Selasa, 19 Mei 2026

Berita Sikka

Fista Sambuari Kago Gerakkan Kader TP PKK Sikka Lewat Jalan Sehat dan Lomba Busana Tenun

Fista menegaskan kolaborasi lintas sektor adalah kunci utama membangkitkan kembali program pemberdayaan di tingkat akar rumput.

Tayang:
Penulis: Cristin Adal | Editor: Hilarius Ninu
zoom-inlihat foto Fista Sambuari Kago Gerakkan Kader TP PKK Sikka Lewat Jalan Sehat dan Lomba Busana Tenun
TRIBUNFLORES. COM/CRISTIN ADAL
APRESIASI WARISAN BUDAYA- Ketua TP PKK Kabupaten Sikka, Fista Sambuari Kago, menyerahkan hadiah kepada pemenang juara pertama Lomba Peragaan Busana Tenun Ikat dalam rangka peringatan Hari Kartini ke-147 di Aula Rujab Bupati Sikka, Sabtu (25/4/2026). Selain sebagai bentuk apresiasi atas kepercayaan diri para kader PKK, lomba ini menjadi ajang promosi kain tenun ikat motif asli Sikka sebagai identitas kebanggaan perempuan di wilayah ini. 

Ringkasan Berita:
  • Fista Sambuari Kago mengajak ratusan perempuan di Kabupaten Sikka untuk kembali menghidupkan semangat organisasi dan peran domestik dalam peringatan Hari Kartini ke-147. 
  • Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sikka 2025-2030  tersebut menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci utama untuk membangkitkan kembali program pemberdayaan di tingkat akar rumput.
  • Ia memberikan penekanan khusus bahwa perempuan adalah sumbu utama dalam ketahanan keluarga. 

 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Fista Sambuari Kago mengajak ratusan perempuan di Kabupaten Sikka untuk kembali menghidupkan semangat organisasi dan peran domestik dalam peringatan Hari Kartini ke-147. 

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sikka 2025-2030  tersebut menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci utama untuk membangkitkan kembali program pemberdayaan di tingkat akar rumput.

"Saya bersyukur karena ternyata PKK yang selama ini mungkin ada yang hidup, ada yang mati, ada yang semalam mati, akhirnya perempuan-perempuan semua bisa datang di sini. Perubahan ini bukan karena siapa-siapa, tetapi karena kolaborasi kita semua," ujar Fista saat membuka lomba busana tenun ikat di aula Rumah Jabatan Bupati Sikka, Maumere, Sabtu (25/4/2026).

Sebelumnya, rangkaian peringatan ini diawali dengan jalan santai bersama yang dilepas secara resmi oleh Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago di Jalan El Tari Maumere, Sabtu pagi. 

Baca juga: TP PKK Kabupaten Sikka Suarakan Perlindungan Perempuan dan Anak di Momentum Hari Kartini

Agenda ini sekaligus menjadi wadah integrasi program pemerintah, mulai dari kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) oleh Dinas Kesehatan, hingga penguatan ketahanan keluarga bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A).

Dalam pidatonya, Fista memberikan penekanan khusus bahwa perempuan adalah sumbu utama dalam ketahanan keluarga. Ia menilai, kecakapan seorang ibu dalam mengelola rumah tangga akan menentukan kualitas generasi masa depan.

"Penggerak, motor, semuanya di dalam keluarga itu bukan bapak-bapak, tapi ibu-ibu. Sehingga kalau dari kita sendiri tidak menggerakkan hal terkecil kita, yaitu pendidikan anak hingga pengelolaan keuangan, itu akan berpengaruh pada bagaimana kita mengusahakan anak-anak kita," tegas Fista.

Puncak acara diisi dengan lomba peragaan busana tenun ikat yang diikuti oleh 30 peserta. Ajang ini dinilai oleh tiga juri, yakni Ketua TP PKK Kabupaten Sikka periode 2025-2030, Ketua DPRD Sikka, serta Ketua TP PKK periode 2013-2018. 

Baca juga: Ketua TP PKK Sikka Dorong Pengurus PKK, Posyandu dan Bunda PAUD Hadirkan Perubahan untuk Masyarakat

Salah satu peserta lomba busana tenun ikat, Maria Fidelis Sima (53) asal Kelurahan Nangameting, tampil memukau dengan balutan tenun ikat khas Maumere.

Maria pertama kali mengikuti lomba peragaan busana. Meski demikian, ia percaya diri dan bangga bisa mengambil kesempatan dalam momentum peringatan Hari Kartini tahun ini.

"Saya suka tampil dengan pakaian adat seperti ini. Kalau menari bisa pakai pakaian seperti ini, acara pernikahan juga,"ungkapnya setelah menyelesaikan peragaan busana.

Maria mengenakan  busana adat lengkap khas Maumere. Warga Kelurahan Nangameting ini mengenakan labu liman berun, yakni baju atasan berlengan panjang berwarna merah, yang dipadukan dengan utan atau kain sarung tenun ikat khas Sikka sebagai bawahan. 

Penampilannya kian anggun dengan sampiran selendang berwarna hijau cerah, yang dikenal sebagai dong atau lensu, serta rambut yang ditata dengan sanggul tradisional.

Melalui kegiatan yang memadukan kesehatan, penguatan fungsi keluarga, dan pelestarian budaya ini, Fista berharap sekitar 200 kader yang hadir semakin solid dalam menjalankan sepuluh program pokok PKK di Nian Tana Sikka.

Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, ia merencanakan rangkaian kegiatan ini menjadi agenda tahunan rutin di Kabupaten Sikka guna terus memupuk semangat pemberdayaan perempuan.

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved