Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Hari Ini Rabu 10 Juni 2026, Jangan Menghakimi Orang Lain
Mari simak renungan hari ini Rabu 10 Juni 2026. Tema renungan hari ini "jangan menghakimi orang lain"
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
Ringkasan Berita:
- Tema renungan hari ini "jangan menghakimi orang lain"
- Renungan hari ini ada dibagian akhir artikel ini.
- Renungan hari ini untuk hari Rabu Biasa X, Santo Henrikus Balzano, Pengaku Iman yang Rendah Hati, dengan warna liturgi hijau.
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan hari ini Rabu 10 Juni 2026.
Tema renungan hari ini "jangan menghakimi orang lain"
Renungan hari ini ada dibagian akhir artikel ini.
Renungan hari ini untuk hari Rabu Biasa X, Santo Henrikus Balzano, Pengaku Iman yang Rendah Hati, dengan warna liturgi hijau.
Adapun bacaan liturgi Katolik hari Rabu 10 Juni 2026 adalah sebagai berikut:
Baca juga: Renungan Katolik Hari Ini Rabu 10 Juni 2026 Orang Tak Beriman Butuh Bukti Iman dari Allah yang Benar
Bacaan Pertama 1Raj. 18:20-39
Ahab mengirim orang ke seluruh Israel dan mengumpulkan nabi-nabi itu ke gunung Karmel. Lalu Elia mendekati seluruh rakyat itu dan berkata: "Berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau TUHAN itu Allah, ikutilah Dia, dan kalau Baal, ikutilah dia." Tetapi rakyat itu tidak menjawabnya sepatah katapun.
Lalu Elia berkata kepada rakyat itu: "Hanya aku seorang diri yang tinggal sebagai nabi TUHAN, padahal nabi-nabi Baal itu ada empat ratus lima puluh orang banyaknya. Namun, baiklah diberikan kepada kami dua ekor lembu jantan; biarlah mereka memilih seekor lembu, memotong-motongnya, menaruhnya ke atas kayu api,
tetapi mereka tidak boleh menaruh api. Akupun akan mengolah lembu yang seekor lagi, meletakkannya ke atas kayu api dan juga tidak akan menaruh api. Kemudian biarlah kamu memanggil nama allahmu dan akupun akan memanggil nama TUHAN. Maka allah yang menjawab dengan api, dialah Allah!" Seluruh rakyat menyahut, katanya: "Baiklah demikian!"
Kemudian Elia berkata kepada nabi-nabi Baal itu: "Pilihlah seekor lembu dan olahlah itu dahulu, karena kamu ini banyak. Sesudah itu panggillah nama allahmu, tetapi kamu tidak boleh menaruh api."
Mereka mengambil lembu yang diberikan kepada mereka, mengolahnya dan memanggil nama Baal dari pagi sampai tengah hari, katanya: "Ya Baal, jawablah kami!" Tetapi tidak ada suara, tidak ada yang menjawab. Sementara itu mereka berjingkat-jingkat di sekeliling mezbah yang dibuat mereka itu.
Pada waktu tengah hari Elia mulai mengejek mereka, katanya: "Panggillah lebih keras, bukankah dia allah? Mungkin ia merenung, mungkin ada urusannya, mungkin ia bepergian; barangkali ia tidur, dan belum terjaga."
Maka mereka memanggil lebih keras serta menoreh-noreh dirinya dengan pedang dan tombak, seperti kebiasaan mereka, sehingga darah bercucuran dari tubuh mereka. Sesudah lewat tengah hari, mereka kerasukan sampai waktu mempersembahkan korban petang, tetapi tidak ada suara, tidak ada yang menjawab, tidak ada tanda perhatian.
Kata Elia kepada seluruh rakyat itu: "Datanglah dekat kepadaku!" Maka mendekatlah seluruh rakyat itu kepadanya. Lalu ia memperbaiki mezbah TUHAN yang telah diruntuhkan itu. Kemudian Elia mengambil dua belas batu, menurut jumlah suku keturunan Yakub. ?Kepada Yakub ini telah datang firman TUHAN: "Engkau akan bernama Israel." ?
Ia mendirikan batu-batu itu menjadi mezbah demi nama TUHAN dan membuat suatu parit sekeliling mezbah itu yang dapat memuat dua sukat benih. Ia menyusun kayu api, memotong lembu itu dan menaruh potongan-potongannya di atas kayu api itu.
Sesudah itu ia berkata: "Penuhilah empat buyung dengan air, dan tuangkan ke atas korban bakaran dan ke atas kayu api itu!" Kemudian katanya: "Buatlah begitu untuk kedua kalinya!" Dan mereka berbuat begitu untuk kedua kalinya. Kemudian katanya: "Buatlah begitu untuk ketiga kalinya!" Dan mereka berbuat begitu untuk ketiga kalinya,
sehingga air mengalir sekeliling mezbah itu; bahkan parit itupun penuh dengan air. Kemudian pada waktu mempersembahkan korban petang, tampillah nabi Elia dan berkata: "Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah di tengah-tengah Israel dan bahwa aku ini hamba-Mu dan bahwa atas firman-Mulah aku melakukan segala perkara ini.
Jawablah aku, ya TUHAN, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah, ya TUHAN, dan Engkaulah yang membuat hati mereka tobat kembali." Lalu turunlah api TUHAN menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya.
Ketika seluruh rakyat melihat kejadian itu, sujudlah mereka serta berkata: "TUHAN, Dialah Allah! TUHAN, Dialah Allah!"
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Jagalah aku ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. Aku berkata kepada Tuhan, “Engkaulah Tuhanku.”
Bertambahlah kesedihan orang-orang yang mengikuti allah lain; aku tidak akan ikut mempersembahkan kurban curahan mereka, juga tidak akan menyebut-nyebut nama mereka dengan bibirku.
Ya Tuhan, Engkaulah bagian warisan dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku. Aku senantiasa memandang kepada Tuhan; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah di tangan kanan-Mu ada nikmat yang abadi.
Bait Pengantar Injil: Alleluya
Ref. Alleluya.
Tunjukkanlah lorong-Mu kepadaku, ya Tuhan, bimbinglah aku menurut sabda-Mu yang benar.
Bacaan Injil: Mat. 5:17-19
Dalam khotbah di bukit Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
Karena Aku berkata kepadamu: Sungguh, selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah Taurat sekali pun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat-tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Surga.
Tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Surga.”.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
"Jangan Menghakimi Orang Lain"
Orang-orang zaman ini lebih gampang menghakimi orang lain daripada mencari kebenaran. Bahkan, terhadap Tuhan sekalipun, masih berprasangka dan bukannya percaya kepada-Nya. Dalam kisah Nabi Elia yang berhadapan dengan nabi-nabi Baal, Nabi Elia hanya seorang diri. Namun, ia lebih mengandalkan Tuhan sebagai satu-satunya Allah dan penolongnya yang setia. Saat itu, Raja Ahab dan semua pengikut Baalnya bersatu, melawan Nabi Elia. Mereka berdebat tentang siapa yang memiliki Allah yang benar. Karena itu, mereka berusaha membuktikannya dengan meletakkan persembahan di atas altar yang sudah disiapkan. Seekor lembu dipotong dan diolah, lalu kurban persembahan itu tidak boleh dipasang api, tetapi dengan memanggil ilah mereka untuk membakar kurban persembahan itu. Namun, ketika Raja Ahab dan pengikutnya melakukan hal itu, tidak ada tanda-tanda kurban persembahan itu terbakar oleh api karena tidak ada api yang muncul.
Lalu, tibalah giliran Elia. Ia mulai berdoa dan setelah berdoa, turunlah api Tuhan menyambar kurban bakaran, kayu bakar, batu, tanah, serta air yang ada. Semua itu dilahap oleh api Tuhan. Setelah melihat kejadian itu, seluruh rakyat bersujud dan berseru, "Tuhan, Dialah Allah." Peristiwa itu menjadi tanda paling nyata akan kebenaran Tuhan yang telah ditolak oleh bangsa pilihan-Nya sendiri.
Yesus juga melawan hal yang sama. Dalam khotbah di bukit Yesus berkata, "Jangan kalian menyangka bahwa aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau Kitab Para Nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya." Yesus mengetahui bahwa konsep para murid-Nya dan orang-orang yang mendengarkan pengajaran-Nya tentang diri-Nya masih sangat terbatas. Artinya, hanya sebatas seorang nabi yang akan datang untuk membebaskan mereka dari perbudakan dan penjajahan. Padahal, semua yang telah disampaikan di dalam hukum Taurat dan Kitab Para Nabi itu terpenuhi di dalam diri-Nya. Namun, mereka tidak memahami itu karena sangat dipengaruhi oleh kebenaran yang semu.
Sebagai murid-murid Tuhan kita telah banyak mendengar pengajaran Tuhan dalam Kitab Suci. Kita diharapkan mengenal dan mengimani-Nya dengan iman yang benar dan utuh serta tetap setia kepada-Nya sebagaimana diteladankan oleh Nabi Elia.
Ya Tuhan, tuntunlah kami supaya selalu memilih dan mengikuti kehendak-Mu, serta berusaha hidup sesuai dengan hukum-hukum-Mu. Amin. (Sumber the katolik.com/adiutami.com/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Injil Katolik Hari Ini Rabu 10 Juni 2026
Bacaan Injil Katolik Hari Ini Rabu 10 Juni 2026
Renungan Katolik Hari Ini Rabu 10 Juni 2026
Liturgi Hari Ini Rabu 10 Juni 2026
Katolik Hari Ini Rabu 10 Juni 2026
Renungan Katolik Hari Rabu 10 Juni 2026
Injil Katolik Misa Hari Ini Rabu 10 Juni 2026
Bacaan Liturgi Hari Ini Rabu 10 Juni 2026
Liturgi Katolik Hari Ini Rabu 10 Juni 2026
Renungan Katolik Rabu 10 Juni 2026
Tribun Flores.com
| Renungan Katolik Hari Ini Rabu 10 Juni 2026 Orang Tak Beriman Butuh Bukti Iman dari Allah yang Benar |
|
|---|
| Renungan Katolik Hari Rabu 10 Juni 2026, Memilih Tuhan di Tengah Banyak "Baal" Zaman Modern |
|
|---|
| Injil Katolik Misa Hari Ini Rabu 10 Juni 2026 dan Mazmur Tanggapan |
|
|---|
| Renungan Katolik Rabu 10 Juni 2026, Untuk Menggenapinya |
|
|---|
| Bacaan Liturgi Hari Ini Rabu 10 Juni 2026, Pesta Santo Henrikus Balzano |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.