Berita Manggarai

Sidang Sinode IV Keuskupan Ruteng Angkat Tema Berziarah Bersama Dalam Pengharapan

Gereja Katolik Keuskupan Ruteng menyelenggarakan Sinode IV dengan mengangkat tema 'Berziarah Bersama dalam Pengharapan: Beriman,

Penulis: Robert Ropo | Editor: Ricko Wawo
Tribunnews.com/Robert Ropo
Sidang Sinode IV Keuskupan Ruteng yang berlangsung di Aula Yohanes Salib Susteran Karmel Wae Lengkas.  

Ringkasan Berita:
  • Keuskupan Ruteng menyelenggarakan Sinode IV dengan tema “Berziarah Bersama dalam Pengharapan: Beriman, Bersaudara, dan Misioner”.
  • Tema ini menegaskan sikap iman yang berpengharapan, menghadapi tantangan sosial, ekonomi, budaya, dan ekologis dengan keberanian serta semangat Injil.
  • Sinode IV bertujuan merumuskan perubahan kehidupan umat yang beriman utuh, dinamis, transformatif; menyusun program pastoral 2027–2036.

 


Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo

TRIBUNFLORES.COM, RUTENG-Gereja Katolik Keuskupan Ruteng menyelenggarakan Sinode IV dengan mengangkat tema 'Berziarah Bersama dalam Pengharapan: Beriman, Bersaudara, dan Misioner'.

Sinode ini menjadi momentum penting bagi Gereja Keuskupan Ruteng untuk menatap masa depan dengan iman dan kepercayaan, sambil tetap berpijak pada realitas konkret kehidupan umat dan masyarakat di Manggarai Raya dewasa ini. 

Hal ini disampaikan oleh Uskup Ruteng, Mgr Siprianus Hormat, Pr melalui Direktur Puspas Keuskupan Ruteng, RD Martin Chen kepada TRIBUNFLORES.COM, Selasa 6 Januari 2025.

Baca juga: Bupati Manggarai Hery Nabit Tekankan Efisiensi, Percepatan DPA, dan Penguatan Kepercayaan Publik

 

RD Martin Chen, menerangkan, Tema Sinode IV menegaskan sikap dasar Gereja yang berpengharapan, yakni sikap iman yang tidak mengabaikan tantangan sosial, ekonomi, budaya, dan ekologis, tetapi justru menghadapinya dengan keberanian, kreativitas, dan semangat Injil.

Makna tema tersebut dijabarkan dalam tiga kata kunci yakni Beriman, yang merujuk pada relasi yang intim dan mesra dengan Allah, iman yang hidup dan holistik, yang menjamah seluruh aspek kehidupan umat.
Bersaudara, yang menekankan relasi kasih yang solid di antara Umat Allah, secara khusus dalam kesetiakawanan dengan mereka yang lemah dan rentan, serta dalam semangat persaudaraan yang diperkaya oleh kearifan budaya lokal.

Dan Misioner, yang menggarisbawahi kesaksian hidup Gereja yang aktif dan kreatif di tengah dunia, keluar dari zona nyaman untuk mewartakan cinta dan kebaikan Allah bagi sesama manusia dan bagi ibu bumi, sebagai rumah bersama.

Dalam tema dan semangat ini, kata RD Martin Chen, Sinode IV menjadi ruang discernment pastoral, untuk memelihara dan mengembangkan kekuatan-kekuatan pastoral yang telah ada, sekaligus menanggapi secara kreatif tantangan-tantangan baru yang dihadapi umat dan Gereja dewasa ini.

RD Martin juga menerangkan, tujuan Sinode IV untuk merumuskan deskripsi perubahan kehidupan Umat Allah yang beriman utuh, dinamis, dan transformatif (outcome pastoral).

Merumuskan deskripsi pelaksanaan program pastoral dalam mewujudkan visi Umat Allah yang beriman utuh, dinamis, dan transformatif (output pastoral).

Menyusun desain rencana strategis pastoral Sinode IV yang beriman, bersaudara, dan misioner dalam lingkaran sepuluh tahun program pastoral 2027–2036.

Sinode IV dilaksanakan dengan metode 3M yakni Melihat (menganalisis) realitas melalui katekese umat (Adven dan APP), evaluasi kuantitatif dan kualitatif (kuesioner, FGD, wawancara, studi dokumen lima bidang pastoral), masukan para pakar, serta sharing dinamika kehidupan Gereja dan sosial. 

Menilai (menimbang) dengan inspirasi Sabda Allah, Tradisi dan Ajaran Sosial Gereja, serta refleksi antropologis, sosial, kultural, dan ekologis. Dan memutuskan, melalui penetapan arah dasar pastoral, desain program, serta strategi dan metode pastoral yang transformatif. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved