Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Hari Ini Jumat 5 Juni 2026, Hidup dalam Kebenaran Allah
Mari simak renungan hari ini Jumat 5 Juni 2026. Tema renungan hari ini "hidup dalam kebenaran Allah".
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
Ringkasan Berita:
- Tema renungan hari ini "hidup dalam kebenaran Allah".
- Renungan hari ini ada dibagian akhir artikel ini.
- Renungan hari ini untuk hari Jumat Biasa IX, Perayaan Wajib Santo Bonifasius Uskup dan Martir: Rasul Jerman, Santo Ferdinandus Constante Martir yang Setia pada Iman, dengan warna liturgi merah.
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan hari ini Jumat 5 Juni 2026.
Tema renungan hari ini "hidup dalam kebenaran Allah".
Renungan hari ini ada dibagian akhir artikel ini.
Renungan hari ini untuk hari Jumat Biasa IX, Perayaan Wajib Santo Bonifasius Uskup dan Martir: Rasul Jerman, Santo Ferdinandus Constante Martir yang Setia pada Iman, dengan warna liturgi merah.
Adapun bacaan liturgi Katolik hari Jumat 5 Juni 2026 adalah sebagai berikut:
Baca juga: Renungan Katolik Hari Ini Jumat 5 Juni 2026, Semoga Hati Yesus Hidup dalam Hati Semua Orang
Bacaan Pertama 2Tim 3:10-17
Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah untuk memberitakan janji tentang hidup dalam Kristus Yesus, kepada Timotius, anakku yang kekasih: kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai engkau.
Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku. Dan selalu aku mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam.
Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.
Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.
Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.
Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa.
Untuk Injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pemberita, sebagai rasul dan sebagai guru. Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan Mzm 25:4bc-5ab,8-9,10,14
Nyanyian ziarah. Kepada-Mu aku melayangkan mataku, ya Engkau yang bersemayam di sorga.
Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita.
Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita.
Bait Pengantar Injil Yohanes 14:23
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Barangsiapa mengasihi Aku, akan mentaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya.
Pada suatu hari Yesus mengajar di Bait Allah, kata-Nya, “Bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan, bahwa Mesias adalah anak Daud?
Daud sendiri berkata dengan ilham Roh Kudus, “Tuhan telah bersabda kepada Tuanku: Duduklah di sisi kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.
Jadi Daud sendiri menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia sekaligus anaknya?” Orang yang besar jumlahnya mendengarkan Yesus dengan penuh minat
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
"Hidup dalam Kebenaran Allah"
Kitab suci merupakan sumber ilham bagi orang-orang yang percaya. Oleh karena itu, setiap kali orang membaca, mendengarkan, dan merenungkan firman Tuhan hendaknya firman itu menjadi sumber kebenaran dan kekuatan bagi kehidupannya. Surat Paulus kepada Timotius adalah ilham dari Allah untuk mengajar, menegur, memperbaiki, dan mendidik orang dalam kebenaran. Selanjutnya, teks ini juga menekankan bahwa Timotius telah mengikuti ajaran, jalan hidup, tujuan, iman, kesabaran, kasih dan ketekunan dari Paulus. Hal ini menunjukkan bahwa Kitab Suci bukan hanya soal doktrin, melainkan juga mengenai bagaimana kita hidup sesuai dengan kebenaran Allah.
Yesus mengajarkan para pengikut-Nya tentang pentingnya mengenal Allah sebagai satu-satunya Tuhan. Yesus menunjukkan bahwa Allah adalah satu dan tidak ada yang lain selain Dia. Dengan demikian, kita harus backseat Allah sebagai sumber kebenaran dan kasih karunia. Kita terus belajar dan memahami siapa Allah, melalui firman dan tindakan-Nya di dunia ini. Kita tetap teguh dalam iman dan tidak mudah tergoda oleh ajaran-ajaran lain yang bertentangan dengan kebenaran Allah.
Tuhan, tambahkanlah iman kami agar kami menaruh perhatian lebih pada firman-Mu yang merupakan sumber kebenaran dan kekuatan bagi kami. Amin. (Sumber the katolik.com/adiutami.com/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.