Sabtu, 6 Juni 2026

Berita TTU

Jembatan Kaenbaun di TTU Putus Total, Akses Warga Terhambat

Satu-satunya akses ke Kantor Desa, PAUD Tunas Muda, dan beberapa rumah warga di Desa Kaenbaun terhenti.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Gordy Donovan

Ringkasan Berita:
  • Satu-satunya akses ke Kantor Desa, PAUD Tunas Muda, dan beberapa rumah warga di Desa Kaenbaun terhenti.
  • Anak-anak tidak bisa sekolah, warga sulit mengakses fasilitas, terutama saat hujan deras.
  • Konstruksi jembatan yang kurang kuat dan usia bangunan lebih dari 15 tahun; warga minta perhatian pemerintah Kabupaten TTU.

TRIBUNFLORES.COM, KEFAMENANU - Jembatan yang menghubungkan sejumlah rumah warga, fasilitas umum, lahan pertanian dengan rumah warga lainnya di Desa Kaenbaun, Kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT putus total. 

Hal ini menyebabkan lalu lintas kendaraan dan orang ke sejumlah fasilitas serta rumah warga itu terhambat.

Fasilitas umum yang berada di seberang jembatan penghubung seperti Kantor Desa Kaenbaun dan PAUD Tunas Muda serta beberapa rumah warga tidak dapat dijangkau kendaraan. 

Jika terjadi hujan deras dan banjir, fasum tersebut tidak dapat dijangkau.

Baca juga: Pria di TTU NTT Ditemukan Tewas di Pohon Asam, Polisi Ungkap Kronologi

Sulit Akses Fasum

Kendaraan roda dua dan roda empat dipastikan tidak dapat melintas menuju ke sejumlah fasilitas umum dan beberapa rumah warga. Di sisi lain, akses masyarakat untuk menerima pelayanan di Kantor Desa dipastikan terhambat.

Seorang warga Desa Kaenbaun, Seferinus Timo mengatakan, jembatan penghubung ini dibangun sejak tahun 2011 lalu. Anggaran pembangunan jembatan penghubung ini bersumber dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MP).

"Dengan pagu anggaran sekitar Rp.76.000.000. Jembatan ini memang konstruksinya tidak terlalu bagus," ungkapnya, Kamis, 12 Februari 2026.

Ia menerangkan, jembatan tersebut merupakan akses satu-satunya menuju Kantor Desa, PAUD Tunas Muda dan beberapa rumah warga. Masyarakat dipastikan tidak bisa menerima pelayanan di Kantor Desa Kaenbaun jika banjir bandang terjadi di kali tersebut.

Pasalnya, tidak ada akses jalan lain yang bisa digunakan untuk bepergian ke titik tersebut. Di sisi lain, kali yang melintas di bawah jembatan ini sangat lebar dan dalam.

Para orang tua di desa tersebut juga cemas dengan kondisi jembatan penghubung ini. Karena, anak-anak PAUD tidak dapat mengikuti pelajaran di sekolah jika banjir terjadi di kali tersebut.

Beberapa orang masyarakat yang bermukim di seberang kali ini bahkan tidak dapat beraktivitas sebagaimana mestinya di musim hujan lantaran mereka harus kembali ke rumah secepatnya jika hujan lebat mulai melanda wilayah tersebut.

Seferinus menduga putusnya jembatan ini disebabkan oleh kualitas konstruksi jembatan yang kurang memadai serta disebabkan oleh usia jembatan yang telah mencapai belasan tahun.

Ia berharap, Pemerintah Kabupaten TTU memberikan perhatian khusus terhadap kondisi ini dialami masyarakat di Desa Kaenbaun. 

Saat dikonfirmasi, Kepala BPBD Kabupaten TTU membenarkan adanya informasi tersebut. Putusnya jembatan penghubung di Desa Kaenbaun terjadi sejak waktu yang lalu.

Menurutnya, pemerintah Desa Kaenbaun telah menyampaikan laporan secara lisan maupun tertulis kepada Bupati TTU dengan tembusan BPBD Kabupaten TTU. (bbr)

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved