Berita NTT
FKUB NTT Live In di Oeekam TTS, Membangun Kerukunan Umat Beragama Mulai dari Akar Rumput
FKUB NTT melakukan live in (tinggal bersama masyarakat) di Desa Oeekam, Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten TTS, Jumat-Minggu (8-10) Oktobber 2021.
Makna dan harapan yang tersirat dari penanaman Pohon Kerukunan yaitu semua pihak kiranya mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama sehingga tercapailah suatu kehidupan yang rukun, damai nan sejahtera.
Untuk mencapai semuanya itu, dibutuhkan sikap rendah hati untuk mau menerima sesama dari berbagai latar belakang yang berbeda.
Mewakili pimpinan FKUB NTT saat memberikan sambutan penutup, Romo Dus Bone mengapresiasi seluruh pihak yang mengambil peran serta dalam rangkaian acara ini.
Baca juga: Orang Dengan Gangguan Jiwa di NTT Tertinggi di Indonesia Timur
Menutup sambutannya, imam di Paroki St. Fransiskus dari Asisi, BTN Kolhua Kota Kupang ini melafalkan pantun sederhana berikut.
Datang ke Oeekam berdua-dua,
Selalu senyum kalau bersua,
Mari Saudara kita semua,
Hidup rukun harmonis muda dan tua.
Daerah kita berlimpah berlian dan emas,
Ciptakan damai hilangkan beringas,
Semua sama tanpa minoritas,
Membangun keharmonisan janganlah malas.
Ada rindu tatikam di dada,
Karena rasa yang tiada,
Kasih Tuhan selalu ada,
Di manapun kita berada.
Pada hari Minggu 10 Oktober 2021, para tokoh agama dan masyarakat melakukan Ibadat Kerukunan Bersama yang dipimpin oleh Pdt. Gayus di Gereja Bethel Maunseun.
Romo Dus Bone, Pr saat memberikan renungan banyak mengulas tentang kasih akan sesama.
“Cinta mesti menjadi embun berkat dan kerukunan mesti tetap menjadi persemaian yang tetap terjaga di mimbar hati kita bersama. Inilah ungkapan yang pas untuk menggambarkan pentingnya penerimaan diri akan perbedaan dalam tatanan kehidupan bermasyarakat. Tidak saling mengungguli, namun membangun kesetaraan demi hadirnya kedamaian,” demikian Romo Dus Bone.