Berita Ngada
Warga Terdampak Bencana di Tadho Timur Riung Terima Bantuan Darurat
Kepala BPBD Kabupaten Ngada, Eman Kora, mengatakan wilayah Riung merupakan daerah yang memiliki
Penulis: Charles Abar | Editor: Nofri Fuka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Puluhan-warga-terdampak-bencana-alam-di-Desa-Tadho-Timur-Riung.jpg)
Ringkasan Berita:
- Pemkab Ngada menyalurkan bantuan kepada 43 kepala keluarga terdampak banjir di Desa Tadho Timur, Kecamatan Riung, yang terjadi pada akhir 2025 hingga awal 2026.
- BPBD Ngada menyebut wilayah Riung rawan bencana seperti banjir, gempa, tsunami, dan puting beliung, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.
- Pemerintah daerah bersama Pemprov NTT telah berkoordinasi untuk penanganan darurat serta menyiapkan langkah mitigasi agar bencana berulang dapat diminimalisir.
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Charles Abar
TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA – Pemerintah Kabupaten Ngada memberikan perhatian kepada warga terdampak bencana alam yang terjadi pada akhir tahun 2025 hingga awal tahun 2026 di Desa Tadho Timur, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Kamis (7/5/2026).
Bencana yang terjadi hampir setiap musim hujan itu menyebabkan permukiman warga terendam, tanaman hanyut terbawa arus banjir, serta ternak warga mati dalam jumlah besar pada akhir tahun lalu.
Kepala BPBD Kabupaten Ngada, Eman Kora, mengatakan wilayah Riung merupakan daerah yang memiliki potensi bencana cukup tinggi sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan.
“Riung ini potensi bencana. Ancaman tsunami, gempa bumi, banjir, puting beliung itu perlu kita waspadai,” ujar Eman Kora saat menyerahkan bantuan.
Baca juga: Dinas Capil Ngada Jemput Bola Lengkapi Data Kependudukan Warga Binaan Rutan Bajawa
Ia menjelaskan, pada akhir tahun 2025 dan awal tahun 2026 wilayah Tadho Timur dilanda banjir bandang yang menyebabkan banyak warga terdampak. Air banjir bahkan masuk ke rumah-rumah penduduk.
“Memang ada sedikit kendala karena jalur antara Riung dan Mbay itu, plat deker yang dimensinya kecil sehingga aliran air tertutup. Itu belum bisa kita tangani karena kewenangan provinsi,” ujarnya.
Koordinasi dengan Pemprov NTT
Menurut Eman, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur terkait penanganan darurat di wilayah tersebut. Pemprov juga telah memberikan persetujuan agar penanganan bisa dilakukan segera.
“Tetapi syukur kita sudah ajukan surat ke gubernur untuk kita tangani dan sudah disetujui oleh pemerintah provinsi. Ini bentuk kepedulian kita untuk hadir di tengah masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Asisten Bupati Ngada Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Nicolaus Noywuli, menegaskan pemerintah hadir untuk memberikan dukungan moril sekaligus bantuan kepada warga yang terdampak.
“Pemerintah hadir sebagai bentuk kepedulian, untuk turut prihatin bersama atas bencana yang terjadi ini, saling menguatkan dan saling mendukung,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, pemerintah menyerahkan bantuan berupa peralatan dapur dan bahan makanan kepada 43 kepala keluarga terdampak.
Nicolaus juga menegaskan bahwa bencana yang terus berulang harus menjadi bahan evaluasi bersama agar langkah mitigasi dapat dilakukan secara lebih serius.
“Bencana yang sering terjadi ini harus dijadikan evaluasi. Kita harus melakukan mitigasi terhadap ancaman bencana yang kita hadapi,” katanya.
Salah seorang warga terdampak, Siprianus Santong, berharap pemerintah kabupaten maupun provinsi segera mencari solusi permanen atas bencana yang hampir setiap tahun melanda wilayah tersebut.
Ia menyebut bencana itu telah menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat, mulai dari rusaknya tanaman, kematian ternak, hingga kerusakan rumah warga.
“Terima kasih pemerintah sudah mulai perhatian kepada kami, tapi kami harap agar pemerintah cepat cari solusi supaya bencana ini bisa kami cegah ke depan,” ujarnya. (Cha).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
| Melihat Koloni Kelelawar di Taman Wisata Alam Laut 17 Pulau Riung Ngada, NTT |
|
|---|
| Dinas Capil Ngada Jemput Bola Lengkapi Data Kependudukan Warga Binaan Rutan Bajawa |
|
|---|
| Siswa SMP dan SD di Aimere Ngada Peringati Hardiknas dari Halaman Kampung Adat Paukate |
|
|---|
| Pembaca Kompas Salurkan Bantuan Buku hingga Perlengkapan Olahraga Bagi Siswa SD di Ngada NTT |
|
|---|
| Harga Gas LPG 12 Kg di Kabupaten Ngada Tembus Rp 300 Ribu |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.