Selasa, 14 April 2026

Berita NTT

Tenun Ikat NTT Diusul ke UNESCO Menjadi Warisan Budaya Indonesia

Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Ny.Wury Estu Handayani berjanji mengusulkan tenun ikat NTT ke UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia.

Tayang:
Editor: Egy Moa
zoom-inlihat foto Tenun Ikat NTT Diusul ke UNESCO Menjadi Warisan Budaya Indonesia
DOK.DEKRANASDA NTT
Ketua Dekranasda NTT, Julie Sutrisno Laiskodat (kiri) dan Ketua Dekranas, Ny. Wury Amin (kanan) dalam pembukaan Pendidikan Kecakapan Wirausaha Tenun Ikat di Dekranasda NTT, Minggu 17 Oktober 2021. 

Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM, Irfan Hoi

TRIBUN FLORES.COM, KUPANGKetua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Pusat, Ny.Wury Estu Handayani berjanji mengusulkan Tenun Ikat NTT ke UNESCO, sebagai warisan budaya Indonesia.

Istri wakil presiden RI itu, menyampaikan hal demikian saat membuka kegiatan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tenun Ikat, di kantor Dekranasda NTT, Minggu 17 Oktober 2021.

“Saya setuju dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Tehnologi yang membuat Taglina Tekun Tenun Indonesia, mengingat tenun akan saya usulkan sebagai warisan budaya Indonesia ke UNESCO,” kata Wury Amin,

Disebutkan Wury Amin, produk tenun tidak hanya diolah menjadi fashion yang berkualitas, tapi juga dibuat produksi lain yang memiliki ekonomi tinggi, seperti tas, asesoris.

Baca juga: Dekranasda NTT Jadi Tuan Rumah Pendidikan Kecakapan Wirausaha

Dengan berwirausaha baru ini, diharapkan tenun bisa diolah menjadi produk lain yang bernilai ekonomi tinggi dan tidak hanya fashion.

Sektor industri kerjainan, menurutnya turut terdampak akibat pandemi covid-19. Sebagai mitra Pemerintah, Dekranas diminta untuk maksimal.

"Deskranasda tentunya cukup aktif berperan serta, untuk menggerakan kembali sektor dominan ini,” ujarnya

Dalam situasi saat ini pemberdayaan ekonomi rakyat menjadi salah satu hal yang sangat penting untuk dilakukan. Usaha baru harus terus diciptakan diberbagai sektor, agar ekonomi masyarakat terus bertumbuh.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Uang Tunai Khusus Rumah Tangga Miskin Ekstrim di NTT

“Saya apresiasi kepada Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi yang telah bersinergi dengan Dekranas dan Dekranasda NTT, turut berperan aktif dalam program ini, dalam upaya penciptaan usaha baru, khususnya wilayah NTT,” katanya.

Ny. Wury Amin mengatakan peserta akan mendapatkan manfaat dengan bertambahnya wawasan, kewirausahan berbagai komoditi tenun serta potensinya yang dapat berkembang suatu usaha yang memiliki nilai tambah ekonomi.

“Melalui program ini, Dekranas dalam hal ini Bidang Wira Usaha Baru juga bersinergi dengan Kementrian Pertahanan dan Dekranasda NTT, dalam hal pembuatan topi budaya Rote yaitu Ti’i Langga sebanyak 1.000 buah topi,” tegasnya.

Pembuatan 1.000 Topi Ti’i Langga tersebut, kata Wury Amin, dilatih kepada 100 milenial dari Rote dan Kupang pada Bulan Juli-September 2021.

Baca juga: Wakil Presiden Maruf Amin Bahas Penanganan Kemiskinan Ekstrim Lima Kabupaten di NTT

“Semoga kegiatan ini membawa manfaat dalam upaya untuk menumbuhkan wirausaha baru dan meningkatkan kecakapan wirausaha generasi muda NTT dalam melestarikan tenun, serta meningkatkan produktifitas dalam mewujudkan daya saing kerajinan Indonesia,” pungkasnya.

Berita NTT lainnya

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved