Breaking News
Kamis, 11 Juni 2026

Bacaan Injil Katolik

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Kamis 11 Juni 2026 dan Renungan Harian Katolik

Mari simak bacaan Injil Katolik hari ini Kamis 11 Juni 2026. Bacaan injil katolik hari ini lengkap renungan harian Katolik.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
Ringkasan Berita:
  • Bacaan injil katolik hari ini lengkap renungan harian Katolik.
  • Renungan harian Katolik ada dibagian akhir artikel ini.
  • Kamis 11 Juni 2026, merupakan hari Kamis, Perayaan Wajib Santo Barnabas Rasul: Kisah, Mukjizat, dan Teladan Iman, dengan warna liturgi merah.

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak bacaan Injil Katolik hari ini Kamis 11 Juni 2026.

Bacaan injil katolik hari ini lengkap renungan harian Katolik.

Renungan harian Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Kamis 11 Juni 2026, merupakan hari Kamis, Perayaan Wajib Santo Barnabas Rasul: Kisah, Mukjizat, dan Teladan Iman, dengan warna liturgi merah.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 11 Juni 2026, Menjadi Orang yang Penuh Kedamaian

Bacaan Pertama Kis. 11:21b-26;13:1-3

Pada perkembangan awal umat beriman, di Antiokhia sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan. Maka sampailah kabar tentang mereka itu kepada jemaat di Yerusalem.

Lalu jemaat itu mengutus Barnabas ke Antiokhia. Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan.

Karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman, sejumlah orang dibawa kepada Tuhan. Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus. Setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia.

Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhia murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.

Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, Lukius orang Kirene, Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm. 98:2-3ab,3c-4,5-6
Ref. Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.

Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.

Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang dari pada-Nya. Ia telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.

Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah!

Bermazmurlah bagi Tuhan dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu merdu; dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring bersorak-sorailah di hadapan Raja, yakni Tuhan!

Bait Pengantar Injil Mat 28:19-20
Ref. Alleluya, alleluya.

Pergilah, ajarlah segala bangsa, sabda Tuhan. Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.

Bacaan Injil Mat 10:7-13

Sekali peristiwa Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat. Sembuhkanlah orang-orang sakit, bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta, usirlah setan-setan! Kamu telah menerima dengan cuma-cuma; karena itu berilah dengan cuma-cuma pula!

Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.

Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak, dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat. Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya; jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik

Dalam renungan Katolik hari ini, Gereja mengajak kita merayakan pesta seorang rasul yang mungkin tidak terlalu sering dibicarakan, namun memiliki hati yang sangat besar bagi Gereja perdana, yaitu Saint Barnabas. Nama Barnabas berarti “anak penghiburan.” Ia hadir sebagai pribadi yang membawa damai, pengharapan, dan keberanian bagi banyak orang.

Bacaan Injil hari ini dari Gospel of Matthew 10:7-13 memperlihatkan Yesus mengutus para murid-Nya untuk pergi mewartakan Kerajaan Allah. Mereka tidak diutus membawa kekuasaan duniawi, melainkan membawa damai, kesederhanaan, dan kasih Tuhan.


Di tengah dunia modern yang penuh kebisingan, persaingan, dan kecemasan, Sabda Tuhan hari ini terasa begitu relevan. Tuhan tidak pertama-tama meminta kita menjadi orang hebat. Tuhan meminta kita menjadi pembawa damai.

Baca juga panduan lengkap di Renungan Katolik Harian untuk memahami cara melakukan renungan setiap hari secara mendalam.

Injil Hari Ini: Diutus untuk Membawa Damai
Dalam Injil, Yesus memberi beberapa pesan penting kepada para murid:

Pergi dan memberitakan Kerajaan Allah.
Menyembuhkan yang sakit.
Membawa damai kepada rumah yang menerima mereka.

Tidak melekat pada harta atau kenyamanan duniawi.

Misi pewartaan ternyata bukan tentang kekuatan manusia, melainkan tentang kehadiran Allah sendiri.

Sering kali manusia modern berpikir bahwa keberhasilan pelayanan diukur dari popularitas, jumlah pengikut, atau pujian. Namun Yesus menunjukkan jalan berbeda. Para murid bahkan diutus tanpa membawa banyak bekal. Mereka harus belajar percaya penuh kepada penyelenggaraan Tuhan.

Inilah inti dari refleksi Sabda Tuhan hari ini: ketika seseorang sungguh percaya kepada Tuhan, ia mampu berjalan dengan hati ringan dan damai.

Santo Barnabas: Rasul yang Menguatkan Sesama
Barnabas dan Semangat Penghiburan
Santo Barnabas bukan termasuk dua belas rasul pertama, tetapi Gereja menghormatinya sebagai rasul karena dedikasi dan pelayanannya yang luar biasa.

Ia dikenal sebagai pribadi yang murah hati. Dalam Kisah Para Rasul, Barnabas menjual ladangnya dan menyerahkan hasilnya kepada komunitas Gereja. Ia tidak hidup untuk dirinya sendiri.

Yang paling indah, Barnabas juga menjadi orang yang menerima Saulus yang kemudian dikenal sebagai Paulus ketika banyak orang masih takut kepadanya. Barnabas percaya bahwa rahmat Tuhan mampu mengubah hidup seseorang.

Betapa pentingnya peran seorang penghibur dalam hidup manusia.

Di sekitar kita, ada banyak orang yang lelah:

lelah menghadapi masalah keluarga,
lelah bekerja,
lelah menghadapi luka batin,
bahkan lelah menjalani hidup.
Kadang mereka tidak membutuhkan nasihat panjang. Mereka hanya membutuhkan seseorang yang hadir dengan hati penuh kasih.

Menjadi Pembawa Damai di Tengah Dunia
Dalam Injil hari ini Yesus berkata:

“Kalau kamu memasuki suatu rumah, berilah salam kepada mereka.”
Salam damai bukan sekadar formalitas. Salam damai adalah membawa kehadiran Tuhan sendiri.

Pertanyaannya bagi kita:

Apakah kehadiran kita membawa damai?

Ataukah justru membawa ketegangan, kemarahan, gosip, dan luka?

Banyak orang mungkin rajin berdoa, tetapi sulit menjadi pembawa damai dalam keluarga. Banyak orang aktif melayani, tetapi mudah menghakimi sesama.

Santo Barnabas menunjukkan bahwa pewartaan sejati lahir dari hati yang lembut dan penuh belas kasih.

Renungan Harian Katolik: Tuhan Memakai Kesederhanaan

Tuhan Tidak Memilih yang Sempurna
Dalam renungan harian Katolik ini, kita diingatkan bahwa Tuhan sering memakai orang biasa untuk karya luar biasa.

Barnabas bukan tokoh paling terkenal dibanding Paulus atau Petrus. Namun tanpa Barnabas, perjalanan Paulus mungkin tidak akan berkembang seperti yang kita kenal sekarang.

Kadang kita merasa kecil:

merasa tidak cukup pintar,
tidak cukup suci,
tidak cukup berbakat.
Namun Tuhan tidak mencari kesempurnaan manusia. Tuhan mencari hati yang bersedia diutus.

Mungkin kita tidak berkhotbah di mimbar.

Mungkin kita tidak terkenal.

Tetapi:
ibu yang mendidik anak dengan kasih,
ayah yang bekerja jujur,
anak muda yang menjaga iman,
seseorang yang menghibur temannya,
semuanya adalah pewarta Kerajaan Allah.
Kerajaan Allah Dimulai dari Hal Kecil
Yesus mengutus murid-murid-Nya masuk ke rumah-rumah. Artinya, pewartaan dimulai dari kehidupan sehari-hari.

Kerajaan Allah hadir:

saat kita mengampuni,
saat kita sabar,
saat kita menolong,
saat kita berkata lembut,
saat kita memilih jujur.
Sering kita menunggu kesempatan besar untuk melayani Tuhan. Padahal Tuhan hadir dalam tindakan kecil penuh cinta.

“Kesetiaan kepada Tuhan tidak bergantung pada penerimaan manusia.”
Refleksi Sabda Tuhan: Apakah Kita Siap Diutus?
Tantangan Menjadi Murid Kristus
Menjadi murid Kristus bukan berarti hidup tanpa kesulitan.

Para rasul mengalami:

penolakan,
penghinaan,
penganiayaan,
penderitaan.
Namun mereka tetap berjalan karena yakin bahwa Tuhan menyertai mereka.

Di zaman sekarang, tantangan itu mungkin berbeda:

tekanan lingkungan,
budaya materialisme,
media sosial yang penuh kebencian,
gaya hidup yang menjauhkan manusia dari Tuhan.
Kadang orang malu menunjukkan iman Katoliknya.

Kadang takut dianggap kuno bila hidup sesuai Injil.

Namun Santo Barnabas mengajarkan keberanian yang lembut. Ia tidak memaksa, tetapi memberi teladan hidup yang penuh kasih.

Damai Kristus yang Mengubah Hidup
Dalam Injil hari ini Yesus berkata bahwa damai akan tinggal atas rumah yang menerimanya.

Damai Kristus berbeda dari damai dunia.

Damai dunia tergantung situasi:

uang cukup,
hidup nyaman,
masalah selesai.
Namun damai Kristus tetap hadir bahkan di tengah badai kehidupan.

Banyak orang terlihat sukses tetapi hatinya kosong.

Sebaliknya, ada orang sederhana yang hidup penuh damai karena dekat dengan Tuhan.

Damai sejati lahir dari hubungan yang intim dengan Kristus.

Belajar dari Santo Barnabas di Era Digital
Menjadi Penghibur di Media Sosial
Hari ini dunia digital sering dipenuhi:

komentar kasar,
hujatan,
fitnah,
kebencian.
Sebagai murid Kristus, kita dipanggil menjadi seperti Barnabas:

membawa penghiburan,
menyebarkan harapan,
menghadirkan kata-kata yang membangun.
Media sosial bisa menjadi ladang pewartaan Injil bila dipakai dengan bijaksana.

Sebuah pesan sederhana penuh kasih kadang mampu menguatkan seseorang yang sedang hampir menyerah.

Kesederhanaan yang Menjadi Kesaksian
Yesus mengutus murid-murid tanpa banyak bekal agar mereka belajar mengandalkan Tuhan.

Dunia modern sering mengajarkan bahwa nilai manusia ditentukan oleh:

kekayaan,
popularitas,
penampilan.
Namun Injil mengajarkan bahwa nilai manusia berasal dari kasih Tuhan.

Kesederhanaan hidup bukan kelemahan.

Kesederhanaan justru membuka hati untuk lebih bebas mengasihi.

Penutup Renungan Katolik Hari Ini
Dalam renungan Injil Matius 10:7-13 hari ini, kita belajar bahwa setiap orang dipanggil menjadi pembawa damai dan penghiburan seperti Santo Barnabas.

Tuhan mengutus kita:

bukan untuk mencari kemuliaan diri,
bukan untuk dipuji,
tetapi untuk menghadirkan kasih Kristus.

Mungkin dunia tidak selalu menghargai kebaikan.

Mungkin pelayanan kita terasa kecil.

Namun di mata Tuhan, setiap kasih yang tulus memiliki nilai kekal.

Hari ini marilah kita bertanya dalam hati:

Apakah kehadiranku membawa damai bagi orang lain?
Semoga melalui teladan Santo Barnabas, kita berani menjadi murid Kristus yang sederhana, setia, dan penuh kasih. Amin.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, ajarilah kami menjadi pembawa damai seperti Santo Barnabas.

Lembutkan hati kami agar mampu menghibur yang terluka, menguatkan yang lemah, dan menghadirkan kasih-Mu dalam hidup sehari-hari.

Semoga kami setia mewartakan Kerajaan Allah melalui perkataan dan tindakan kami. Amin. (Sumber the katolik.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved