Berita Ngada
Pemadaman Listrik di Riung Barat Hambat Ekonomi Warga, DPRD Ngada Soroti Pelayanan
Pemadaman listrik yang melanda wilayah Kecamatan Riung Barat, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), selama hampir tiga hari
Penulis: Charles Abar | Editor: Hilarius Ninu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Yohanes-Donbosko-PononGF.jpg)
Ringkasan Berita:
- Pemadaman listrik yang melanda wilayah Kecamatan Riung Barat, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), selama hampir tiga hari berturut-turut mendapat sorotan
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM,Charles Abar
TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA – Pemadaman listrik yang melanda wilayah Kecamatan Riung Barat, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), selama hampir tiga hari berturut-turut mendapat sorotan serius dari Ketua Fraksi Amanat–Demokrat (APN) DPRD Ngada, Yohanes Donbosko Ponong.
Kepada TRIBUNFLORES.COM, Jumat (16/1/2026), Bosko Ponong, sapaan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi yang dialami masyarakat Riung Barat akibat padamnya aliran listrik dari PLN.
Menurut Bosko, pemadaman listrik yang berkepanjangan tersebut telah berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan perindustrian masyarakat setempat dalam skala lokal.
“Saya meminta kepada pihak PLN Bajawa agar segera menemukan solusi atas permasalahan jaringan listrik ke wilayah Riung Barat yang mengakibatkan hingga saat ini listrik terus padam. Kondisi ini jelas menghambat aktivitas ekonomi masyarakat,” tegas Bosko melalui sambungan telepon selulernya, Jumat (16/01/2026) malam.
Baca juga: Misa Inkulturasi Awali Pesta Adat Reba Langa 2026 di Bajawa Ngada
Bosko menambahkan, berbagai kendala klasik yang kerap terjadi, baik faktor alam seperti pohon tumbang maupun faktor nonalam, seharusnya sudah bisa diantisipasi oleh pihak PLN.
Ia mengingatkan agar PLN Bajawa menjalankan tugas pelayanan dengan orientasi utama pada kepuasan masyarakat sebagai pelanggan.
“Sejatinya orientasi pelayanan PLN harus mewujudkan kepuasan pelanggan. Tetapi kalau satu hari terang dan satu minggu padam, di mana spirit kepuasan pelanggan itu? Yang tersisa hanya kekecewaan masyarakat,” ujar Bosko yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Ngada.
Sementara itu, keluhan serupa disampaikan warga Desa Wolomeze, Kecamatan Riung Barat. Salah seorang warga, Dominikus Savio, mengatakan bahwa hampir seluruh desa di wilayah tersebut mengalami pemadaman listrik selama hampir tiga hari.
“Hingga saat ini kami tidak tahu penyebab listrik terus padam. Padahal iuran bulanan kami selalu lancar. Karena itu kami menghubungi Pak Bosko sebagai wakil rakyat untuk menyampaikan keluhan ini,” ungkap Dominikus dengan nada kecewa.
Masyarakat Riung Barat berharap pihak PLN Bajawa dapat segera mengambil langkah cepat dan konkret agar aliran listrik kembali normal dan aktivitas warga dapat berjalan seperti biasa.(Cha).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
| Bangun Jembatan di Kali Lowolaka Wewaria, Bupati Ende Minta Bantuan Pusat |
|
|---|
| Mahasiswa 2024C Prodi PBSI Unika Santu Paulus Ruteng Baksos di Gereja Michael Kumba |
|
|---|
| Cuaca Ekstrim, KSOP Labuan Bajo Tidak Terbit Ijin Berlayar Sampai 20 Januari 2026 |
|
|---|
| Misa Inkulturasi Awali Pesta Adat Reba Langa 2026 di Bajawa Ngada |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.