Minggu, 7 Juni 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Katolik Jumat 5 Juni 2026, Hindari Kesesatan dan Disesatkan

Simak renungan Katolik Jumat 5 Juni 2026. Tema renungan Katolik "Hidup Selaras Kebenaraan dalam kitab suci, hindari kesesatan

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
Ringkasan Berita:
  • Tema renungan Katolik "Hidup Selaras Kebenaraan dalam kitab suci, hindari kesesatan dan disesatkan."
  • Renungan Katolik ada dibagian akhir artikel ini.
  • Renungan katolik untuk hari Jumat Biasa IX, Perayaan Wajib Santo Bonifasius Uskup dan Martir: Rasul Jerman, Santo Ferdinandus Constante Martir yang Setia pada Iman, dengan warna liturgi merah.

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik Jumat 5 Juni 2026.

Tema renungan Katolik "Hidup Selaras Kebenaraan dalam kitab suci, hindari kesesatan dan disesatkan."

Renungan Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Renungan katolik untuk hari Jumat Biasa IX, Perayaan Wajib Santo Bonifasius Uskup dan Martir: Rasul Jerman, Santo Ferdinandus Constante Martir yang Setia pada Iman, dengan warna liturgi merah.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Jumat 5 Juni 2026 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Renungan Harian Katolik Jumat 5 Juni 2026, Yesus Bukan Sekadar Tokoh Besar

Bacaan Pertama 2Tim 3:10-17

Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah untuk memberitakan janji tentang hidup dalam Kristus Yesus, kepada Timotius, anakku yang kekasih: kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai engkau.

Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku. Dan selalu aku mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam.

Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.

Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.

Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa.

Untuk Injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pemberita, sebagai rasul dan sebagai guru. Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 25:4bc-5ab,8-9,10,14
Nyanyian ziarah. Kepada-Mu aku melayangkan mataku, ya Engkau yang bersemayam di sorga.

Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita.

Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita.

Bait Pengantar Injil Yohanes 14:23

Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Barangsiapa mengasihi Aku, akan mentaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya.

Pada suatu hari Yesus mengajar di Bait Allah, kata-Nya, “Bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan, bahwa Mesias adalah anak Daud?

Daud sendiri berkata dengan ilham Roh Kudus, “Tuhan telah bersabda kepada Tuanku: Duduklah di sisi kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.

Jadi Daud sendiri menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia sekaligus anaknya?” Orang yang besar jumlahnya mendengarkan Yesus dengan penuh minat

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik

HIDUP SELARAS KEBENARAN DALAM KITAB SUCI, HINDARI KESESATAN DAN SISESATKAN

(2Tim. 3:10-17; Mzm. 119: 157.160.161.165.166.168, Mrk. 12:35-37).

"Daud sendiri menyebut Dia  Tuannya, bagaimana mungkin Ia sekaligus anaknya?" (Mrk. 12:37a).

Tuhan Allah menurunkan tuntunan kebenaran menuju hidup benar dalam Kitab Suci. Orang beriman yang percaya kepada Yesus  sebagai Sang Sabda Allah yang menjelma, berjuang belajar membaca Kitab Suci agar semakin karib-akrab dengannya. Sebab Kitab Suci mengajarkan kita untuk hidup sesuai kebenaran Allah. Kesesatan terjadi karena manusia hidup tanpa Kitab Suci sebagai kompas yang menunjuk arah tepat pada kebenaran. Maka hidup menyesatkan dan disesatkan menjadi realitas lumrah yang tak terhindarkan. 

Kepada para ahli Taurat yang tersesat dalam pemahaman akan Yesus sebagai anak Daud, Yesus menjelaskan berdasarkan isi Kitab Suci. Kata Yesus: Daud sendiri menyebut Dia Tuannya bagaimana munkin anaknya juga? Di sini Yesus mau mengajak para pendengar-Nya untuk paham tentang ke-Mesiasan-Nya. Dalam Diri Yesus terdapat dua kodrat: Ilahi dan manusiawi, Allah dan Manusia. Ia menjadi saudara kita, namun Ia tetap Allah. Yesus yang adalah kekal, ada sebelum segala abad, menjelma melalui Maria Bunda Allah, masuk ke dalam dunia sebagai penggenapan nubuat tentang janji Allah akan kedatangan Juruselamat  melalui pewartaan para nabi. Oleh sebab Ia adalah Mesias maka tindakan dan pengajaran-Nya sangat mengagumkan. Kitab Suci bersaksi, "Orang yang besar jumlahnya mendengar Yesus dengan penuh hikmat." (Mrk. 12:37b). 

Kepada Timotius, Paulus juga mengingatkan agar tetap berpegang pada kebenaran. Tetap teguh pada Tuhan. Berjuang karib dengan Kitab Suci yang sudah dikenalnya sejak kecil. Kitab Suci buku pegangan kebenaran, tuntunan untuk berbuat benar dan baik. "Setiap orang yang mau hidup saleh dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya. Orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan." 2Tim. 3:11). Peran unggul Kitab Suci: memberi hikmat, penuntun pada keselamatan, memperbaiki kelakuan, mendidik orang dalam kebenaran. 

Pemazmur menanggapi dalam madahnya, "Dasar firman-Mu adalah kebenaran dan untuk selama-lamanyalah segala hukum-Mu yang adil." (Mzm. 119:160). 

Orang-orang kudus dekat dengan Kitab Suci, menjadi sahabat Allah yang selalu mewartakan kebenaran Ilahi. Hal-hal unggul dalam Kitab Suci hendaknya menjadi pedoman hidup dalam perjuangan menggapai kualitas hidup yang lebih agar berkenan kepada Allah.

Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Jumat/Pekan Biasa IX/A/II, 050626). (Sumber the katolik.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved