Berita Ngada

Bowali Desa di Kabupaten Ngada Bertahan Kembangkan Dana Bergulir, Aset 650 Juta

Di tengah semakin terbatasnya alokasi Dana Desa, Desa Bowali di Kabupaten Ngada tampil sebagai satu-satunya desa kembangkan dana bergulir

Penulis: Charles Abar | Editor: Hilarius Ninu
TRIBUNFLORES.COM/CHARLES ABAR
PENYERAHAN -Wakil Bupati Ngada hadir menyerahkan dana bergulir tahun 2026 kepada 90 penerima manfaat di Desa Bowali, Jumat 9 Januari 2026. 

Ringkasan Berita:
  •  Di tengah semakin terbatasnya alokasi Dana Desa, Desa Bowali di Kabupaten Ngada tampil sebagai satu-satunya desa kembangkan dana bergulir

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Charles Abar

TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA – Di tengah semakin terbatasnya alokasi Dana Desa, Desa Bowali, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, tampil sebagai satu-satunya desa yang masih konsisten mengelola dan mengembangkan program dana bergulir hingga kini. Program tersebut terbukti mampu menggerakkan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.

Dana bergulir yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bowali difokuskan pada sektor produktif, khususnya penggemukan sapi. Setiap penerima manfaat memperoleh modal usaha sebesar Rp 7.700.000. Program ini telah berjalan sejak 2014 dan terus menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan total aset mencapai Rp 650 juta.

Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu, menyebut keberhasilan Desa Bowali sebagai contoh konkret kemandirian desa yang patut direplikasi. Ia mengapresiasi komitmen masyarakat dan pemerintah desa dalam menjaga keberlanjutan dana bergulir.

“Di saat banyak desa kesulitan mempertahankan program ekonomi produktif, Desa Bowali justru mampu membuktikan bahwa dana bergulir bisa berjalan sehat dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Wabup Berni saat penyerahan dana bergulir tahun 2026 di Kantor Desa Bowali, Kamis (9/1/2026).

 

 

 

Baca juga: Sinode Keuskupan Ruteng Hasilkan 70 Butir Penting Pelayanan Pastoral

 

 

 

 

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari tata kelola yang disiplin serta pengawasan yang melibatkan seluruh unsur desa, mulai dari pemerintah desa, BPD, hingga masyarakat penerima manfaat.

“Ini bukan kerja satu orang. Ada komitmen kolektif, pengawasan yang konsisten, dan pengelolaan yang profesional,” tegasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved