Berita Nagekeo
Pandemi Tak Berdampak pada Angka Kemiskinan di Nagekeo
Selama tiga tahun terakhir sejak 2018-2021,angka kemiskinan masyarakat Kabupaten Nagekeo menurun dari 12,98 persen menjadi 12,61 persen
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Kepala-BPS-Nagekeo.jpg)
Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM,Tommy Mbenu Nulangi
TRIBUN FLORES.COM,MBAY-Selama tiga tahun terakhir, 2018-2020 angka kemiskinan di Kabupaten Nagekeo mengalami penurunan.
Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Nagekeo, Abdul Azis mengatakan hal tersebut, Selasa 19 Oktober 2021.
Berdasarkan data yang dikeluarkan BPS Nagekeo, angka kemiskinan di Kabupaten Nagekeo pada tabun 2018 sebesar 12,98 persen.
Angka itu mengalami kemudian kembali pada 2019 menjadi 12,85 persen. Kemudian pada tahun 2020 menjadi 12,61 persen.
Baca juga: Tim Sandal Jepit Siapkan Pengukuhan Badan Pengurus Forkoma PMKRI Nagekeo
"Perkembangan angka kemiskinan di Kabupaten Nagekeo tiga tahun berturut-turut cenderung mengalami penurunan," jelasnya.
Abdul mengungkapkan, berdasarkan data 2020, masalah pandemi Covid-19 belum berdampak terhadap angka kemiskinan di Nagekeo. Meskipun pihaknya juga belum mengetahui data terakhir pada tahun 2021 karena hasil perhitungan belum keluar.
Menurutnya, dampak pandemi Covid-19 terhadap kemiskinan di Kabupaten Nagekeo tahun 2020 pasti ada. Hal itu karena berbagai kebijakan yang diambil pemerintah seperti PPKM dan pembatasan aktivitas pada sektor usaha.
Namun ia optimis kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah tidak secara signifikan menyumbang angka kemiskinan karena struktur ekonomi masyarakat di Nagekeo ditopang oleh sektor pertanian
Baca juga: GMNI Nagekeo Resmikan 30 Anggota Baru Angkatan VII Tahun 2021
Selain itu, kataAbdul, pada saat yang bersamaan, pemerintah juga sangat agresif menyikapi kebijakan tersebut dengan berbagai program seperti BLT, bantuan UMKM dan bantuan bagi pra kerja.
"Semoga kebijakan itu tidak berdampak banyak terhadap angka kemiskinan," ujarnya.
Abdul berharap, sebagian besar ekonomi masyarakat di Kabupaten Nagekeo ditopang oleh pertanian, maka pemerintah daerah harus mendorong industrialisasi pada sektor pertanian.
"Karena potensi pertanian sudah ada, tetapi industri belum ada. Nah saya pikir pemerintah daerah perlu mendorong industrialisasi sektor pertanian," ungkapnya.