Unika Santu Paulus Ruteng
Kelas 2024C Prodi PBSI Unika Ruteng Seminar "Deep Learning Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia"
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng Kabupaten Manggarai NTT.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Mahasiswa-Unika-PBSI.jpg)
Ringkasan Berita:
- Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng Kabupaten Manggarai NTT.
Laporan Jurnalis kampus, Maria Inda Baghong
TRIBUNFLORES.COM,RUTENG-Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng sukses menyelenggarakan seminar bertema “Deep Learning dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia”.
Kegiatan berlangsung di GUB 411 pada hari Sabtu, 13 Desember 2025. Acara ini dihadiri oleh Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Narasumber dan Mahasiswa dari program studi Pendidikan Matematika, PBI dan PBSI.
Seminar dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Bonefasius Rampung.
Dalam sambutannya menyampaikan bahwa perkembangan teknologi telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan. Ia menegaskan bahwa pendidik dan mahasiswa perlu beradaptasi dengan perkembangan ini agar proses pembelajaran tetap relevan dan efektif.
Baca juga: Penampakan Gedung Gereja Katolik Baru Unika Santu Paulus Ruteng Kini Berdiri Megah
“Deep learning bukan sekadar tren, tetapi sebuah kebutuhan dalam pengembangan pembelajaran bahasa dan sastra. Teknologi ini dapat membantu kita memahami pola bahasa, menganalisis karya sastra secara lebih mendalam dan membangun pengalaman belajar yang lebih efektif. Karena itu, mahasiswa dan pendidik perlu terbuka dan siap menguasainya,” tutur Ketua prodi PBSI.
Beliau juga menyampaikan bahwa penerapan deep learning dapat mendukung berbagai inovasi, seperti analisis otomatis terhadap gaya bahasa serta memanfaatkan teknologi dalam pengembangan sastra dan bahasa.
Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber dosen PBSI Eduardus Y. Abut. Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi tanya jawab dalam diskusi, yang memperkaya pemahaman mengenai relevansi teknologi dengan Studi Bahasa dan Sastra Indonesia.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Program Studi PBSI berharap dapat mendorong kolaborasi penelitian serta membuka peluang pengembangan media pembelajaran berbasis AI yang lebih inovatif. Acara ditutup dengan harapan agar semua mahasiswa dan pendidik mampu mengoptimalkan teknologi deep learning sebagai bagian dari transformasi pendidikan di masa depan.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.