Rabu, 17 Juni 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Kamis 18 Juni 2026, Doa yang Tulus

Mari simak renungan harian Katolik Kamis 18 Juni 2026. Tema renungan harian katolik "Doa yang tulus".

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
Ringkasan Berita:
  • Tema renungan harian katolik "Doa yang tulus".
  •  Renungan harian katolik disiapkan untuk hari biasa pekan XI tahun A.
  • Hari biasa pekan XI dengan warna liturgi hijau.
  • Bacaan hari Kamis: Sir 48:1-14; Mzm 97:1-2.3-4.5-6.7; Mat 6:7-15 dan BcO Hag 2:10-23.

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian Katolik Kamis 18 Juni 2026.

Tema renungan harian katolik "Doa yang tulus".

 Renungan harian katolik disiapkan untuk hari biasa pekan XI tahun A.

Renungan harian katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Hari biasa pekan XI dengan warna liturgi hijau.

Bacaan hari Kamis: Sir 48:1-14; Mzm 97:1-2.3-4.5-6.7; Mat 6:7-15 dan BcO Hag 2:10-23.

Baca juga: Bacaan Injil Katolik Kamis 18 Juni 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik

Bacaan Pertama:

Lalu tampillah nabi Elia bagaikan api, yang perkataannya laksana obor membakar.

Kelaparan didatangkan-Nya atas mereka, dan jumlah mereka dijadikannya sedikit berkat semangatnya.

Atas firman Tuhan langit dikunci olehnya, dan api diturunkannya sampai tiga kali.

Betapa mulialah engkau, hai Elia, dengan segala mujizatmu, dan siapa boleh bermegah-megah bahwa sama dengan dikau?

Orang mati kaubangkitkan dari alam arwah, dan dari dunia orang mati dengan firman Yang Mahatinggi.

Raja-raja kauturunkan sampai jatuh binasa, dan orang-orang tersohor kaujatuhkan dari tempat tidurnya.

Teguran kaudengar di gunung Sinai, dan di gunung Horeb keputusan untuk balas dendam.

Engkau mengurapi raja-raja untuk menimpakan balasan, dan nabi-nabi kauurapi menjadi penggantimu.

Dalam olak angin berapi engkau diangkat, dalam kereta dengan kuda-kuda berapi.

Engkau tercantum dalam ancaman-ancaman tentang masa depan untuk meredakan kemurkaan sebelum meletus, dan mengembalikan hati bapa kepada anaknya serta memulihkan segala suku Yakub.

Berbahagialah orang yang telah melihat dikau, dan yang meninggal dengan kasih mereka, sebab kami pun pasti akan hidup pula.

Elia ditutupi dengan olak angin, tetapi Elisa dipenuhi dengan rohnya. Selama hidup ia tidak gentar terhadap seorang penguasa, dan tidak seorang pun menaklukkannya.

Tidak ada sesuatupun yang terlalu ajaib baginya, dan bahkan di kuburnya pun jenazahnya masih bernubuat.

Sepanjang hidupnya ia membuat mujizat, dan malah ketika meninggal pekerjaannya menakjubkan.

Mazmur Tanggapan: 97:1-7

TUHAN adalah Raja! Biarlah bumi bersorak-sorak, biarlah banyak pulau bersukacita!

Awan dan kekelaman ada sekeliling Dia, keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya.

Api menjalar di hadapan-Nya, dan menghanguskan para lawan-Nya sekeliling.

Kilat-kilat-Nya menerangi dunia, bumi melihatnya dan gemetar.

Gunung-gunung luluh seperti lilin di hadapan TUHAN, di hadapan Tuhan seluruh bumi.

Langit memberitakan keadilan-Nya, dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya.

Semua orang yang beribadah kepada patung akan mendapat malu, orang yang memegahkan diri karena berhala-berhala; segala allah sujud menyembah kepada-Nya.

Bacaan Injil Katolik:

P: Inilah Injil Karangan Santo Matius:
U: Dimuliakanlah Tuhan

Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.

Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.

Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,

datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya

dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;

dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)

Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.

Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.

P: Demikianlah Injil Tuhan
U: Terpujilah Kristus

Renungan Harian Katolik

"Doa yang Tulus"

Bacaan pertama hari ini mengangkat sosok Nabi Elia, seorang nabi yang begitu bersemangat membela kehendak Tuhan. Hidupnya dipenuhi keberanian, kesetiaan, dan kepercayaan penuh kepada Allah. Elia tidak mengandalkan kekuatannya sendiri, melainkan kuasa Tuhan yang bekerja melalui dirinya. Karena kedekatannya dengan Allah, ia mampu menghadapi raja-raja, menegur bangsa yang menyimpang, dan menjadi alat keselamatan bagi umat.

Dalam Injil, Yesus mengajarkan sesuatu yang tampak sederhana, tetapi sangat mendasar: bagaimana berdoa dengan benar. Yesus menegaskan bahwa doa bukanlah soal banyaknya kata atau indahnya kalimat. Allah tidak membutuhkan penjelasan panjang tentang kebutuhan kita, sebab Ia sudah mengetahui semuanya. Yang Tuhan kehendaki adalah hati yang terbuka, percaya, dan berserah kepada-Nya.

Doa Bapa Kami menjadi contoh doa yang sempurna. Di dalamnya, kita diajak untuk mengutamakan kehendak Allah sebelum kebutuhan pribadi. Kita memohon makanan secukupnya, pengampunan dosa, dan kekuatan untuk menghadapi pencobaan. Doa ini mengajarkan sikap rendah hati, ketergantungan kepada Tuhan, dan kasih kepada sesama.

Menarik bahwa setelah mengajarkan Doa Bapa Kami, Yesus langsung berbicara tentang pengampunan. Seolah-olah Yesus ingin menegaskan bahwa doa tidak akan berbuah jika hati masih dipenuhi kebencian. Kita tidak dapat meminta pengampunan dari Allah sambil menutup hati terhadap sesama. Pengampunan adalah tanda bahwa doa telah mengubah hati kita.

Hari ini, kita diajak meneladani semangat Elia yang dekat dengan Tuhan dan menghidupi ajaran Yesus tentang doa yang tulus. Mungkin kita sering berdoa setiap hari, tetapi apakah doa itu sungguh mengubah cara kita berpikir, berbicara, dan memperlakukan orang lain? Doa yang sejati tidak hanya terdengar di bibir, tetapi juga tampak dalam kehidupan yang penuh kasih dan pengampunan.

Marilah kita belajar datang kepada Tuhan dengan hati yang sederhana, penuh kepercayaan, dan siap mengampuni. Sebab ketika hati kita terbuka bagi Allah dan sesama, di sanalah kuasa Tuhan bekerja dengan nyata dalam hidup kita.

Doa Penutup

Ya Bapa yang Mahakasih, ajarilah kami untuk berdoa dengan hati yang tulus dan penuh iman. Berilah kami semangat seperti Nabi Elia untuk setia kepada-Mu, serta hati yang rela mengampuni seperti yang diajarkan Putra-Mu. Semoga hidup kami menjadi kesaksian kasih-Mu bagi semua orang. Amin. (Sumber iman katolik.or.id/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
3 - 0
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
3 - 1
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Berita Populer

Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved