Unika Santu Paulus Ruteng
Rektor Unika Ruteng: Kampus Tak Cukup Mengajar, Harus Hadirkan Solusi bagi Masyarakat
Menurut Agustinus, perguruan tinggi tidak hanya bertugas mentransfer ilmu pengetahuan kepada mahasiswa melalui
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Manfred-Habur-Rektor-Unika-Ruteng-34.jpg)
Ringkasan Berita:
- Rektor Unika Ruteng menegaskan Tri Dharma Perguruan Tinggi harus berjalan terintegrasi.
- Hasil penelitian dan pengabdian didorong masuk ke dalam proses pembelajaran.
- Langkah ini bertujuan menciptakan lulusan yang unggul dan peka terhadap persoalan sosial.
TRIBUNFLORES.COM, RUTENG – Rektor Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng, Dr. Agustinus Manfred Habur, Lic.Theol., menegaskan bahwa pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus terintegrasi dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Workshop Integrasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Pembelajaran yang berlangsung di kampus Unika St. Paulus Ruteng, Selasa (9/6/2026).
Menurut Agustinus, perguruan tinggi tidak hanya bertugas mentransfer ilmu pengetahuan kepada mahasiswa melalui proses belajar mengajar, tetapi juga berkewajiban menghasilkan pengetahuan baru melalui penelitian serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kegiatan pengabdian.
"Ketiga unsur Tri Dharma ini bukan aktivitas yang berdiri sendiri. Semuanya saling terhubung dan saling memperkaya untuk menghasilkan pendidikan tinggi yang berkualitas," ujarnya.
Baca juga: Mahasiswa Unika Ruteng Soal AI : Membantu Kehidupan, Bukan Menggantikan Manusia
Ia menilai workshop tersebut memiliki peran strategis karena mendorong dosen untuk mengintegrasikan hasil penelitian dan pengalaman pengabdian ke dalam proses pembelajaran. Dengan cara itu, materi yang diterima mahasiswa tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga relevan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman belajar yang berangkat dari realitas sosial sehingga mampu mengembangkan kemampuan akademik sekaligus kepekaan dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
"Melalui integrasi penelitian dan pengabdian dalam pembelajaran, mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menghadirkan solusi bagi lingkungan sekitarnya," katanya.
Agustinus berharap hasil workshop tidak berhenti pada tataran diskusi, tetapi diterjemahkan dalam langkah nyata di setiap program studi, mulai dari penyusunan rencana perkuliahan, pengembangan bahan ajar, hingga pelaksanaan pembelajaran yang melibatkan mahasiswa dalam kegiatan penelitian dan pengabdian.
Ia menambahkan, integrasi Tri Dharma menjadi salah satu upaya membangun budaya akademik yang transformatif, kolaboratif, dan berkarakter. Melalui pendekatan tersebut, kampus diharapkan mampu melahirkan lulusan yang unggul secara akademik sekaligus memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Karena itu, Unika St. Paulus Ruteng terus memperkuat sinergi antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari komitmen meningkatkan mutu pendidikan tinggi yang relevan dan berdampak bagi pembangunan masyarakat.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Unika Santu Paulus Ruteng
Rektor Unika Ruteng
Profil Rektor Unika Ruteng RD Manfred Habur
Kampus Tak Cukup Mengajar
TribunFlores.com
| Asrama Rusunawa Unika Ruteng Tempat Pembentukan Karakter Mahasiswa |
|
|---|
| Mahasiswa Unika Ruteng Soal AI : Membantu Kehidupan, Bukan Menggantikan Manusia |
|
|---|
| Mahasiswa Unika Bicara Tentang Perjuangan Anak-anak di Daerah Terpencil Mendapatkan Pendidikan |
|
|---|
| Pandangan Mahasiswa Unika Ruteng Tentang Dampak Media Sosial terhadap Kesehatan Mental |
|
|---|
| Pandangan Mahasiswa Unika Ruteng Tentang AI Bukan Ancaman Tapi Peluang |
|
|---|