Sabtu, 9 Mei 2026

Nelayan Hilang di Sikka

Pencarian Nelayan Paga, Sikka: Keluarga Sempat Kehabisan BBM

Nelayan Yohanes Wangge alias Yani (44) asal Desa Paga, Kabupaten Sikka, NTT, dilaporkan hilang saat melaut pada 28 April 2026 dini hari.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Hilarius Ninu | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Pencarian Nelayan Paga, Sikka: Keluarga Sempat Kehabisan BBM
TRIBUNFLORES.COM/ARIS NINU
CERITA -Mama Bernadeta Mbago mertua dari Yohanes Wangge alias Yani yang hilang saat melaut di Pesisir Pantai Selatan Paga, Flores NTT saat ditemui TRIBUNFLORES.COM di Desa Paga, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, NTT, Jumat, 1 Mei 2026 sore. Ia mengaku keluarga sempat kehabisan BBM saat melakukan pencarian Yohanes. 
Ringkasan Berita:
  • Nelayan Yohanes Wangge alias Yani (44) asal Desa Paga, Kabupaten Sikka, NTT, dilaporkan hilang saat melaut pada 28 April 2026 dini hari, dan hingga hari ketiga pencarian belum ditemukan.
  • Pencarian dilakukan oleh keluarga, nelayan setempat, dan Basarnas Maumere, namun sempat terkendala kehabisan BBM sehingga keluarga harus mengirim bantuan dana Rp700 ribu untuk melanjutkan operasi pencarian.

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Aris Ninu

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Yohanes Wangge alias Yani (44), nelayan asal Desa Paga, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan hilang saat pergi melaut pada Selasa, 28 April 2026 dini hari.

Bernadeta Mbago, mertua dari Yani mengungkapkan perjuangan keluarga dalam upaya pencarian menantunya hinggga kehabisan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Bernadeta mengaku, proses pencarian Yani yang dilakukan keluarga bersama nelayan Paga serta pihak Basarnas Maumere untuk menemukan keberadaan Yani tidaklah mudah.

Pada hari pertama pencarian, Rabu, 29 April 2026, tim gabungan keluarga dan nelayan melakukan penyisiran dari pesisir Pantai Paga hingga Pantai Oa, Kabupaten Flores Timur. Namun, hasilnya Yani belum ditemukan.

Baca juga: Bocah Kelas 5 SD di Paga Sikka Bertaruh Nyawa di Laut Demi Cari Ayahnya yang Hilang Saat Melaut

Hingga ke Flores Timur

“Pada pencarian hari pertama, keluarga bersama nelayan menyisir hingga Pantai Oa di Flores Timur. Mereka sempat kehabisan BBM dan harus menginap di rumah warga. Kami kemudian mentransfer uang Rp700 ribu agar mereka bisa mengisi BBM. Keluarga dan warga setiap hari saling membantu agar kapal pencarian bisa terus turun mencari Yani. Kami berjuang dengan kemampuan sendiri, tanpa bantuan besar dari pihak lain. Harapan kami hanya satu, Yani bisa ditemukan. Saat ini tim Basarnas juga ikut mencari, mudah-mudahan segera ditemukan,” kata Bernadeta saat ditemui di Desa Paga, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, Jumat, 1 Mei 2026 sore.

Ia juga berharap pencarian dapat segera membuahkan hasil agar Yani bisa kembali berkumpul dengan istri dan ketiga anaknya.

“Yani sudah berkeluarga dan memiliki tiga anak. Anak pertama akan kuliah, anak kedua masih kelas 5 SD, dan yang bungsu masih PAUD. Yani dalam satu bulan terakhir juga sedang sakit, mengalami gejala stroke ringan. Kami sebenarnya sudah melarangnya melaut, tetapi ia adalah pekerja keras. Ia khawatir tidak bisa menafkahi keluarga,” ujar Bernadeta.

Baca juga: Pencarian Nelayan Hilang di Paga Sikka Diperluas, Tim SAR Minta Kapal-kapal di Laut Sawu Pantau

Saat tim TRIBUNFLORES.COM berkunjung ke rumah Yani, terlihat banyak keluarga dan warga yang datang membantu. 

Beberapa ibu juga terlihat memasak makanan untuk diberikan kepada tim pencari yang kembali dari laut.

“Ibu-ibu membantu memasak untuk para bapak yang turun melakukan pencarian,” tambahnya.

Hingga hari ketiga pencarian, Jumat, 1 Mei 2026 sore, Yani masih belum ditemukan. 

Tim Basarnas Maumere juga telah mengerahkan kekuatan tambahan serta mengeluarkan imbauan kepada nelayan di sekitar wilayah tersebut untuk membantu proses pencarian.(ris)

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved