Kamis, 30 April 2026

Penemuan Mayat di Sikka

Guru yang Akhiri Nyawanya Sendiri di Sikka akan Menikah Bulan Juni 2026

Guru SMP di Sikka (Korban) dan calon istri sudah mempersiapkan pernikahan sejak beberapa bulan terakhir ini. 

Tayang:
Penulis: Arnol Welianto | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Guru yang Akhiri Nyawanya Sendiri di Sikka akan Menikah Bulan Juni 2026
KOMPAS.COM
ILUSTRASI - Tewas. YA (34) guru di SMP Nuba Arat diduga mengakhiri nyawanya sendiri dalam rumahnya di Desa Watuliwung Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT, Minggu 12 April 2026. Informasi yang diterima dari kerabat, korban rencananya akan menikah pada bulan Juni 2026 mendatang.  

Ringkasan Berita:
  • Korban baru saja pulang dari Kota Kupang NTT
  • Korban rencana akan menikah bulan Juni 2026 mendatang
  • Keluarga menerima kasus itu sebagai takdir

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto

TRIBUNFLORES.COM,MAUMERE - YA (34) guru di SMP Nuba Arat diduga mengakhiri nyawanya sendiri dalam rumahnya di Desa Watuliwung Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT, Minggu 12 April 2026.

Informasi yang diterima dari kerabat, korban rencananya akan menikah pada bulan Juni 2026 mendatang. 

Korban dan calon istri sudah mempersiapkan pernikahan sejak beberapa bulan terakhir ini. 

Kapolres Sikka, AKBP Bambang Supeno melalui Kasi Humas Polres Sikka menjelaskan bahwa korban pertama kali ditemukan oleh kakak ipar dan kakak kandungnya dalam keadaan tergantung di dalam kamar. 

Baca juga: Pulang dari Kupang, Guru SMP di Sikka Akhiri Nyawanya Sendiri dalam Rumah

Baru Tiba dari Kupang

Korban menggunakan seutas tali nilon berwarna biru berdiameter 6 mm yang diikat pada rangka kuda-kuda atap rumah berbahan baja ringan.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui baru pulang dari Kupang dan tiba di Bandara Frans Seda Maumere pada Minggu sore.

Sebelumnya, keluarga telah berkomunikasi dengan korban untuk menjemputnya di bandara. Namun, saat keluarga tiba di Bandara Frans Seda Maumere, mereka tidak menemukan korban.

"Saksi sempat ditelepon oleh korban yang mengatakan bahwa ia sudah berada di rumah di Watuliwung. Mendengar informasi tersebut, kakak ipar dan kakak kandung korban kembali menuju rumah korban di Watuliwung,"jelas Ipda Leo Tunga Senin, 13 April 2026.

Sesampainya di rumah, keduanya memanggil korban, tetapi tidak ada jawaban. Mereka kemudian masuk ke dalam rumah dan membuka pintu kamar korban. Saat pintu terbuka, mereka melihat korban sudah dalam keadaan tergantung di dalam kamar.

Keduanya terkejut dan berusaha mengangkat kaki korban serta mencari parang untuk memotong tali. Saat itu, kaki dan tubuh korban masih terasa hangat, dan keringat masih terlihat di dahi serta kepala korban.

Setelah menurunkan korban, mereka berteriak meminta pertolongan kepada tetangga. Mereka juga memeriksa denyut nadi korban dan masih merasakan adanya denyut. Dengan inisiatif sendiri, keluarga kemudian membawa korban ke luar rumah, mencari kendaraan pikap, dan segera membawanya ke RS TC Hillers Maumere untuk mendapatkan pertolongan medis.

Sesampainya di ruang IGD RS TC Hillers Maumere, korban mendapatkan penanganan dari dokter jaga. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Korban merupakan guru PPPK di SMP Nuba Arat, Kecamatan Kangae, dan tinggal seorang diri di rumahnya. Sementara itu, ibu kandung korban yang sering sakit tinggal bersama kakak kandung korban.

Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi maupun visum luar. Selanjutnya, keluarga membuat surat pernyataan penolakan pemeriksasan otopsi. Saat ini korban di semayamkan di rumah duka di Desa Watuliwung. (awk) 

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved