Selasa, 14 April 2026

Berita Sikka

Siswa di Poma Sikka Hadapi Bahaya Demi Bersekolah Lewati Jembatan Bambu

Kepala Desa Poma, Donatus Rada, mengatakan jembatan yang terletak di Dusun Detu Kato dibangun secara swadaya

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Arnol Welianto | Editor: Nofri Fuka
zoom-inlihat foto Siswa di Poma Sikka Hadapi Bahaya Demi Bersekolah Lewati Jembatan Bambu
Tribunnews.com/TRIBUNFLORES.COM/HO-JHON
MELINTAS - Sejumlah siswa dari tingkat SD dan SMP di Desa Poma, Kecamatan Tanawawo, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT),harus bertaruh nyawa demi bisa bersekolah. 
Ringkasan Berita:
  • Siswa SD dan SMP di Desa Poma harus melewati jembatan bambu yang rusak dan rawan amblas setiap hari untuk menuju sekolah, satu-satunya akses ke sekolah di daerah tersebut.
  • Jembatan dibangun secara swadaya masyarakat, sudah puluhan tahun digunakan, dan pernah menimbulkan korban jiwa sekitar 7–8 tahun lalu.
  • Selain untuk siswa dan guru, jembatan ini juga menjadi jalur evakuasi pasien menuju Puskesmas Wolofeo saat banjir, namun belum mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat.

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Sejumlah siswa SD dan SMP di Desa Poma, Kecamatan Tanawawo, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus bertaruh nyawa setiap hari demi bisa bersekolah. Mereka menempuh perjalanan melalui jembatan bambu yang rusak dan rawan amblas, satu-satunya akses menuju sekolah.

Kepala Desa Poma, Donatus Rada, mengatakan jembatan yang terletak di Dusun Detu Kato dibangun secara swadaya masyarakat untuk memudahkan aktivitas warga dan pelajar.

“Ini jembatan bambu yang ada di Dusun Detu Kato, Desa Poma, satu-satunya akses. Ketika banjir, anak sekolah dan masyarakat semua aktivitas melalui jembatan bambu ini,” ujar Donatus, Rabu (11/3/2026).

Menurut Donatus, sekitar delapan tahun lalu pernah terjadi korban jiwa akibat jatuh dari jembatan tersebut.

 

Baca juga: Setelah Buka Rute Maumere - Makassar, Lion Group Kaji Penerbangan ke Surabaya dan Bali

 

 

“Sekitar 7 atau 8 tahun yang lalu sudah ada korban ketika pulang dari kebun dan jatuh di jembatan ini, yang jatuh pun meninggal,” ungkapnya.

Menurut Camat Tanawawo

Camat Tanawawo, Jhon Oriwis, menambahkan jembatan bambu tersebut menjadi akses utama bagi guru dan siswa menuju SD Detu Naka, serta siswa SMP dari Detu Denu dan Detu Naka yang bersekolah di SMP SATAP Poma di Funga.

Selain itu, jembatan ini juga menjadi jalur evakuasi pasien menuju Puskesmas Wolofeo saat terjadi banjir.

“Kadang kalau banjir, pasien juga lewat sini untuk ke Puskesmas Wolofeo,” jelas Jhon.

Jhon menegaskan pihaknya telah meninjau lokasi bersama Kapospam Tanawawo Polsek Paga, Aiptu Fransiskus Lister, dan Ba Pospam Tanawawo, Bripka Firmianus Weki.

Kondisi jembatan bambu yang berbahaya ini telah berlangsung puluhan tahun, namun belum mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat, sementara tekad para pelajar untuk menuntut ilmu tetap kuat meski harus menghadapi risiko nyawa.

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved