Berita NTT
Waspadai Sindikat Perdagangan Organ Tubuh PMI asal NTT
Sindikat pencurian dan perdagangan organ tubuh Pekerja Migran Indonesia asal NTT masih merajalela dan harus diwaspadai
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Peresmian-Sekolah-PMI.jpg)
Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM, Irfan Hoi
TRIBUN FLORES.COM,KUPANG-Sindikat pencurian dan perdagangan organ tubuh masih menjadi momok bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Nusa Tenggara Timur.
Hal tersebut disampaikan Tenaga Profesional BP2MI Aznil Tan pada launching Sekolah PMI di Desa Nunleu Kecamatan Amanatun Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kamis 9 September 2021.
"Kasus yang selalu mencuat pada PMI di NTT adalah pencurian dan perdagangan organ tubuh PMI. Ini masih menjadi momok yang harus diwaspadai bagi yang mau bekerja di luar negeri," kata Aznil usai peresmian Sekolah PMI di TTS oleh Bupati Egusem Pieter Tahun.
Menurut Aznil sindikat penempatan PMI ilegal masih berkeliaran merekrut penduduk desa dengan iming-iming gaji besar bekerja di luar negeri.
Baca juga: PAMI NTT Inspeksi Sanitasi dan Survey Kepadatan Lalat di Oesapa Kupang
Praktek tersebut menjadi bahaya laten merusak peluang bekerja di luar negeri.
"Masyarakat desa yang awam masih jadi makanan empuk para sindikat human trafficking membujuk bekerja ke luar negeri dengan diiming-iming gaji besar. Sementara tidak ditempatkan secara legal, sehingga mereka jadi korban perbudakan dan bahkan korban pencurian atau perdagangan organ tubuh. Ini bahaya laten mengancam dunia migran Indonesia, terutama di NTT," jelasnya.
Aznil mengingatkan di NTT sering berulang mencuat kasus dugaan pencurian dan perdagangan organ tubuh PMI.
Pada tahun 2015 Presiden Jokowi pernah memerintahkan Kapolri untuk mengungkap pencurian organ tubuh menimpa PMI, Yufrinda Sela.
Baca juga: Rugi Rp 128 Miliar dalam Kasus Korupsi Bank NTT Cabang Surabaya
"Presiden Jokowi tegas memerintahkan Benny Rhamdani sebagai Kepala Badan BP2MI untuk melindungi PMI. Apalagi Presiden pernah mengetahui langsung pengungkapan kasus pencurian organ tubuh pada Yufrinda Selan umur 19 tahun. Maka BP2MI fokus memerangi sindikat penempatan PMI secara ilegal," jelas Aznil.
Aktivis 98 ini menerangkan pendirian Sekolah PMI di pelosok desa sebagai benteng pertahanan masyarakat atas bujuk rayu sindikat PMI/TKI.
"Bentuk hadirnya negara, BP2MI mendirikan sekolah PMI di pelosok desa sebagai kantong PMI. Sebagai pilot project, BP2MI membentuk di desa Nunleu yang mana barusan diresmikan oleh Bupati Timor Tengah Selatan. Sekolah ini adalah benteng masyarakat mencegah sindikat PMI merekrut warga bekerja ke luar negeri secara ilegal,"dia menjelaskan.
Peresmian Sekolah PMI oleh Bupati TTS Egusem Pieter Tahun disambut antusias oleh masyarakat.
Baca juga: Terlibat Prostitusi Online Via MiChat,Polda NTT Ciduk Dua Perempuan
Ratusan masyarakat Nunleu hadir menyaksikan peresmian dengan prokes Covid-19 dan didampingi Muspinda TTS.
Dari BP2MI hadir Deputi Asia Afrika Gatot, Tenaga Profesional Aznil Tan, Direktur Sistem dan Strategi Penempatan dan Pelindungan Dr. Servulus Bobo Riti. Sementara dari Pemprov NTT dihadiri oleh Kadis Nakertrans Silvia Djawang.