Kapal Australia di Rote Ndao
Warga Temukan Yacht Berbendera Australia Terdampar Tanpa Awak di Pantai Rote Timur NTT
Kapal yacht bernama Balamara berbendera Australia ditemukan terdampar tanpa awak di Pantai Duile, Desa Faifua, Kec Rote Timur.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/KAPAL-TERDAMPAR-Kapal-yacht-bernama-Balamara-berbendera-Australia.jpg)
Ringkasan Berita:
- Kapal yacht bernama Balamara berbendera Australia ditemukan terdampar tanpa awak di Pantai Duile, Desa Faifua, Kecamatan Rote Timur, Selasa (16/6/2026).
- Polisi menemukan dokumen kapal, GPS, pakaian, bor listrik, dan televisi di dalam kapal, lalu memasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.
- Polres Rote Ndao masih menyelidiki asal-usul pelayaran kapal serta keberadaan nahkoda dan awak yang tidak ditemukan di lokasi.
TRIBUNFLORES.COM, ROTE NDAO - Warga Desa Faifua, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, dikejutkan dengan penemuan sebuah kapal asing jenis yacht berbendera Australia yang terdampar di pesisir Pantai Duile, Dusun Oesosole, Selasa (16/6/2026) pagi.
Kapal bernama Balamara tersebut ditemukan dalam kondisi kandas di bibir pantai tanpa nahkoda, anak buah kapal (ABK), maupun penumpang di atasnya. Penemuan ini langsung mendapat perhatian aparat kepolisian yang bergerak cepat melakukan pengamanan dan penyelidikan.
Kapolres Rote Ndao, AKBP Mardiono, S.ST., M.K.P., mengatakan informasi awal diterima dari masyarakat setempat yang melihat keberadaan kapal asing tersebut di kawasan pantai.
“Begitu menerima laporan dari warga, personel Polsek Rote Timur langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan. Saat tiba di tempat kejadian, petugas menemukan sebuah kapal yacht berbendera Australia dalam keadaan kandas dan tidak terdapat seorang pun di atas kapal,”ujar AKBP Mardiono.
Baca juga: KBRI Dili Pulangkan 6 Nelayan Asal Indonesia yang Terdampar di Laut Timor
Kapal Terdampar
Menurut Kapolres, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan sejumlah dokumen kapal yang mengarah pada identitas yacht tersebut.
Di antaranya dokumen penawaran pembelian dan perjanjian jual beli yang mencantumkan nama kapal Balamara, tipe Adams Traditional 36, dengan nomor lambung AU-WWA072974 serta menggunakan mesin Volvo Penta.
Selain dokumen kapal, petugas juga menemukan sejumlah barang di dalam yacht, di antaranya satu unit GPS, tas berisi pakaian, satu unit bor listrik, serta sebuah televisi.
“Seluruh barang yang ditemukan telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan. Kami juga memasang garis polisi di sekitar lokasi guna menghindari gangguan terhadap barang bukti maupun tindakan yang dapat merusak proses pemeriksaan,”jelasnya.
AKBP Mardiono menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait guna mengungkap penyebab kapal tersebut bisa terdampar di wilayah perairan Rote Ndao serta menelusuri keberadaan pemilik maupun awak kapal.
“Kami masih melakukan pendalaman terkait asal-usul pelayaran kapal ini, bagaimana bisa terdampar di wilayah Rote Timur, serta keberadaan nahkoda dan awak kapalnya. Semua kemungkinan akan kami telusuri bersama pihak-pihak terkait,”katanya.
Selain melakukan pengamanan lokasi, aparat kepolisian juga memberikan imbauan kepada masyarakat sekitar agar tidak mendekati maupun mengambil barang-barang yang berada di dalam kapal.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lokasi dan tidak melakukan penjarahan atau mengambil barang yang berada di atas kapal. Apabila ada informasi tambahan yang diketahui warga, kami harapkan dapat segera disampaikan kepada petugas,” tambah Kapolres.
Penemuan yacht asing tanpa awak tersebut menjadi perhatian tersendiri mengingat Kabupaten Rote Ndao merupakan salah satu wilayah terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan perairan internasional dan jalur pelayaran menuju Australia.
Hingga saat ini, situasi di lokasi penemuan kapal dilaporkan aman dan kondusif. Personel Polsek Rote Timur masih melakukan penjagaan sambil menunggu langkah lanjutan dari instansi terkait dalam proses identifikasi dan penanganan kapal tersebut.
“Kami memastikan seluruh proses penanganan dilakukan sesuai prosedur dan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengungkap fakta di balik keberadaan kapal ini,” pungkas AKBP Mardiono. (Sumber tribratanewsntt.com/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News