Unika Santu Paulus Ruteng
Program In-Saintek Ke 2 Unika Ruteng Sentuh Masyarakat Satarmese Barat Lewat Edukasi Gizi Digital
Program ini menjadi lanjutan dari kegiatan sebelumnya yang telah berlangsung di Desa Tengku Lese dan Desa Buar, Kecamatan Rahong Utara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/unika-satar-mese-manggarai.jpg)
Laporan Jurnalis Kampus Unika Santu Paulus Ruteng, Selvianus Hadun
TRIBUNFLORES.COM,RUTENG-Pusat Kajian Anak dan Stunting Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng kembali melaksanakan program In-Saintek (Inovasi Sains dan Teknologi) yang kedua di Desa Gulung, Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggartai, NTT pada 11 Oktober 2025.
Program ini menjadi lanjutan dari kegiatan sebelumnya yang telah berlangsung di Desa Tengku Lese dan Desa Buar, Kecamatan Rahong Utara, pada 13 September 2025.
Kegiatan di Desa Gulung dipusatkan di kantor desa dan diikuti oleh lebih dari 100 peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga, ibu hamil, ibu menyusui dan remaja putri.
Edukasi Gizi dan Pelatihan Pangan Lokal Bergizi
Kegiatan kali ini dikemas dalam bentuk penyuluhan tentang stunting serta pelatihan pengelolaan pangan lokal bergizi.
Baca juga: Mahasiswa KKN Unika Ruteng di Pagal Bersihkan Lapangan Bea Waja
Tema utama yang diangkat adalah “Penyuluhan dan Edukasi Gizi Seimbang Berbasis Media Digital serta Pelatihan Praktis Pengolahan Pangan Lokal Bergizi.”
Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh pengetahuan praktis mengenai cara mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan bergizi yang menunjang tumbuh kembang anak.
Selain itu, tim juga memperkenalkan penggunaan media digital sebagai sarana edukasi gizi seimbang, agar informasi dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat.
Kolaborasi Akademisi, Mahasiswa, dan Masyarakat
Program In-Saintek di Desa Gulung dipimpin oleh Hieronimus Canggung Darong selaku penanggung jawab, dengan anggota tim Lidwina Dewiyanti Wea, Erna Mena Niman, Indra Susanto, Maria Afrinita, Maria Sriana Banul serta beberapa mahasiswa Unika Santu Paulus Ruteng.
Menurut Hieronimus, kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam menghadapi persoalan stunting yang masih menjadi tantangan di wilayah Flores.
“Kami berharap kegiatan ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan pemanfaatan bahan pangan lokal. Dengan begitu, masyarakat dapat berperan aktif dalam pencegahan stunting,” ungkapnya.
Upaya Konkret Dukung Pencegahan Stunting di Satarmese Barat
Pusat Kajian Anak dan Stunting Unika Ruteng terus berkomitmen untuk menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi persoalan gizi buruk dan stunting.
Melalui pendekatan berbasis sains dan teknologi, lembaga ini ingin menghadirkan solusi edukatif dan aplikatif yang dapat diterapkan langsung di tingkat desa.
Dengan pelaksanaan program In-Saintek kedua ini, diharapkan pengetahuan masyarakat tentang pola makan bergizi dan pemanfaatan pangan lokal semakin meningkat, sehingga upaya pencegahan stunting di Satarmese Barat dan sekitarnya dapat berjalan lebih efektif.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
TribunFlores.com
| Momen Spiritualitas Oktober, Dosen dan Mahasiswa Ziarah ke Patung Bunda Maria Lela |
|
|---|
| Lustrum IV SMATER Cup 2025, Ketua Yayasan Mardiwiyata Pukul Gong, Fr.Oswal Sampaikan Terima Kasih |
|
|---|
| All You Can Eat Kini Hadir di Mai Hang Resto and Cafe Labuan Bajo Manggarai Barat |
|
|---|
| Dekatkan Diri dengan Masyarakat, Mahasiswa Unika Ruteng Gelar Bina Akrab di Paroki Wae Lengga |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.