Senin, 1 Juni 2026

Banjir Bandang di Paga

Banjir Bandang Terjang Paga Sikka, Jalan Penghubung 10 Desa Terputus

Banjir bandang di Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, NTT pada 20 Maret 2026 mengakibatkan putusnya jalan penghubung

Tayang:
Penulis: Arnol Welianto | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Banjir Bandang Terjang Paga Sikka, Jalan Penghubung 10 Desa Terputus
TRIBUNFLORES. COM/HO-JHON ORIWIS
BANJIR BANDANG-Banjir bandang yang menerjang wilayah Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat 20 Maret 2026, menyebabkan ruas jalan penghubung antar 10 Desa terputus. 
Ringkasan Berita:
  • Banjir bandang di Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, NTT pada 20 Maret 2026 mengakibatkan putusnya jalan penghubung antar-10 desa, terutama di Kali Leworegi, Desa Masabewa.
  • Kendaraan roda empat tidak bisa melintas, kendaraan roda dua masih bisa, tetapi harus sangat hati-hati; akses warga ke Kecamatan Tanawawo terganggu.
  • Pasien dari Puskesmas Wolofeo ke RSUD Tc Hilers Maumere dievakuasi secara estafet karena jalan putus dan ambulans tidak bisa lewat.

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Banjir bandang yang menerjang wilayah Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat, 20 Maret 2026, menyebabkan ruas jalan penghubung antar-10 desa terputus.

Akses jalan yang putus berada di Kali Leworegi, Desa Masabewa, Kecamatan Paga. Kondisi tersebut menyebabkan kendaraan roda empat tidak dapat melintas.

Akibat putusnya jalan ini, akses warga ke Kecamatan Tanawawo maupun sebaliknya menjadi terhambat.

“Jalan putus, roda empat tidak bisa lewat,” kata Camat Tanawawo, Jhon Oriwis, pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Baca juga: Wakil Bupati Sikka Jemput Dua Nelayan Paga di Bandara Frans Seda Maumere

Roda Empat Tidak Bisa Melintas

Untuk kendaraan roda empat memang tidak bisa melintas, namun kendaraan roda dua masih dapat melalui jalan tersebut dengan ekstra hati-hati.

Banjir ini menyebabkan crosway di Kali Leworegi ambruk dan hanya menyisakan bebatuan besar. Hingga kini, meskipun banjir mulai surut, akses warga masih mengalami kendala.

Para pasien yang dirujuk dari Puskesmas Wolofeo ke RSUD Tc Hilers Maumere terpaksa dievakuasi secara estafet, karena mobil ambulans tidak bisa melintas.

“Teman-teman tadi merujuk pasien umum ke RSUD secara estafet di Kali Leworegi karena jalan putus,” jelasnya.

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved