Berita Lembata

Bupati Lembata Minta Kajati NTT Awasi Pinjaman Daerah Rp 225 Milar

Bupati Lembata,Dr.Thomas Ola Langodai minta Kajati NTT dan Kajari Lembata mengawasi pengelolaan dana pinjaman daerah Rp 225 Miliar

Editor: Egy Moa
Tribun Flores.com/Rico Wawo
Kepala Kejati NTT, Yulianto tiba di Bandara Wunopito Lewoleba disambut Bupati Lembata,Thomas Ola Langoday, Ketua DPRD Lembata Petrus Gero dan Forkompimda,Selasa 21 September 2021 

Laporan ReporterTRIBUN.COM, Ricko Wawo

TRIBUN FLORES.COM-LEWOLEBA-Bupati Lembata,Dr.Thomas Ola Langodai minta Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT dan Kejaksaan Negeri (Kajari) Lembata mengawasi pengelolaan dana pinjaman daerah Lembata  Rp 225 miliar yang akan dicairkan dalam waktu dekat.

Permintaan itu disampaikan Thomas Ola di Ballroom Olympic Resto, Lewoleba, Selasa (21/2021) usai menerima kunjungan Kajati NTT, Dr.Yulianto.

Pemerintah Kabupaten Lembata dipastikan mendapat dana pinjaman daerah untu pemulihan ekonomi dari pemerintah pusat melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Anggaran ini akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur jalan.

Baca juga: Thomas Ola Bertekad Keluarkan 70 Persen Masyarakat Lembata dari Ketertinggalan

“Kepada Pak Kejati saya titip pendampingan dalam seluruh proses pembangunan infrastruktur ketika pinjaman daerah itu sudah dieksekusi,”harapThomas.

Thomas baru lima hari memangku jabatan dilantik Kamis,16 September 2021 berharap kejaksaan dan kepolisian berada di lapangan  Kehadiran kedua lembaga ini tidak hanya melakukan pengawasan tetapi juga pendampingan kepada pemerintah daerah.

“Sehingga apa yang kami lakukan di lapangan ini benar-benar sesuai dengan regulasi," tandasnya.

“Saya juga minta pendampingan pengelolaan dana desa mulai dari perencanaan,penatausahaannya,pelaksanaannya,evaluasi sampai pelaporannya,”lanjut Bupati Thomas.

Baca juga: Kadis Bermasalah Hukum Akan Dicopot Bupati Lembata

Tidak hanya itu, Bupati Thomas juga berharap kejaksaan melakukan pengawasan dan pendampingan penyelenggaraan pemerintahan di tingkat desa.

Terutama untuk para kepala desa baru yang tidak lama lagi akan dipilih pada hajatan demokrasi pemilihan kepala desa.

Para kepala desa baru dari 144 desa di Lembata harus memulai langkah baru pengelolaan dana desa dan APBDes sekitar Rp 1 miliar.

“Mereka memulai langkah baru. Langkah baru ini harus dimulai dengan regulasi.Pemahaman terhadap regulasi terkait pembangunan, pelayanan sosial kemasyarakatan di desa teristimewa tugas kepala desa itu mengeksekusi anggaran sekitar Rp 1 miliar,” ucapnya.

Baca juga: Ini Pesan Gubernur NTT kepada Bupati Lembata dan Sabu Raijua 

Menurutnya,pengelolaan keuangan di desa maupun kabupaten dapat berjalan dengan baik bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang baik yang lahir dari sebuah proses pendampingan yang baik.

“Para pimpinan OPD dan kepala desa menemui berbagai kendala dalam pengelolaan keuangan itu selalu berkonsultasi dengan kejaksaan,” pungkasnya.

Kajati NTT, Yulianto tiba di Bandara Wunopito Lewoleba,Selasa sekitar pukul 11.30 Wita disambut Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday, Ketua DPRD, Petrus Gero, Kepala Kejari Lembata, Azrijal, Komandan Kodim 1624/Flotim, Letkol Czi Imanda Setyawan dan Wakapolres Lembata Kompol Johanes Christian Tanauw.

Berita Lembata lainnya

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved