Berita Lembata
650 Siswa Tidak Mampu di Lembata Dapat Bantuan Tablet, Seragam dan Tas Sekolah
Pemerintah Kabupaten Lembata menyerahkan paket Bansos berupa tablet,seragam dan tas sekolah kepada para siswa SD dan SMP dari keluarga tidak mampu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Penyerahan-Bansos.jpg)
Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM, Ricko Wawo
TRIBUN FLORES.COM,LEWOLEBA-Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata menyalurkan bantuan sosial (Bansos) 650 tablet kepada peserta didik dari para orangtua tidak mampu.
Bantuan lainnya berupa pakaian seragam sekolah, tas dan buku tulis diserahkan simbolis oleh Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday di Aula Kantor Bupati Lembata, Jumat, 22 Oktober 2021.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Lembata, Wenseslaus Pukan, mengatakan hasil pendataan menunjukkan sebagian besar peserta didik tidak punya ponsel android untuk mendukung pembelajaran, tas sekolah, buku tulis dan seragam. Karena itu pemerintah memberikan bantuan kepada peserta didik dari orangtua tidak mampu pada jenjang SD dan SMP.
“Maksudnya sebagai sarana pembelajaran dari rumah, memberikan kenyamanan kepada peserta didik melanjutkan peningkatan pengetahuan dan mengurangi dampak ekonomi orangtua, pemenuhan hak dan pengembangan potensi peserta didik,” kata Wens Pukan.
Baca juga: Bupati Lembata Inginkan Desa Lusilame Jadi Contoh Pilkades Damai
Tablet diberikan kepada 300 peserta didik SD dan 350 peserta didik pada enam SMP. Sedangkan seragam sekolah diberikan kepada 6.000 peserta didik SD yang tersebar pada 92 sekolah.
Bntuan lainnya yakni, ruang kelas darurat dari Direktorat Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) untuk SDK I Lewotolok dan SDI Hamahena Rp 50 juta/ruang dan bantuan tanggap darurat pemulihan pasca bencana untuk SDI Tokojaeng, SDK Atawatung, SDK Baopukang, SDI Tapolangu dan SDK Meluwiting dengan jumlah bantuan Rp 17 juta/sekolah.
Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday mengatakan banyak orangtua tidak bisa membeli ponsel android yang bisa mendukung pembelajaran anak dari rumah selama masa pandemi Covid-19 menjadi tanggung jawab pemerintah.
“Tugas guru di sekolah ciptakan suasana yang harmonis supaya anak anak punya kesempatan yang sama dalam belajar. Masih banyak anak belum dapat, jadi mari kita upaya bersama siapkan anggaran bagi anak sekolah yang orangtua belum mampu,” kata Thomas.
Baca juga: Bupati Lembata Tantang Calon Kades Lusilame Sediakan Air Bersih di Kampung Atawolo
Ia menitipkan pesan kepada Dinas Pendidikan Lembata melakukan perencanaan program berbasis data yang jelas.
Setelah penyerahan secara simbolis, Dinas Pendidikan Lembata akan menyerahkan bantuan sosial tersebut langsung ke tangan peserta didik.
Sejumlah guru dan orangtua juga turut mendampingi anak-anak mereka dalam penyerahan simbolis tersebut.
Turut hadir Ketua DPRD Lembata Petrus Gero, anggota DPRD Lembata Imo Wulakada, dan sejumlah kepala dinas.