Kamis, 16 April 2026

Dokter Spesialis Dari NTT

Perjalanan Pengabdian Williams Imanuel Mesang, Dokter Spesialis Bedah Plastik dari NTT

Setiap anak yang lahir dengan celah bibir dan langit-langit memiliki perjuangan sendiri untuk tersenyum tanpa rasa sakit dan stigma. 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Ricko Wawo
zoom-inlihat foto Perjalanan Pengabdian Williams Imanuel Mesang, Dokter Spesialis Bedah Plastik dari NTT
Tribunnews.com/TRIBUNFLORES.COM/HO-DOK PRIBADI
BEDAH-Williams Imanuel Mesang, dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik asal Kupang, Nusa Tenggara Timur berfoto bersama para pasien dan tenaga kesehatan di RS Lela, Kabupaten Sikka. 

Ringkasan Berita:
  • Williams Imanuel Mesang, dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik asal Kupang, aktif sejak 2013 sebagai relawan operasi bibir dan langit-langit sumbing di berbagai daerah Indonesia.
  • Ia menyelesaikan pendidikan spesialis dan magister di Universitas Airlangga (2025), setelah sebelumnya lulus dokter medis dari Universitas Kristen Indonesia (2012).
  • Pengalaman klinisnya mencakup sejumlah rumah sakit besar di Indonesia.

 


TRIBUNFLORES. COM, MAUMERE- Setiap anak yang lahir dengan celah bibir dan langit-langit memiliki perjuangan sendiri untuk tersenyum tanpa rasa sakit dan stigma. 

Untuk itulah Williams Imanuel Mesang, dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik asal Kupang, Nusa Tenggara Timur, terus menempuh perjalanan panjang dari satu daerah ke daerah lain di Indonesia demi memberikan harapan baru bagi keluarga yang membutuhkan.

Sejak 2013, Williams aktif sebagai relawan bedah bibir dan langit-langit sumbing di berbagai wilayah, mulai dari Kupang, Alor, Sambas, Sidoarjo, Bogor, Labuan Bajo, hingga Kapuas, serta misi medis lintas batas Indonesia–Timor Leste di Belu pada 2013. Misi sosial terbarunya terlaksana pada 2025 di Sidoarjo dan Labuan Bajo, melanjutkan rangkaian aksi pada 2024 dan 2023 di berbagai daerah.

Baca juga: Jelang Nataru, Bawang Merah di Pasar Bobou Bajawa Naik

Baginya, setiap perjalanan bukan semata tindakan medis, tetapi kesempatan mengembalikan martabat manusia. 

“Perubahan kecil di wajah seorang anak dapat mengubah seluruh jalan hidupnya,” ujar Williams, yang memandang pelayanan kesehatan sebagai panggilan moral.

Menempuh pendidikan tinggi untuk memperluas manfaat. Williams menyelesaikan pendidikan Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik dan Magister Kedokteran Klinik di Universitas Airlangga, Surabaya, pada 2025. Ia meraih gelar dokter medis dari Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia, Jakarta, pada 2012.

Selama pendidikan spesialis, ia menjalani praktik klinis di beberapa rumah sakit besar di Indonesia, yakni RSUD Dr Soetomo Surabaya, RS Universitas Airlangga, RSAL Dr Ramelan Surabaya, RSUD Dr Saiful Anwar Malang, RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, dan RS Dr Soedarso Pontianak. 

Sebelumnya, ia bertugas sebagai dokter umum di RS PGI Cikini Jakarta (2014–2016) dan Puskesmas Pulau Harapan, Kepulauan Seribu (2017). Program internship dilakukannya di RST TNI Wirasakti Kupang dan Puskesmas Alak Kupang pada 2012–2013.

Fokus pada rekonstruksi dan pemulihan trauma

Williams memiliki kompetensi dalam bedah bibir dan langit-langit sumbing, manajemen luka dan luka bakar, rekonstruksi kraniomaksilofasial, bedah tangan, genitalia, onkoplasti, bedah mikro, serta bedah estetika wajah dan tubuh, termasuk prosedur laser dan kedokteran regeneratif. Ia juga kerap menjadi pembicara pada simposium nasional dan internasional.

Di ranah akademik, ia menjadi penulis utama pada beberapa penelitian, antara lain penyembuhan donor setelah Split-Thickness Skin Graft, cedera tekanan hidung akibat penggunaan CPAP pada neonatus, dan teknik operasi sindaktili kompleks pada Sindrom Apert. Karya ilmiahnya pernah ia presentasikan pada forum InaPRAS, Joglosemar Craniofacial Forum, iSWAM, OSAPS, ISAPS, IICC, dan PABI.

Belajar tanpa henti

Sepanjang 2025, Williams mengikuti Master Course Fat Grafting, Blepharoplasty, Regenerasi Jaringan, serta pelatihan Good Clinical Practice ICH E6(R3) dan World Head and Neck Cancer Day 2025. Sebelumnya, ia menempuh pelatihan internasional, termasuk kursus microsurgery di Meksiko, simposium OSAPS/ISAPS, serta pelatihan trauma, luka bakar, dan ATLS/ACLS.

Ia merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Dokter Laser Indonesia (IKLASI), dan PERAPI (Perhimpunan Ahli Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Indonesia).

Membawa pulang ilmu untuk Tanah Timur

Meski perjalanan pendidikannya banyak berlangsung di kota besar, Williams menyimpan mimpi sederhana: menghadirkan layanan bedah rekonstruksi yang lebih terjangkau di wilayah timur Indonesia.

Baginya, setiap anak yang pulang dari ruang operasi dengan senyum baru adalah alasan untuk selalu kembali.

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved