Senin, 8 Juni 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Katolik Hari Jumat 5 Juni 2026, Mesias Anak Daud

Mari simak renungan Katolik hari Jumat 5 Juni 2026. Tema renungan Katolik  “Mesias anak Daud”.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Katolik Hari Jumat 5 Juni 2026, Mesias Anak Daud
TRIBUNFLORES.COM / HO-BRUDER
Br. Pio Hayon, SVD. Mari simak renungan Katolik hari Jumat 5 Juni 2026. Tema renungan Katolik  “Mesias anak Daud”. 
Ringkasan Berita:
  • Tema renungan Katolik  “Mesias anak Daud”.
  • Renungan Katolik ada dibagian akhir artikel ini.
  • Renungan katolik untuk hari Jumat Biasa IX, Perayaan Wajib Santo Bonifasius Uskup dan Martir: Rasul Jerman, Santo Ferdinandus Constante Martir yang Setia pada Iman, dengan warna liturgi merah.

Oleh: Bruder Pio Hayon SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik hari Jumat 5 Juni 2026.

Tema renungan Katolik  “Mesias anak Daud”.

Renungan Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Renungan katolik untuk hari Jumat Biasa IX, Perayaan Wajib Santo Bonifasius Uskup dan Martir: Rasul Jerman, Santo Ferdinandus Constante Martir yang Setia pada Iman, dengan warna liturgi merah.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Jumat 5 Juni 2026 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Renungan Katolik Jumat 5 Juni 2026, Hindari Kesesatan dan Disesatkan

Bacaan Pertama 2Tim 3:10-17

Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah untuk memberitakan janji tentang hidup dalam Kristus Yesus, kepada Timotius, anakku yang kekasih: kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai engkau.

Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku. Dan selalu aku mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam.

Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.

Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.

Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa.

Untuk Injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pemberita, sebagai rasul dan sebagai guru. Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 25:4bc-5ab,8-9,10,14
Nyanyian ziarah. Kepada-Mu aku melayangkan mataku, ya Engkau yang bersemayam di sorga.

Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita.

Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita.

Bait Pengantar Injil Yohanes 14:23

Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Barangsiapa mengasihi Aku, akan mentaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya.

Pada suatu hari Yesus mengajar di Bait Allah, kata-Nya, “Bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan, bahwa Mesias adalah anak Daud?

Daud sendiri berkata dengan ilham Roh Kudus, “Tuhan telah bersabda kepada Tuanku: Duduklah di sisi kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.

Jadi Daud sendiri menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia sekaligus anaknya?” Orang yang besar jumlahnya mendengarkan Yesus dengan penuh minat

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik

 “Mesias anak  Daud”

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Pada peringatan Santo Bonefasius, kita diingatkan akan panggilan menjadi gembala yang setia sampai pengorbanan. Tema “Mesias Anak Daud” membawa kita kepada pengakuan mendalam tentang siapa Yesus: pewaris janji Daud sekaligus Penguasa meski dengan cara yang tak terduga. Hari ini mari kita merenungkan pengakuan iman itu sebagai sumber kekuatan untuk mewartakan dan hidup dengan keberanian.

Saudara-saudari terkasih. 

Dalam bacaan ini (2Tim. 2:8–15) menegaskan pusat pewartaan Paulus: Kristus telah dibangkitkan, dan pemberitaan itu wajib diteruskan tanpa malu. Paulus mengingatkan Timotius untuk bertekun, menanggung penderitaan demi Injil, dan menjadi pekerja yang dapat dipercaya. Fondasi iman kita adalah kebangkitan Kristusperistiwa yang menguatkan klaim Yesus sebagai Mesias yang hidup. Dalam  injil (Mrk. 12:28–34), menampilkan sebuah momen reflektif: Yesus menanyakan bagaimana orang dapat menyamakan Mesias dengan anak Daud padahal Daud sendiri memanggil Mesias “Tuhan” dalam mazmur. Dengan menunjuk bait-bait Kitab Suci, Yesus menunjukkan bahwa Mesias lebih dari sekadar keturunan Daud; Dia memiliki posisi ilahi sekaligus manusiawi adalah inti misteri inkarnasi dan kerajaan-Nya. Pengakuan ini menantang cara pandang tradisional: Mesias bukan hanya penggenap silsilah, tetapi pribadi yang melampaui ekspektasi manusia. Refleksi permenungan adalah “Penggenapan janji”: Mesias sebagai penggenap janji dan kenyataan ilahi di mana Yesus menghubungkan nubuat Daud dengan hakikat Mesias yang melampaui teks kitab suci. Permenungan kita: apakah pengakuan kita terhadap Kristus hanya formal atau sudah memasuki pemahaman bahwa Dia adalah Tuhan yang berkuasa atas hidup kita? “Panggilan pewartaan”: Panggilan untuk mewartakan kebangkitan tanpa malu. Paulus menempatkan kebangkitan sebagai pusat pewartaan. Permenungan kita: seberapa berani kita menyatakan Injil kebangkitan dalam perkataan dan perbuatan, terutama ketika itu menuntut pengorbanan? “Kepemimpinan”: Kepemimpinan bergaya pelayanan dan pengorbanan. Santo Bonefasius memberi contoh bahwa memimpin berarti siap menjadi saksi hingga akhir. Permenungan kita: bagaimana kita mempraktikkan pelayanan yang berani dan setia dalam peran kita sebagai imam, pemimpin komunitas, atau anggota jemaat biasa?

Saudara-saudari terkasih,

Pesan untuk kita, pertama,  Yesus adalah Mesias yang menggenapi janji Daud sekaligus melampaui pengharapan manusia sebagai pribadi ilahi. Kedua, kebangkitan Kristus adalah inti pewartaan; kita dipanggil menyatakannya tanpa rasa malu. Ketiga, kepemimpinan Kristen menuntut kesetiaan dan kesiapan berkorban, teladan yang ditunjukkan oleh para martir seperti Santo Bonefasius.  Tuhan memberkati kita. (Sumber the katolik.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved