehidupan Orang Beriman
Bacaan Pertama 2Tim. 2:8-15
Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku. Karena pemberitaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi firman Allah tidak terbelenggu.
Karena itu aku sabar menanggung semuanya itu bagi orang-orang pilihan Allah, supaya mereka juga mendapat keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan yang kekal. Benarlah perkataan ini: "Jika kita mati dengan Dia, kitapun akan hidup dengan Dia;
jika kita bertekun, kitapun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Diapun akan menyangkal kita; jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya."
Ingatkanlah dan pesankanlah semuanya itu dengan sungguh-sungguh kepada mereka di hadapan Allah, agar jangan mereka bersilat kata, karena hal itu sama sekali tidak berguna, malah mengacaukan orang yang mendengarnya.
Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan Mzm 25:4bc-5ab,8-9,10,14
Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku.
Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.
TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.
Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.
Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya.
TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.
Bait Pengantar Injil Mzm 119:34
Berilah aku mengerti, maka aku akan mentaati hukum-Mu,aku kan menepatinya dengan segenap hati, ya Tuhan..
Bacaan Injil Mrk. 12:28b-34
Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?"
Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini." Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan."
Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
"Perintah Utama”
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Dalam perjalanan iman kita sering tergoda memecah perhatian antara banyak tuntutan duniawi dan satu panggilan utama: mengasihi Allah dan sesama. Hari ini tema “Perintah Utama” mengajak kita menata ulang prioritas agar hidup kita selaras dengan inti Injil—kasih yang membentuk identitas dan misi Gereja. Mari kita buka hati untuk mendengar panggilan sederhana namun radikal ini.
Saudara-saudari terkasih.
Bacaan pertama ini (2Tim. 2:8–15) meneguhkan tugas pewartaan: bertahan dalam penderitaan demi Injil, mengingat Yesus Kristus yang dibangkitkan, dan bertekun sebagai pekerja yang tidak perlu malu. Paulus menekankan kesetiaan pada sabda Allah dan tanggung jawab untuk menyampaikan kebenaran dengan ketekunan. Hidup sebagai murid berarti setia memegang pengajaran Kristus walau menghadapi tantangan.
Dalam Injil (Mrk. 12:28b–34) menampilkan pertanyaan inti dari seorang ahli hukum: “Berapakah hukum yang terutama?” Yesus menjawab dengan merangkum seluruh Hukum dan Para Nabi menjadi dua: mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan; dan mengasihi sesama seperti diri sendiri. Ahli hukum itu mengakui kebenaran jawaban itu, dan Yesus memuji pengakuannya—karena tindakan iman yang benar menumbuhkan kasih yang nyata. Refleksi kita adalah “Inti Iman”: Inti iman adalah kasih kepada Allah. Mengasihi Allah dengan “segenap” bagian hidup berarti memberi prioritas doa, penyembahan, dan ketaatan yang mempengaruhi semua pilihan. Permenungan kita: apakah doa dan relasi kita dengan Allah menjadi dasar setiap keputusan besar dan kecil? “Kasih kepada sesama”: Kasih kepada sesama sebagai implikasi nyata dari iman. Mengasihi “seperti diri sendiri” menuntut empati, keadilan, dan tindakan konkret bagi yang lemah. Permenungan kita: bagaimana kasih kita pada tetangga, orang miskin, atau yang tersingkir tercermin dalam tindakan sehari-hari? “Kesetiaan”: Kesetiaan dalam pelayanan sebagai bukti kebenaran pewartaan. Paulus menegaskan pentingnya tidak malu terhadap Injil dan menjadi pekerja yang setia. Permenungan kita: apakah keberanian kita menyampaikan Injil dan melayani dengan konsisten meski menghadapi penolakan atau penderitaan?
Saudara-saudari terkasih
Pesan untuk kita, pertama, perintah utama merangkum seluruh hukum: kasih total kepada Allah dan kasih konkret kepada sesama. Kedua, kasih yang sejati memengaruhi keputusan, prioritas, dan tindakan hidup sehari-hari. Ketiga, kesetiaan dalam menyampaikan Injil dan melayani, meski disertai tantangan, membuktikan kebenaran iman kita. Tuhan memberkati kita.
(Sumber the katolik.com/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Renungan Katolik Hari Kamis 4 Juni 2026
Renungan Harian Katolik Kamis 4 Juni 2026
Renungan Katolik Hari ini Kamis 4 Juni 2026
Renungan Katolik Kamis 4 Juni 2026
Bruder Pio Hayon SVD
| Bacaan Liturgi Hari Ini Kamis 4 Juni 2026, Pesta Santo Kuirinus, Martir |
|
|---|
| Renungan Katolik Kamis 4 Juni 2026, Kasih Sebagai Inti Kehidupan Orang Beriman |
|
|---|
| Bacaan Injil Katolik Hari Ini Kamis 4 Juni 2026 dan Renungan Harian Katolik |
|
|---|
| Kalender Liturgi Katolik Hari Ini Kamis 4 Juni 2026, Pekan Biasa IX Tahun A |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Kamis 4 Juni 2026, Kasihilah Sesamamu Manusia |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.