Berita Ende

BPBD Ende Pantau Lokasi Longsor Sambil Edukasi Warga Gotong-Royong

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ende memantau lokasi longsor di beberapa titik di Kelurahan Rewarangga Selatan

Editor: Egy Moa
Tribun Flores.com/Oris Goti
Banjir menggenangi pemukiman warga Kota Ende, Kamis 23 September 2021 

Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM, Oris Goti

TRIBUN FLORES.COM,ENDE-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ende memantau lokasi longsor di
beberapa titik di Kelurahan Rewarangga Selatan, Sabtu 25 September 2021.

Pemantauan dikoordinir oleh Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Dikson Amtiran dan Kepala Seksi Kedaruratan,
Yoseph Susanto. Beberapa anggota Tim Reaksi Cepat (TCR) ikut dalam pemantauan ini.

Lokasi pertama yang didatangi  ddi RT 01 Manunggo, terjadi longsor kecil di dua titik dekat rumah warga.

Longsor di lokasi ini terjadi akibat hujan deras mengguyur wilayah Kota Ende dan sekitar pada Kamis 23 September 2021.

Baca juga: Warga Tetandara Desak Pemda Ende Atasi Banjir di Pemukiman

Dikson Amtiran kepada Ketua RT setempat, Wenslaus Senge dan pemilik rumah dekat lokasi longsor menyerahkan karung
bertuliskan Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Dikson menerangkan karung tersebut untuk diisi tanah lalu ditata di sekitar titik longsor untuk antisipasi longsor susulan.
"Jadi untuk sementara kita tangani seperti ini ada apa-apa segera lapor," ujar Dikson.

Dikson menegaskan kendati longsor yang terjadi belum terlalu parah, namun perlu waspada dan perlu melakukan langkah
antisipasi.

Pantauan TRIBUN FLORES.COM, ada empat rumah warga di sekitar titik longsor. Warga cemas jika terjadi hujan kemungkinan
besar terjadi longsor yang lebih parah dan mengakibatkan rumah mereka ambruk.

Baca juga: Saat Banjir di Ende, Anggota Satpol PP Nekat Masuk Drainase Angkat Sampah

Penderita Stroke Cemas
Masih di wilayah RT 01, Manunggo tim bergerak menuju titik longsor depan rumah Fransiskus Ndate. Longsornya juga tidak
parah.

Fransiskus mengaku sangat cemas jika terjadi longsor susulan, rumahnya dan tiga rumah tetangga bisa ambruk.

Kekhawatiran Fransiskus beralasan karena saat ini ia menderita stroke. Ia takut sulit menyelamatkan diri dan keluarga saat terjadi
longsor yang lebih parah.

Merespon hal itu Dikson kepada ketua RT menjelaskan bahwa warga perlu gotong-royong untuk saling membantu antisipasi
longsor susulan yakni dengan menata karung berisi tanah di titik longsor.

Baca juga: Penyandang Disabilitas Tersiram Air Panas di Ende Dirawat di Rumah

Ia juga berpesan, jika terjadi tanda-tanda longsor secepatnya hubungi pihak Kelurahan atau BPBD.
"Kita punya tim reaksi cepat, kontak saja kita langsung turun, kita perlu saling berkoordinasi dengan baik, kami siap 24 jam,"
ungkapnya.

Sementara itu di Simpang Tiga Woloweku, tembok penyokong antara dua rumah warga jebol. Tidak hanya itu, jalan setapak
sudah terbentuk menjadi aliran air akibat hujan deras.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved