Berita Sikka
Tanam Pisang di Tengah Jalan, Ini Alasan Warga Wuring Protes kepada Pemerintah
Abdul Munir, salah satu warga Wuring, mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan warga terhadap
Penulis: Arnol Welianto | Editor: Nofri Fuka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Warga-Wuring-Kelurahan-Wolomarang-3.jpg)
Ringkasan Berita:
- Warga Wuring, Kelurahan Wolomarang, menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai bentuk protes terhadap pemerintah karena jalan kabupaten rusak parah selama sekitar 15 tahun.
- Jalan sepanjang sekitar 500 meter dipenuhi lubang yang terisi air, menyebabkan pengendara harus berhati-hati dan rawan kecelakaan.
- Warga juga secara swadaya berupaya memperbaiki jalan, mengingat ruas tersebut merupakan jalur mudik Lebaran Idul Fitri 2026.
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Warga Wuring, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai bentuk protes kepada pemerintah.
Aksi ini dilakukan karena kondisi jalan kabupaten yang rusak parah dan tidak diperbaiki sejak puluhan tahun, Rabu (18/3/2026).
Abdul Munir, salah satu warga Wuring, mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan warga terhadap pemerintah.
Jalan kabupaten itu sudah rusak parah selama kurang lebih 15 tahun, sementara pemerintah belum melakukan perbaikan.
Baca juga: 15 Tahun Jalan Tak Diperbaiki, Warga Kampung Wuring Sikka Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan
“Kondisi jalan ini sangat memprihatinkan. Kurang lebih 500 meter jalan mengalami kerusakan, sehingga warga menanam pohon pisang sebagai protes,” ujar Abdul Munir.
Sepanjang ruas jalan di Wuring, Kelurahan Wolomarang, terdapat lubang dengan berbagai diameter yang terisi air. Kondisi ini membuat pengendara, baik warga setempat maupun yang melintas menuju kelurahan lain, harus berhati-hati.
Tak jarang, kecelakaan terjadi akibat jalan yang rusak tersebut.
Selain menanam pohon pisang, warga secara swadaya mencoba memperbaiki jalan rusak. Hal ini dianggap penting karena ruas jalan tersebut juga merupakan jalur mudik menjelang Lebaran Idul Fitri 2026.
Hingga kini, TRIBUNFLORES.COM masih berupaya menghubungi pihak terkait untuk mendapatkan tanggapan mengenai kejadian ini.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
| 15 Tahun Jalan Tak Diperbaiki, Warga Kampung Wuring Sikka Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan |
|
|---|
| Dialog dengan Nelayan Wuring Sikka, Menteri KKP Janjikan Pabrik Es dan Bantuan Kapal |
|
|---|
| Nelayan Wuring Minta Bantuan Kapal Fiberglass ke Menteri KKP, Ali: Perahu Rusak |
|
|---|
| Kepergian Ama Riki Korban Meninggal Dunia di Perairan Wuring Mengejutkan Istri dan keluarga |
|
|---|
| Dilaporkan Hilang oleh Istri, Nelayan Wuring Ditemukan Tim SAR di Tanjung Bunga Flores Timur NTT |
|
|---|