Jumat, 17 April 2026

Cuaca Ekstrem di NTT

BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Ekstrem di NTT, Tiga Bibit Siklon Terdeteksi

BMKG menyebut cuaca ekstrem di Nusa Tenggara Timur dipengaruhi dinamika atmosfer seperti La Niña lemah dan Madden-Julian MJO).

Tayang:
Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Ekstrem di NTT, Tiga Bibit Siklon Terdeteksi
TRIBUNFLORES.COM / GG
HUJAN DI GUNUNG - Kondisi hujan di Bukit Magepanda, Sikka, Flores, NTT.BMKG menyebut cuaca ekstrem di Nusa Tenggara Timur dipengaruhi dinamika atmosfer seperti La Niña lemah dan Madden-Julian Oscillation (MJO). 
Ringkasan Berita:
  • BMKG menyebut cuaca ekstrem di Nusa Tenggara Timur dipengaruhi dinamika atmosfer seperti La Niña lemah dan Madden-Julian Oscillation (MJO).
  • Terdapat tiga bibit siklon tropis (90S, 93S, dan 92P) di sekitar wilayah Indonesia dan Australia yang memicu pertumbuhan awan hujan.
  • Kondisi ini berpotensi menyebabkan hujan sedang hingga sangat lebat, petir, dan angin kencang di beberapa wilayah NTT sehingga masyarakat diminta waspada.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

TRIBUNFLORES.COM, KUPANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG menyebut terdapat tiga bibit siklon yang menyebabkan cuaca ekstrim. 

Kepala Stasiun Meteorologi Kupang Sti Nenotek, Sabtu (7/3/2026) berkata demikian merespons cuaca di NTT. Ia menyebut adanya dinamika tmosfer skala regional, yaitu menguatnya Monsun Asia,La Nina Lemah, Gelombang Atmosfer Low, Madden-Julian Oscillation (MJO) dan aktifnya Gelombang Equator Rossby yang memberikan dampak terhadap kondisi cuaca di wilayah NTT.

"Adanya tiga bibit siklon tropis," katanya. 

Ketiga bibit itu adalah bibit siklon tropis 90S di Samudera Hindia Selatan Nusa Tenggara Timur yang bergerak kearah Tenggara dan dalam periode 24 jam kedepan memiliki peluang rendah menjadi siklon tropis. 

Baca juga: Prakiraan Cuaca NTT, Sabtu 7 Maret 2026: Alor, Lewoleba dan Pulau Flores Hujan Sedang hingga Lebat

Bergerak ke Barat Laut

Kemudian, bibit siklon tropis 93S di Samudera Hindia Barat Australia yang bergerak kearah Barat - Barat Laut dan dalam periode 24 jam kedepan memiliki peluang sedang menjadi siklon tropis. 

Lalu, bibit siklon tropis 92P di daratan
Australia bagian Utara yang bergerak kearah Barat dan dalam periode 24 jam kedepan memiliki peluang rendah menjadi Siklon Tropis.

"Tiga bibit siklon tropis ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan konvektif dan berpotensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat serta peningkatan kecepatan angin
di wilayah NTT," ujarnya. 

BMKG meminta masyarakat untuk mewaspadai dampak hujan sedang hingga sangat lebat yang disertai petir dan angin kencang yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi.

BMKG meminta wilayah Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Ndao Sabu, TTU dan TTS agar mewaspadai angin kencang yang melanda daerah-daerah tersebut. (fan) 

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved