Kasus Pelecehan di Sumba Timur
Polisi Ciduk Pelaku Pelecehan Anak di Pahunga Lodu Sumba Timur
Pelaku berinisial AK tersebut melakukan pencabulan terhadap anak yang masih berusia 6 tahun di rumahnya di Pahunga Lodu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/KONPERS-Tim-Kepolisian-Resor-Sumba-Timur-NTT-berhasil-menahan-pelaku.jpg)
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman
TRIBUNFLORES.COM, WAINGAPU - Tim Kepolisian Resor Sumba Timur, NTT berhasil menahan pelaku pencabulan anak di bawah umur di sebuah kampung di Kecamatan Pahunga Lodu, Sumba Timur.
Pelaku berinisial AK tersebut melakukan pencabulan terhadap anak yang masih berusia 6 tahun di rumahnya di Waimbui.
Kapolres Sumba Timur, AKBP Gede Harimbawa mengatakan, kasus pencabulan terhadap anak merupakan tindak pidana yang mendapat perhatian khusus.
“Pencabulan merupakan atensi kita. Siapa pun yang melakukan akan kita tindak,” tegas Kapolres dalam konferensi pers, Kamis (11/12/2025).
Baca juga: Ketahuan Mencuri, Karyawan Alfamart Tikam Rekannya Sendiri di Sumba Timur
15 Tahun Penjara
Terhadap tersangka AK, disangkakan melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 ayat (1) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI Nomor 1 Tahun 2016 sebagai Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman paling lama 15 tahun penjara.
Saat ini tersangka telah ditahan di Rumah Tahanan Negara Polres Sumba Timur.
Diketahui, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (21/11/2025). Korban anak Ayu, bukan nama sebenarnya, bersama saudaranya S (10) hendak ke rumah nenek.
Di jalan mereka berlomba lari sampai duluan ke rumah itu. S berlari lebih cepat. Namun Ayu sebaliknya.
Karena kecapean, Ayu berhenti di sekitar rumah tersangka.
Melihat Ayu, tersangka kemudian datang dan langsung menarik korban. Ayu kaget dan berteriak meminta tolong. Ia dipaksa masuk ke rumah tersangka.
Takut ketahuan, tersangka mengancam Ayu. Mulutnya dibekap.
Korban lalu dibawa ke kamarnya dan melakukan pencabulan dengan disuruh memegang kemaluan tersangka.
Kejadian itu pun diceritakan Ayu ke saudaranya S, dan termasuk ke ibu korban.
Mendengar itu, ibu korban histeris dan langsung melaporkannya ke Polsek Pahunga Lodu. (dim)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News